Penulis Utama : Rudi Hartono
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP : T.14090600
Tahun : 2011
Judul : PENERJEMAHAN IDIOM DAN GAYA BAHASA (METAFORA, KIASAN, PERSONIFIKASI, DAN ALITERASI) DALAM NOVEL”TO KILL A MOCKINGBIRD” KARYA HARPER LEE DARI BAHASA INGGRIS KE BAHASA INDONESIA (Pendekatan Kritik Holistik)
Edisi :
Imprint : Surakarta - Pascasarjana - 2011
Kolasi :
Sumber : UNS-Pascasarjana Prodi. Linguistik-T.14090600-2011
Subyek : GAYA BAHASA
Jenis Dokumen : Tesis
ISSN :
ISBN :
Abstrak : Disertasi ini membahas tentang penerjemahan idiom dan gaya bahasa metafora, kiasan, personifikasi, dan aliterasi dalam novel ”To Kill a Mockingbird (TKM)” karya Harper Lee dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia. Pokok-pokok permasalahan ini dibahas berdasarkan hasil karya terjemahannya (faktor objektif), latar belakang penerjemahnya (faktor genetik), dan respon khalayak pembaca hasil terjemahannya (faktor afektif). Problematika penerjemahan tersebut dijabarkan dalam rumusan masalah penulisan sebagai berikut: (1) Bagaimana idiom, gaya bahasa metafora, kiasan, personifikasi, dan aliterasi pada novel TKM diterjemahkan dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia?, (2) Bagaimana latar belakang, pengalaman, kompetensi, dan strategi penerjemah novel mempengaruhi produk terjemahan nya?, (3) Bagaimana tanggapan para pembaca tentang kualitas terjemahannya?, (4) Bagaimana prinsip- prinsip penerjemahan idiom, gaya bahasa metafora, kiasan, personifikasi, dan aliterasi dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia? Maka dari itu tujuan penulisannya adalah: (1) Mendeskripsikan hasil analisis terjemahan idiom, gaya bahasa metafora, kiasan, personifikasi, dan aliterasi dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia, (2) Mengungkap latar belakang, pengalaman, kompetensi, dan strategi penerjemah novel yang berpengaruh pada hasil terjemahannya, (3) Mendeskripsikan tanggapan para pembaca tentang kualitas terjemahan novel TKM, dan (4) Menemukan rumusan solusi yang paling tepat untuk penerjemahan novel, khususnya penerjemahan idiom, gaya bahasa metafora, personifikasi, kiasan, dan aliterasi dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia. Dalam penulisan ini metode penulisan yang digunakan adalah penulisan studi kasus dengan pendekatan kritik holistik yang membidik tiga faktor: objektif, genetik, dan afektif (Sutopo, 2006). Data yang digunakan dalam penulisan ini hanya mencakup data primer yang terdiri dari tiga kategori: (1) Tuturan-tuturan yang mengandung idiom, metafora, kiasan, personifikasi, dan aliterasi yang terdapat dalam novel TKM yang diterjemahkan dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia, (2) Pernyataan-pernyataan informan yaitu dari penerjemah novel TKM, dan (3) Tanggapan para pembaca tentang tingkat kesepadanaan, keberterimaan, dan keterbacaan hasil terjemahan. Sumber data dalam penulisan adalah (1) Novel TKM dan terjemahannya dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia, (2) Penerjemah novel TKM, dan (3) Para pembaca ahli (para dosen sastra Inggris) dan pembaca awam (para mahasiswa sastra Inggris). Data dalam penulisan ini dikumpulkan dengan menggunakan tiga macam teknik pengumpulan data, yaitu teknik dokumentasi, teknik wawancara, dan teknik kuesioner. vii Secara garis besar teknik analisis data dalam penulisan ini menggabungkan analisis domain, taksonomi, komponensial, dan tema (Spradley (1980), analisis kontrastif (James, 1998), dan analisis interaktif (Miles & Huberman, 1994). Selama proses penulisan, data dari faktor objektif itu dikategorisasikan dan selanjutnya dianalisis secara kontrastif. Kemudian faktor genetik dan faktor afektif pun dikategorisasikan dan setiap kategori dari masing- masing faktor itu dibandingkan. Semua data dianalisis secara interaktif mulai dari reduksi data, sajian data, dan penarikan simpulan. Berdasarkan hasil penulisan ditemukan bahwa idiom (46,8%) diterjemahkan dengan menggunakan metode penerjemahan idiomatik, sedangkan metafora (80%), kiasan (87,5%), personifikasi (88%), dan aliterasi (90,6%) diterjemahkan dengan menggunakan metode penerjemahan harfiah. Teknik penerjemahan yang digunakan adalah teknik tidak langsung untuk idiom (98%), teknik langsung untuk metafora (76%), kiasan (57,%), personifikasi (71,4%), dan aliterasi (59,3%). Penerjemah cenderung menggunakan ideologi domestikasi untuk idiom (66,8%) dan ideologi foreignisasi untuk metafora (84%), kiasan (95%), personifikasi (97,6%), dan aliterasi (90,6%). Selanjutnya berdasarkan hasil wawancara diketahui bahwa penerjemah novel TKM menggunakan metode penerjemahan idiomatik dan teknik transposisi untuk menerjemahkan idiom, serta menggunakan metode penerjemahan setia, kata-demi-kata, harfiah dan teknik literal untuk menerjemahkan metafora, kiasan, personifikasi, dan aliterasi. Kemudian berdasarkan respon pembaca, ditemukan bahwa tingkat kesepadanan idiom adalah akurat (59,5%), sedangkan metafora (36%), kiasan (75%), personifikasi (54,7%), aliterasi (65,6%) kurang akurat. Tingkat keberterimaan idiom adalah berterima (61,7%), sedangkan metafora (80%), kiasan (55,5%), personifikasi (66,7%), aliterasi (56,3%) kurang berterima. Tingkat keterbacaan idiom adalah tinggi (48,9%), sedangkan metafora (52%), kiasan (47,5%), personifikasi (59,5%), aliterasi (56,3%) sedang. Dari hasil penulisan ini dapat disimpulkan bahwa idiom sudah diterjemahkan dengan metode dan teknik yang tepat, sedangkan gaya bahasa metafora, kiasan, personifikasi, dan aliterasi belum diterjemahkan dengan metode dan teknik yang tepat. Penerjemah novel TKM tidak memiliki latar belakang yang cukup relevan dengan dunia penerjemahan novel, sehingga produk terjemahannya belum cukup memuaskan. Sebagai tindak lanjut dari penulisan ini, direkomendasikan bahwa idiom sebaiknya diterjemahkan ke dalam idiom, metafora diterjemahkan ke dalam bentuk metafora, kiasan ke dalam bentuk kiasan, personifikasi ke dalam bentuk personifikasi, dan aliterasi ke dalam bentuk aliterasi. Selain itu, sebaiknya penerjemah novel itu berlatar belakang pendidikan yang relevan, menguasai bahasa sumber dan sasaran, memiliki pengetahuan kesusastraan, menguasai teori penerjemahan, dan berwawasan budaya yang luas, sehingga hasil terjemahannya itu akurat, berterima, dan dapat dibaca dengan baik. Kemudian untuk menerjemahkan novel sebaiknya digunakan Tripartite Cycle Model agar terjadi kolaborasi antara penulis novel, penerjemah novel, dan pembaca novel terjemahan, sehingga tercipta produk terjemahan yang berkualitas.
File Dokumen : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
Rudi Hartono.pdf
File Dokumen : -
Status : Public
Pembimbing : 1. Prof. Dr. Thomas Soemarno, M.Pd.
2. Prof. Dr. H.D. Edi Subroto
Catatan Umum :
Fakultas : Pascasarjana