Penulis Utama : Alian Setiawan
NIM / NIP : G0006038
× Abstrak Rocuronium adalah obat pelumpuh otot yang digunakan untuk membantu pelaksanaan anestesi umum .Efek samping rocuronium adalah rasa nyeri lokal pada saat penyuntikan melalui vena perifer. Ketamine dalam dosis kecil yang di berikan sebelum induksi rocuronium dapat mengurangi intensitas nyeri dan untuk tramadol dapat pula mengurangi insiden dan intensitas nyeri .Tujuan penelitian ini adalah mengetahui adanya perbedaan efektifitas antara ketamin dan tramadol untuk mengurangi nyeri akibat penyuntikan rocuronium. Penelitian ini bersifat eksperimental dengan uji klinis acak buta ganda. Subjek Penelitian adalah pasien operasi RSUD dr. Moewardi Surakarta sebanyak 45 pasien, Pasien laki-laki atau wanita usia 19-60 tahun, status fisik pasien ASA I- II dengan anestesi umum. Kelompok I adalah ketamin 0,2 mg/kgBB, kelompok II adalah tramadol 50 mg dan untuk kelompok III adalah kelompok kontrol. Nyeri dinilai mengunakan Visual Analogue Scale (VAS). Dalam penelitian ini didapatkan efek analgesia pada pemakaian tramadol lebih efektif secara bermakna dibandingkan dengan ketamin dalam mengurangi akibat penyuntikan rocuronium (p<0.05). Dari hasil penelitian analisa data dapat disimpulkan bahwa penggunaan tramadol 50 mg lebih efektif mengurangi nyeri akibat penyuntikan rocuronium daripada ketamin 0,2 mg/kgBB. Rocuronium is a muscle paralytic drug used to assist the implementation of general anesthesia. Rocuronium Side effects were local pain at the time of injection through peripheral veins. Ketamine in small doses given before induction of rocuronium can reduce pain intensity and for the tramadol may also reduce the incidence and intensity of pain. The purpose of this study was to determine the difference between ketamine and tramadol effectiveness for reducing pain due to injection of rocuronium. This research is experimental, double blind, randomized clinical trials. Research subject is the patient’s RSUD dr.Moewardi Surakarta operation. There were 45 patients, male patients or women aged 19-60 years, ASA physical status I-II patients with general anasthesia. Subjects were divided into three groups each of 15 people. Group I is the group that received ketamine 0,2 mg/kgBB rocuronium intravenously before induction, group II is the group who received tramadol 50 mg rocuronium intravenously before induction and for group III were receiving placebo. Pain assessed using a Visual Analogue Scale (VAS). In this study the effect of analgesia on tramadol consumption was significantly more effective than ketamine in reducing due to injection of rocuronium (p <0.05). From the research, data analysis can be concluded that the use of tramadol 50 mg more effective in reducing pain due to injection of rocuronium than ketamine 0.2 mg/kg.
×
Penulis Utama : Alian Setiawan
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP : G0006038
Tahun : 2010
Judul : Perbandingan efektifitas antara ketamin dengan tramadol untuk mengurangi akibat penyuntikan rocuronium
Edisi :
Imprint : Surakarta - F.Kedokteran - 2010
Program Studi : S-1 Pendidikan Dokter
Kolasi :
Sumber : UNS-F.Kedokteran Jur. Kedokteran-G.0006038-2010
Kata Kunci :
Jenis Dokumen : Skripsi
ISSN :
ISBN :
Link DOI / Jurnal : -
Status : Public
Pembimbing : 1. Eko Setijanto,dr., Msi., Med., SpAn
Penguji :
Catatan Umum : 10067/2010
Fakultas : Fak. Kedokteran
×
File : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.