Penulis Utama : Ary Kusmawati
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP : K6406002
Tahun : 2010
Judul : Efektivitas Pembelajaran Pendidikan Budi Pekerti Ditinjau Dari Tingkat Penyimpangan Perilaku Siswa Tahun Ajaran 2009 / 2010 (Studi Kasus Minuman Keras Di SMP Negeri 14 Surakarta)
Edisi :
Imprint : Surakarta - FKIP - 2010
Kolasi :
Sumber : UNS-FKIP Jur. Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial-K6406002-2010
Subyek : BUDI PEKERTI, PENDIDIKAN
Jenis Dokumen : Skripsi
ISSN :
ISBN :
Abstrak : Ary Kusmawati. EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN BUDI PEKERTI DITINJAU DARI TINGKAT PENYIMPANGAN PERILAKU SISWA TAHUN AJARAN 2009/2010 (Studi Kasus Minuman Keras Di SMP Negeri 14 Surakarta). Skripsi. Surakarta : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret. Desember. 2010. Tujuan penelitian ini adalah (1) Mengetahui faktor-faktor yang mendorong siswa melakukan minuman keras di SMP Negeri 14 Surakarta tahun ajaran 2009/2010. (2) Mengetahui perbedaan tingkat penyimpangan perilaku minuman keras sebelum dan setelah SMP Negeri 14 Surakarta menerapkan pendidikan budi pekerti. (3) Mengetahui tingkat efektivitas pembelajaran pendidikan budi pekerti ditinjau dari tingkat penyimpangan perilaku minuman keras. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan strategi penelitian studi kasus tunggal terpancang. Sumber data yang digunakan adalah informan, peristiwa dan dokumen. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, dan analisis dokumen. Validitas data yang diperoleh dengan teknik trianggulasi data. Analisis data menggunakan analisis interaktif yaitu pengumpulan data, reduksi data, sajian data dan penarikan kesimpulan. Prosedur penelitian menggunakan langkah-langkah yaitu tahap persiapan, tahap pengumpulan data, tahap analisis data, dan tahap penyusunan laporan penelitian. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa: (1) Faktor- faktor yang mendorong siswa melakukan minuman keras dapat dikelompokan menjadi dua yaitu: faktor dari dalam individu (instrinsik) meliputi: keinginan minum-minuman keras hanya untuk mencari kesenangan dan kepuasan, dorongan untuk menumbuhkan rasa percaya diri, menghilangkan rasa frustasi, dan rasa ingin tahu yang tinggi. Faktor dari luar individu (ekstrinsik) meliputi: penjualan minuman keras secara bebas, faktor keluarga, faktor lingkungan pergaulan dan faktor sekolah. (2) Perbedaan tingkat penyimpangan perilaku minuman keras sebelum SMP Negeri 14 Surakarta menerapkan pendidikan budi pekerti pada tahun ajaran 2004/2005 lebih rendah dengan prosentase 0,4 % dibandingkan setelah sekolah menerapkan pendidikan budi pekerti tahun ajaran 2009/2010 lebih tinggi dengan prosentase 4,8 %. (3) Sesuai dengan indikator dari efektivitas pembelajaran pendidikan budi pekerti, pembelajaran pendidikan budi pekerti di SMP Negeri 14 Surakarta dapat dikatakan belum efektif dan tingkat efektifnya masih rendah hal tersebut dapat dilihat dari indikator input, proses dan output yang belum sesuai dengan yang diharapkan.
File Dokumen : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
ARY KUSMAWATI.pdf
File Dokumen : -
Status : Public
Pembimbing :
Catatan Umum : 7518/2010
Fakultas : Fak. Sastra dan Seni Rupa