Penulis Utama : Pudar Wijayanti
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP : D1208607
Tahun : 2010
Judul : Perempuan dalam Berita Perkosaan (Analisa Isi Tentang Perbedaan Penyajian Isi Berita Perkosaan dalam Menggambarkan Posisi Perempuan pada Koran Merapi Pembaruan dan Koran Meteor Periode Februari-Maret 2010)
Edisi :
Imprint : Surakarta - FISIP - 2010
Kolasi :
Sumber : UNS-FISIP Jur Ilmu Komunikasi-D1208607-2010
Subyek : BERITA
Jenis Dokumen : Skripsi
ISSN :
ISBN :
Abstrak : ABSTRAK Pudar Wijayanti, D 1208607, Perempuan dalam Berita Perkosaan (Analisa Isi Tentang Perbedaan Penyajian Isi Berita Perkosaan dalam Menggambarkan Posisi Perempuan pada Koran Merapi Pembaruan dan Koran Meteor Periode Februari-Maret 2010), Skripsi, Jurusan Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Sebelas Maret, 2010 Koran Merapi Pembaruan dan Koran Meteor merupakan koran yang memiliki format yang sama yaitu popular press atau biasa disebut sebagai “koran kuning”. Kedua koran ini memiliki jangkauan yang sama yaitu diwilayah Jawa Tengah dan DIY. Kedua koran ini terbit setiap hari dengan 12 halaman setiap edisi. Akan tetapi, kedua koran ini memiliki rubrik khas yang berbeda yaitu “Meteor Tengah Malam” pada Koran Meteor sedangkan pada koran Merapi Pembaruan adalah “Jagad Lelembut”. Dengan demikian penelitian ini ingin melakukan pembuktian mengenai kemungkinan adanya perbedaan penyajian berita perkosaan dalam menggambarkan posisi perempuan pada koran Meteor dan Koran Merapi Pembaruan periode Februari-Maret 2010. Koran Merapi Pembaruan dan Koran Meteor merupakan “koran kuning”, yaitu koran yang memiliki isi dalam bentuk sensasional melaporkan kejadian-kejadian yang menyangkut kekerasan, seks, dan kejahatan kriminal. Salah satu berita yang dinilai menarik menurut format “koran kuning” adalah berkaitan mengenai kekerasan dan seksual. Sementara itu, berita perkosaan yang mengandung unsur seksual dan kekerasan sering menjadi pilihan untuk menarik pembaca. Sedangkan dalam kasus perkosaan yang menjadi korban seringkali adalah perempuan. Tetapi dalam hal ini perempuan kembali menjadi korban, sebab dalam pemberitaannya yang mengutamakan sensasional seringkali bias. Bias terjadi ketika perempuan dalam berita perkosaan tidak diposisikan sebagai “subjek” dalam berita melainkan hanya diposisikan sebagai “objek”. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan metode analisa isi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan pemberitaan perkosaan terhadap perempuan dalam menggambarkan posisi perempuan pada koran Merapi Pembaruan dan Koran Meteor periode Februari-Maret 2010. Penelitian ini pun melihat dari jenis berita perkosaan, validitas keabsahan berita, serta posisi perempuan dalam berita perkosaan. Sedangkan untuk melihat perbedaan tersebut dilakukan analisis data menggunakan test uji beda chi square. Dengan tes uji chi square, diperoleh hasil bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara penyajian berita perkosaan dalam menggambarkan posisi perempuan pada koran Merapi Pembaruan dan Koran Meteor dilihat dari jenis berita perkosaan, validitas keabsahan berita, dan posisi perempuan dalam berita perkosaan. Dalam kategori jenis berita perkosaan diperoleh hasil penghitungan X² lebih kecil dari batas kritis tabel (2,83 < 11,07). Dengan demikian tidak terdapat perbedaan yang signifikan mengenai jenis berita perkosaan yang disajikan oleh kedua koran. Kategori validitas keabsahan berita diperoleh hasil penghitungan X² lebih kecil dari batas kritis tabel (0,1<3,84). Dengan demikian kedua koran tidak terdapat perbedaan yang signifikan dalam validitas keabsahan berita. Artinya bahwa kedua koran sama dalam derajat validitas keabsahan beritanya. Sedangkan perhitungan pada kategori posisi perempuan dalam berita perkosaaan yang dihitung berdasar kecenderungan berita diperoleh hasil perhitungan X² lebih besar dari batas kritis tabel (8,31>3,84). Dengan demikian terdapat perbedaan kedua koran dalam memposisikan perempuan dalam berita perkosaan. Koran Merapi Pembaruan memiliki kecenderungan memposisikan perempuan sebagai “subjek dalam berita perkosaan. Berbeda dengan koran Meteor yang memiliki kecenderungan memposisikan perempuan sebagai “objek” dalam berita perkosaan. Hal ini diperkuat dengan penghitungan dari subkategori posisi perempuan dalam berita perkosaan diperoleh hasil X² lebih besar dari batas kritis tabel (27,41>3,84).
File Dokumen : abstrak.pdf
Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
PUDAR WIJAYANTI.pdf
File Dokumen : -
Status : Public
Pembimbing : 1. Drs. Adolfo Eko Setyanto, M. Si
2. Drs. Kandyawan
Catatan Umum : 7372/2010
Fakultas : Fak. ISIP