Penulis Utama : Adi Nugroho
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP : I.0402514
Tahun : 2009
Judul : Pengaruh gerak makan dan sudut potong utama terhadap hasil kesilindrisan permukaan benda kerja pada proses bubut silindris
Edisi :
Imprint : Surakarta - F. Teknik - 2009
Kolasi :
Sumber : UNS-F. Teknik Jur. Teknik Mesin-I.0402514-2009
Subyek : KESILINDRISAN
Jenis Dokumen : Skripsi
ISSN :
ISBN :
Abstrak : ABSTRAK Suatu produk yang berkualitas diperoleh dari kondisi pemotongan yang baik. Salah satu penyimpangan yang disebabkan oleh kondisi pemotongan adalah kesilindrisan hasil proses, maka dari itu pada penelitian ini dilakukan pengujian pengaruh gerak makan (f) dan sudut potong utama (Kr) terhadap hasil kesilindrisan hasil permukaan benda kerja pada proses bubut silindris. Proses permesinan dilakukan dengan kedalaman potong 0,5 mm dengan memvariasikan gerak makan (f) dan sudut potong utama (Kr) dengan putaran spindle (n) konstan dari benda kerja ST 37 yang mempunyai diameter 30 mm dengan panjang 150 mm dan dibubut sepanjang ± 120 mm menggunakan pahat HSS. Setelah benda kerja dibubut, kemudian benda kerja diukur kesilindrisannya dengan menggunakan Blok – V dan Dial Indicator. Hasil penelitian ini didapatkan bahwa, pada pemakaian Kr = 90°(β = 60°, γ = 3°, α = 27°) nilai kesilindrisannya = 180 – 390 µm, Kr = 70°(β = 50°, γ = 13°, α = 27°) nilai kesilindrisannya = 370 - 480 µm, dan Kr = 60°(β = 34°, γ = 24°, α = 32°) nilai kesilindrisannya = 510 – 860 µm. Gerak makan memberikan pengaruh besar terhadap kesilindrisan permukaan, karena semakin besar gerak makan, maka semakin besar nilai kesilindrisannya. Hal ini disebabkan semakin tidak silindris pada benda kerja pada saat proses permesinan. Sudut potong utama (Kr) juga memberikan pengaruh besar terhadap kesilindrisan permukaan, karena semakin kecil Kr, maka semakin besar nilai kesilindrisannya. Hal ini disebabkan pemakaian Kr yang kecil tidak menguntungkan sebab akan menurunkan ketelitian geometrik produk dalam hal ini juga mempengaruhi hasil kesilindrisannya dan menyebabkan benda kerja menjadi tidak silindris (kesilindrisan semakin besar). Kata kunci : Gerak makan, sudut potong utama, kesilindrisan ABSTRACT A quality product is obtained from a good cutting condition. Cutting tools is one of the deviation which is influence the cylindrical result of process, therefore from this research conducted an examination influence of feeding and tool cutting edge angle to cylindrical result of the workpiece surface at cylindrical turning process. Machining process is done by depth of cut of 0,5 mm followed by varying the feeding (f) and tool cutting edge angle (Kr) with constant spindle speed (n) of the workpiece ST 37 whies diameter and length are 30 mm and 150 mm respectively and turning as length as ± 120 mm by using HSS (High Speed Steel) tool. The cylindrical of the workpiece measured using blok – v and dial indicator after turning process. The result is, at Kr = 90°(β = 60°, γ = 3°, α = 27°) usage cylindrical turning process is = 180 – 390 µm, at Kr = 70°(β = 50°, γ = 13°, α = 27°) usage cylindrical turning process is = 370 – 480 µm, at Kr = 60°(β = 34°, γ = 24°, α = 32°) usage cylindrical turning process is = 510 – 860 µm. It was proven that feeding giving major project to cylindrical result of the workpiece surface at cylindrical turning process. Ever greater tool cutting edge angle number according to cylindrical number. This caused because of uncylindrical result of the workpiece surface and smaller tool cutting edge angle number at cylindrical turning process progressively and also effect correctness of workpiece become geometric. Keywords: Feeding, Tool cutting edge angle, Cylindrical
File Dokumen Tugas Akhir : abstrak.pdf
Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
adi nugroho.pdf
File Dokumen Karya Dosen : -
Status : Public
Pembimbing : 1. Joko Triyono, ST, MT
2. Nurul Muhayat, ST, MT
Catatan Umum : 1663/2009
Fakultas : Fak. Teknik