Penulis Utama : Ratri Kusumaningtyas
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP : K.8406040
Tahun : 2010
Judul : Mekanisme pengawasan dalam rehabilitasi wanita tuna susila di panti karya wanita “wanita utama” Surakarta
Edisi :
Imprint : Surakarta - FKIP - 2010
Kolasi :
Sumber : UNS-FKIP Jur. Pend. Ilmu Pengetahuan Sosial-K.8406040-2010
Subyek : REHABILITASI WANITA
Jenis Dokumen : Skripsi
ISSN :
ISBN :
Abstrak : ABSTRAK Tujuan Penelitian ini untuk: (1) Mengetahui makna mekanisme pengawasan bagi para wanita tuna susila di Panti Karya Wanita “Wanita Utama” Surakarta. (2) Mengetahui bentuk-bentuk mekanisme pengawasan dalam rehabilitasi wanita tuna susila di Panti Karya Wanita “Wanita Utama” Surakarta. (3) Mengetahui dampak mekanisme pengawasan bagi para wanita tuna susila di Panti Karya Wanita “Wanita Utama” Surakarta. Sesuai dengan tujuan penelitian, maka penelitian ini menggunakan metode studi kasus terpancang tunggal. Teknik cuplikan yang digunakan adalah teknik purposive. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara semiterstruktur/mendalam, observasi/pengamatan langsung, arsip dan dokumen. Validitas data yang digunakan adalah dengan trianggulasi data (sumber) dan trianggulasi metode. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis data model interaktif. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data yang telah dilaksanakan, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa makna mekanisme pengawasan bagi para wanita tuna susila merupakan tindakan penjagaan yang ketat, pembatasan aktivitas, yang membuat para kelayan seperti diisolasi, dikurung, dipantau segala tindak tanduknya, serta dikontrol agar mereka tetap berada di lingkungan panti, dan dapat mengikuti apa yang menjadi peraturan panti. Sehingga pada akhirnya mereka dapat berkembang sesuai dengan tujuan yang ditetapkan oleh pihak panti. Bentuk mekanisme pengawasan ada empat, antara lain; (1) Adanya hierarkhi pengawasan, (2) adanya pengisolasian, (3) adanya peraturan dan tata tertib yang berlaku, (4) adanya internalisasi pengawasan. Sedangkan dampak dari mekanisme pengawasan tersebut antara lain memunculkan kepatuhan dan disiplin dalam diri kelayan, namun kepatuhan dan disiplin tersebut bukan karena kesadaran, tetapi karena dominasi kekuasaan oleh pengawas dan panti itu sendiri. Sehingga yang dihasilkan dari mekanisme pengawasan tersebut tidak lain hanyalah disiplin tubuh. Melalui pendisiplinan, panti dapat menjadi alat kontrol bagi pemerintah untuk membentuk pandangan mengenai apa yang menyimpang dari nilai dan norma, sehingga mereka akan menyesuaikan diri terhadap nilai dan norma tersebut. The objectives of research are: (1) to find out the meaning of overseeing mechanism for immoral women in Surakarta “Wanita Utama” Woman Creation House; (2) to find out the form of overseeing mechanism in immoral women rehabilitation in Surakarta “Wanita Utama” Woman Creation House; and (3) to find out the effect of overseeing mechanism on the immoral women in Surakarta “Wanita Utama” Woman Creation House. In line with the objective of research, this study employed a single embedded case study. The sampling technique used was purposive sampling one. Techniques of collecting data employed were semi-structured/in-depth interview, direct observation, archive and document. The data validity test employed was data (source) and method triangulations. Technique of analyzing data used was the interactive model data analysis technique. Considering the result of research and data analysis that had been carried out, it can be concluded that meaning of overseeing mechanism for the immoral women is the tight guarding action, activity restricting that makes the members as if isolated, encaged, monitored for all of their behaviors, as well as controlled to keep existing in the house environment, and to be able to follow all regulation in the house. Thus, finally, they can develop consistent with the objective established by the house. There are four forms of mechanism including: (1) overseeing hierarchy, (2) isolation, (3) prevailing rule and order, and (4) overseeing internalization. Meanwhile the effects of such overseeing mechanism include: it results in compliance and discipline within the member, but such compliance and discipline is not because of awareness, but because of domination from the overseer and the house itself. Thus, what results from such overseeing mechanism is nothing but physical discipline. Through disciplining, the house may be a control instrument for the government in establishing a point of view about what distorted from the value and norm, so that they can adjust themselves to that value and norm.
File Dokumen : abstrak.pdf
Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
COVER.pdf
BAB I-V.pdf
File Dokumen : -
Status : Public
Pembimbing : 1. Dr.Zaini Rahmad, M.Pd
2. Atik Catur Budiati S.Sos MA
Catatan Umum :
Fakultas : Fak. KIP