Penulis Utama : Sandra Wijaya
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP : F.0102109
Tahun : 2010
Judul : Pengaruh jenis serat limbah daur ulang produk industri dan agregat daur ulang terhadap retak akibat shrinkage di umur awal beton berserat
Edisi :
Imprint : Surakarta - F. Ekonomi - 2010
Kolasi :
Sumber : UNS-F. Ekonomi Prog. DIII Akuntansi-F.0102109-2010
Subyek : DAUR ULANG
Jenis Dokumen : Laporan Tugas Akhir (D III)
ISSN :
ISBN :
Abstrak : ABSTRAK Bagian terbesar dari limbah konstruksi bangunan terdiri dari dinding bata merah dan beton, yang berpotensi untuk dapat di daur ulang sehingga dapat membantu untuk usaha pelestarian lingkungan. Pada penelitian ini limbah beton digunakan sebagai agregat kasar untuk beton daur ulang. Limbah industri yang digunakan sebagai serat adalah kaleng, ban, plastik, hibrida. Beton serat adalah beton yang dibuat dari campuran semen, air, agregat dan sejumlah serat yang disebar secara acak. Penambahan serat pada beton dengan agregat normal maupun daur ulang adalah salah satu upaya memaksimalkan kinerja beton. Tulisan ini menyajikan pengaruh jenis serat terhadap kemampuan menahan retak di umur awal beton akibat shrinkage (penyusutan). Terdapat 10 jenis campuran beton diamati pada pengujian ini. Dua campuran terdiri dari beton tanpa serat dengan agregat normal dan daur ulang. Delapan campuran lainnya terdiri dari beton dengan agregat normal dan beton dengan agregat daur ulang dengan kombinasi 4 jenis serat yaitu serat kaleng (1% volume beton), serat ban (1% volume beton), serat plastik (1% volume beton) dan serat hibrida (campuran serat plastik 0,5% dan serat kaleng 0,5% volume beton). Dimensi serat yang dipakai adalah panjang 5cm dan lebar 0,4cm. Kinerja ketahanan formasi retak di umur awal semua benda uji diukur dan dibandingkan dengan menggunakan Restrained Shrinkage Ring metoda Austria (OeVBB). Hasil pengujian menunjukkan bahwa, beton dengan agregat normal memiliki panjang total retak 22% lebih kecil, tebal retak 6,25% lebih kecil, jumlah retak 14,28% lebih sedikit, waktu muncul retak 9,09% lebih lama dibandingkan dengan beton agregat daur ulang. Beton dengan penambahan serat menunjukkan kinerja yang lebih baik dibandingkan dengan beton tanpa serat dalam menahan retak di umur awal. Beton berserat plastik memiliki kinerja paling bagus di antara beton berserat lainnya (ban, kaleng, hibrida) dalam menahan formasi retak di umur awal beton akibat shrinkage. Beton dengan serat plastik memiliki panjang total retak 74,29% lebih kecil, tebal retak 25% lebih kecil, jumlah retak 28,57% lebih sedikit, waktu muncul retak 27,27% lebih lama dibandingkan dengan beton tanpa serat. Kata kunci: beton serat, agregat daur ulang, serat, shrinkage, retak di umur awal. ABSTRACT The largest part of the building construction waste consists of brick and concrete walls, which potentially can be recycled that supports the environmental preservation. In this study, concrete waste is used as coarse recycled aggregate for concrete. Industrial waste are used as a fiber such as cans, tires, plastic. Fiber concrete is concrete that is made from a mixture of cement, water, aggregates and a number of randomly distributed fibers. The addition of fiber in to concrete with normal aggregate and recycling is one effort to maximize the performance of concrete. This paper presents the Influence of Type of Waste Recycled Industrial Products and Recycled Aggregate to Cracking Due to Early Age shrinkage of Fibre Reinforced Concrete. There were 10 types of concrete mixtures was observed. Two mixtures were containing normal and recycled aggregate without fibers. Eight other mixtures were containing normal aggregate and recycled aggregate concrete with a combination of 4 types of fiber: fiber cans (1% volume of concrete), tire fibers (1% volume of concrete), plastic fiber (1% volume of concrete) and hybrid fiber (a mixture of plastic fibers and fiber cans 0.5% 0.5% volume of concrete). The used fiber is 5cm long and 0.4 cm wide. Concrete performance of crack formation at the early age of all specimens were measured and compared using the method Ring Restrained shrinkage of Austria (OeVBB). The results show that, normal aggregate concrete has a total length of cracks 22% smaller, 6.25% thinner cracks, 14.28% fewer cracks compared to the recycled concrete. Concrete with addition of fibers showed better performance compared to concrete without fibers against crack at early age. Concrete with plastic fiber has the best performance among other fibrous concrete in arrastry the crack formation due to shrinkage at the early age concrete. It has a total length of 74.29% smaller cracks, thickness 25% smaller, the amount of 28.57% fewer, compared to the concrete without fiber. Keywords: fiber concrete, recycled aggregates, fibers, shrinkage, cracking in early age.
File Dokumen Tugas Akhir : abstrak.pdf
Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
Microsoft Word - TA SANDRA.pdf
File Dokumen Karya Dosen : -
Status : Public
Pembimbing :
Catatan Umum : 1966/2010
Fakultas : Fak. Ekonomi dan Bisnis