Penulis Utama : Christianus Arie Wisnu Wijaya
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP : G0007006
Tahun : 2011
Judul : Perbedaan efek antifungi minyak atsiri kayu manis (cinnamomum burmannii), lengkuas (alpinia galanga l.) dan kombinasinya terhadap candida albicans secara in vitro
Edisi :
Imprint : Surakarta - F. Kedokteran - 2011
Kolasi :
Sumber : UNS-F. Kedokteran-G0007006-2011
Subyek : MINYAK ATSIRI
Jenis Dokumen : Skripsi
ISSN :
ISBN :
Abstrak : Tujuan : Kayu manis (Cinnamomum burmannii) dan lengkuas (Alpinia galanga) mengandung minyak atsiri dengan efek antifungi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan efek antifungi minyak atsiri kayu manis dan lengkuas dengan kombinasinya terhadap Candida albicans secara in vitro. Metode : Penelitian ini bersifat eksperimental laboratorik dengan teknik random sampling. Subyek penelitian adalah suspensi Candida albicans setara dengan 0,5 standar McFarland. Minyak atsiri yang digunakan berasal dari kulit batang kayu manis, rimpang lengkuas, dan kombinasinya, dilarutkan dengan etanol 70% sehingga didapat konsentrasi masing-masing yaitu 1%, 4%, 8%, 12% dan 16%. Subyek diinokulasikan pada agar Sabouraud yang memiliki sumuran berdiameter 5 mm yang telah diisi dengan minyak atsiri dari berbagai jenis dan konsentrasi. Data tersebut dianalisis menggunakan uji Kruskal Wallis dan uji Mann Whitney dengan  = 0,05. Hasil : Rerata diameter zona hambat minyak atsiri dengan konsentrasi 1%, 4%, 8%, 12% dan 16% pada minyak atsiri kayu manis berturut-turut 12,5 mm; 17,75 mm; 19,5 mm; 21,25 mm dan 29 mm, pada minyak atsiri lengkuas yaitu 6,75 mm; 7,5 mm; 9 mm; 10,5 mm dan 14 mm, dan pada kombinasinya 2,5 mm; 6,75 mm; 12,75 mm; 14,75 mm dan 17,5 mm. Simpulan : Efek antifungi kombinasi minyak atsiri lebih lemah daripada minyak atsiri kayu manis dimana perbedaan yang bermakna secara statistik di mana p < 0,05 pada konsentrasi 1%, 4% dan 16%, tetapi lebih kuat daripada minyak atsiri lengkuas sejak konsentrasi 8% dimana perbedaan yang bermakna secara statistik terdapat pada konsentrasi 12%. Objective : Cinnamon (Cinnamomum burmannii) and galangal (Alpinia galanga) contain atsiri oil that have antifungal effect. This research was aimed to know the in vitro difference of antifungal effect of atsiri oil of cinnamon, galangal and its combination on the growth of Candida albicans. Methods : This study was an experimental laboratory research with random sampling technique. The subject in this research was suspense of Candida albicans which equivalent with 0,5 McFarland standard. The atsiri oil distillated from Cinnamon’s bark, galangal’s rhizome, and its combination, dissolved with ethanol 70% so it was obtained 1%, 4%, 8%, 12% dan 16% concentration for each type. Subject was inoculated on a Sabouraud Dextrose Agar with 5 mm diametric well which filled with atsiri oil of each type and concentration. The data obtained was analyzed using Kruskal Wallis and Mann Whitney statistical test at α = 0.05. Results : The mean of diameter of growth resistance zone of atsiri oil with 1%, 4%, 8%, 12% and 16% concentration from cinnamon atsiri oil was 12,5 mm; 17,75 mm; 19,5 mm; 21,25 mm dan 29 mm, from galangal atsiri oil was 6,75 mm; 7,5 mm; 9 mm; 10,5 mm and 14 mm, and from its combination was 2,5 mm; 6,75 mm; 12,75 mm; 14,75 mm and 17,5 mm. Conclusion : Antifungal effect of atsiri oil combination is weaker than cinnamon atsiri oil with statistically significance where p < 0,05 difference showed in 1%, 4% and 16% concentration, but it’s stronger than atsiri oil of galangal started from 8% concentration with statistically significance difference showed in 12% concentration.
File Dokumen : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
CHRISTIANUS ARIE WISNU WIJAYA G007006.pdf
File Dokumen : -
Status : Public
Pembimbing : 1. Sri Haryati, Dra. M.Kes
2. Vicky Eko N. H, dr., M.Sc., Sp.THT-KL
Catatan Umum :
Fakultas : Fak. Kedokteran