Penulis Utama : Nugroho
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP : S610908006
Tahun : 2010
Judul : Peran jarak tanam dan saat penanaman karabenguk (Mucuna pruriens (L.) DC.) tanpa penjalar pada dua lokasi tanam terhadap pertumbuhan dan hasil
Edisi :
Imprint : Surakarta - Pascasarjana - 2010
Kolasi :
Sumber : UNS-Pascasarjana Prog. Studi Agronomi-S.610908006-2010
Subyek : JARAK TANAM
Jenis Dokumen : Tesis
ISSN :
ISBN :
Abstrak : ABSTRAK Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 7 Maret 2009 sampai dengan 25 Juli 2009 di dua lokasi yaitu di Desa Tancep, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Gunungkidul dengan tinggi tempat sekitar 170 meter di atas permulakaan laut dan di Desa Sukosari, Kecamatan Jumantono Kabupaten Karanganyar dengan tinggi tempat 150 meter di atas permukaan laut. Tujuan penelitian: (1) Untuk mengetahui pengaruh perlakuan lokasi tanam terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman karabenguk; (2) Untuk mengetahui pengaruh perlakuan saat tanam terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman karabenguk; (3) Untuk mengetahui pengaruh perlakuan jarak tanam terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman karabenguk; dan (4) Untuk mengetahui interaksi perlakuan lokasi tanam, saat tanam, dan jarak tanam terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman karabenguk; Penelitian ini menggunakan metode percobaan Faktorial dengan pola dasar Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) yang terdiri atas 3 faktor perlakuan dengan 3 kali ulangan. Faktor I adalah Lokasi tanam yang terdiri atas 2 taraf : Ngawen dan Jumantono. Faktor II adalah musim tanam yang terdiri atas 2 taraf : musim tanam Maret dan April. Faktor III adalah Jarak tanam yang terdiri atas 3 taraf : Jarak tanam 75x33,3 cm2; 75x25cm2 dan 75x20 cm2. Hasil penelitian meunjukkan bahwa: (1) Terjadi interaksi 3 faktor perlakuan pada berat kering brangkasan, berat kering biji dan indeks panen (2) terjadi interaksi 2 faktor antara lokasi dan jarak tanam pada indeks luas daun (3) Lokasi tanam Jumantono menyebabkan diameter batang, indeks luas daun, berat kering brangkasan, berat kering biji per hektar, dan indeks panen velvetbean lebih tinggi di banding Ngawen; (4) Saat tanam awal Maret meningkatkan indeks luas daun, berat kering brangkasan, berat kering biji per hektar, tetapi tidak berpengaruh terhadap diameter batang dan indeks panen di banding saat tanam awal April; (5) Jarak tanam berpengaruh terhadap diameter batang, indeks luas daun, berat kering brangkasan, berat kering biji per hektar, tetapi tidak berpengaruh terhadap indeks panen; (6) Lokasi tanam Jumantono, saat tanam awal Maret dan jarak tanam 75x25 cm2 dan 75x20 cm2 meningkatkan berat kering brangkasan, berat kering biji per hektar dan indeks panen velvetbean tetapi tidak berpengaruh terhadap diameter batang dan indeks luas daun; (5) Berat kering biji per hektar tertinggi pada lokasi tanam Jumantono, saat tanam awal Maret dengan jarak tanam 75x25 cm2 (L2M1J2) yaitu sebesar 3.719 kg/ha, sedangkan terrendah pada lokasi tanam Ngawen, saat tanam awal April dengan jarak tanam 75x33,3 cm2 (L1M2J1) yaitu 1.224 kg/ha. Kata kunci : karabenguk, lokasi, musim, jarak tanam ABSTRACT This research was conducted on March 7 to July 25 , 2009 in two locations: Tancep Village, Ngawen Sub District, Gunung Kidul Regency at 170 meter asl and Sukosari Village, Jumantono Sub District Karanganyar Regency at 150 meter asl. The objectives of research are: (1) to find out the effect of planting location on the velvetbean growth and yield; (2) to find out the effect of planting treatment on the velvetbean growth and yield; (3) to find out the effect of plant spacing on the velvetbean growth and yield; and (4) to find out the interaction of planting location, treatment, and plant spacing on the velvetbean growth and yield. This study employed a factorial experimental method with Randomized Completely Block Design (RCBD) consisting of 3 treatment factors with 3 repetitions. Factor I is the planting location consisting of 2 stages: Ngawen and Jumantono. Factor II is the planting season consisting of 2 stages: March and April seasons. Factor III is the plant spacing consisting of 3 stages: 75 x 33.3 cm2; 75 x 25cm2; and 75 x 20 cm2. The result of this research shows that: (1) Interaction happened on three factors on dry weight of straws per hectares, seed yield per hectare and harvest index (2) Interaction happened on two factors was plant locationd and plant spacing on leaf area index (3) The planting location of Jumantono result in higher stem diameter, leave width index, gross dried weight, seed dry weight per hectare, and velvetbean harvesting index than that of Ngawen; (4) March beginning planting season increases the leave width index, gross dried weight, and seed dry weight per hectare but does not affect the stem diameter and harvesting index compared with the April season; (5) Plant spacing affects the stem diameter, leave width index, gross dried weight, and seed dry weight per hectare but does not affect the harvesting index; (6) the planting location of Jumantono, March planting season and plant spacing of 75 x 25cm2 and 75 x 20cm2 increase the gross dried weight, seed dry weight per hectare, and velvetbean harvesting index, but does not affect the stem diameter and leave width index; (6) the highest dry seed weight per hectare is found in the planting location of Jumantono, in March season and plant spacing of 75x25 cm2 (L2M1J2) of 3,719 kg/ha, while the lowest one is found in the planting location of Ngawen, in April season and plant spacing of 75 x 33.3 cm2 of 1,224 kg/ha. Keywords: Velvetbean, location, season, plant spacing
File Dokumen Tugas Akhir : abstrak.pdf
Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
nugroho.pdf
File Dokumen Karya Dosen : -
Status : Public
Pembimbing : 1. Prof. Dr. Ir. Supriyono, MS.
2. Dr. Ir. Djati Waluyo D., MS.
Catatan Umum : 135/2010
Fakultas : Pascasarjana