Penulis Utama : Elza Maisinur
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP : S130906001
Tahun : 2009
Judul : Analisis terjemahan puisi The Rubaiyat of Omar Khayyam Explained: Based on the First Translation By Edward Fitzgerald ke dalam Bahasa Indonesia Rubaiyat Omar Khayyam; syair dan tafsir (kajian pergeseran rima, matra, dan majas serta pengaruhnya terhadap ku
Edisi :
Imprint : Surakarta - Pascasarjana - 2009
Kolasi :
Sumber : UNS-Pascasarjana Prog. Studi Linguistik-S.130906001-2009
Subyek : PUISI
Jenis Dokumen : Tesis
ISSN :
ISBN :
Abstrak : ABSTRAK Penelitian ini mengkaji pergeseran dalam puisi Rubaiyat. Penelitian difokuskan pada pergeseran rima dan matra, pergeseran majas, serta pengaruh pergeseran rima dan matra, dan pergeseran terjemahan majas terhadap kualitas terjemahan puisi Rubaiyat. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dan kuantitatif deskriptif. Data diperoleh dengan menggunakan beberapa metode, yaitu metode analisis isi dalam puisi, kuesioner dari para informan sebagai pembaca ahli dan pembaca target, serta wawancara dengan mereka. Dengan sumber data yang diperoleh dari puisi Rubaiyat, penelitian ini merupakan studi kasus tunggal yang berorientasi pada produk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi pergeseran bunyi (sound-shift) yang berupa pergeseran rima (transrima) dan pergeseran matra (transmatra). Dari 75 jumlah keseluruhan data berupa bait-bait puisi Rubaiyat, pada pergeseran rima terdapat 62 data bergeser, 13 data tidak bergeser. Hampir 90% data bergeser dari rima kwatrin aaba pada Bsu menjadi rima bebas abcd pada Bsa. Pada pergeseran matra, seluruh data bergeser dari pola matra iambic pentameter pada Bsu menjadi tanpa pola matra dengan lebih dari 90% data memiliki jumlah suku kata 14 dalam tiap baris pada tiap bait Bsa. Hasil penelitian juga menunjukkan terjadi transfigurasi bahasa. Terdapat 5 jenis majas yang mengalami pergeseran yaitu: simile, metafora, personifikasi, antitesis, dan sinekdoke, dari 13 jenis majas yang digunakan dalam puisi Rubaiyat yaitu: simile, metafora, personifikasi, apostrofi, alusi, antitesis, meiosis, hiperbola, oksimoron, metonimi, sinekdoke, paradoks, dan ironi. Semua majas yang bergeser dari Bsu berubah menjadi tak ada majas pada puisi Bsa. Sebanyak 12 data mengalami pergeseran jenis majas, 63 data tidak bergeser. Puisi Rubaiyat menghasilkan 4 data sepadan, 58 data cukup sepadan, dan 13 data kurang sepadan. Kemudian, untuk tingkat keberterimaan puisi ini menghasilkan 9 data berterima, 63 data cukup berterima, dan 3 data kurang berterima. Aspek keterbacaan terjemahan puisi Rubaiyat menghasilkan 3 data dinilai sangat sulit, 28 data dinilai sulit, 40 data dinilai mudah, dan 4 data dinilai sangat mudah. Peneliti menyimpulkan kesepadanan terjemahan puisi Rubaiyat dengan puisi aslinya dinilai cukup sepadan dengan skor 2,94. Keberterimaan terjemahan puisi Rubaiyat dengan puisi aslinya dinilai cukup berterima dengan skor 3,21. Keterbacaan terjemahan puisi Rubaiyat dinilai mudah dengan skor 2,39. Secara keseluruhan, kualitas terjemahan puisi Rubaiyat dinilai cukup baik. Namun, karena telah terjadi transrima dan transmatra, terjemahan puisi ini dikategorikan sebagai bukan rubaiyat melainkan puisi bebas. ABSTRACT This research studies the translation shift of Rubaiyat poetry. The research focuses on the rhyme-shift and metrical-shift, transfigurative language, and their significances to Rubaiyat’s translation quality. This research applies descriptive qualitative and quantitative method. The data are obtained by applying several methods, i.e. content analysis of the poetry, questionnaire from the informants, and interview. The data source is Rubaiyat poetry; the data are all stanzas of the poetry. This research is a product-oriented single-case study. The research findings show that there were rhyme-shift and metrical shift included in sound shift. There are 75 overall data in forms of Rubaiyat stanzas. The rhyme of 62 data has shifted while the rest have not. Almost 90% of the data shift from aaba quatrain in ST into abcd free rhyme in TT. Meanwhile, the whole data have shifted from iambic pentameter in ST into non metrical pattern of which 90% have 14 syllables within a line in each stanza in ST. The research findings also show that there was transfigurative language or sense-shift. The poetry employs 13 types of figurative languages: simile, metaphor, personification, apostrophe, alusion, antithesis, meiosis, hiperbole, oxymoron, metonimy, sinekdokhe, paradox, and irony. 5 of 13 types of figurative languages have shifted. They are simile, metaphor, personification, antithesis, and sinekdokhe. All figurative languages shifted from ST are altered into non figurative language stanzas in TT. There are 12 data have transfigurative languages while 63 data have not. Furthermore, Rubaiyat results 4 equivalent data, 58 equivalent enough data, and 13 less equivalent data. Rubaiyat also results 9 acceptable data, 63 acceptable enough data, and 3 less acceptable data. Readability aspect of Rubaiyat results 3 very difficult data, 28 difficult data, 40 easy data, and 4 very easy data. The researcher concludes that the translation accuracy, equivalent enough, had score 2,94. It is as well as categorized as acceptable enough, with the score 3,21. Its readability rating is categorized as easy with the score 2,39. Eventually, this poetry translation was concluded as qualified enough. Yet, because of the rhyme-shift and metrical-shift within Rubaiyat, the poetry translation could not be categorized into ‘ruba-i’ (rubaiyat). On the other hand, it is categorized into free verse/poem.
File Dokumen : abstrak.pdf
Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
elza maisinur.pdf
File Dokumen : -
Status : Public
Pembimbing : 1. Prof. Drs. M.R. Nababan, M.Ed., M.A., Ph.D.
2. Drs. Riyadi Santoso, M.Ed.
Catatan Umum : 1610/2009
Fakultas : Pascasarjana