Penulis Utama : Purna Nugrahadi
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP :
Tahun : 2005
Judul : Implementasi kewenangan polisi untuk melakukan kegiatan pengambilan sidik jari dengan teknik daktiloskopi dalam penyidikan perkara pidana di Polres Wonosobo
Edisi :
Imprint : Surakarta - Fak. Hukum - 2005
Kolasi : xi, 96 hal.
Sumber : UNS-Fak. Hukum NIM.E0002208
Subyek : SIDIK JARI
Jenis Dokumen : Skripsi
ISSN :
ISBN :
Abstrak :

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi kewenangan polisi untuk melakukan kegiatan pengambilan sidik jari dengan teknik daktiloskopi dalam penyidikan perkara pidana dan hambatan yang timbul dalam penyidikan di Polres Wonosobo.

Penelitian ini bersifat deskriptif dan dilihat dari tujuannya termasuk penelitian hukum empiris. Lokasi penelitian di Polres Wonosobo. Jenis data yang digunakan meliputi data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data melalui wawancara dan penelitian kepustakaan baik buku-buku, peraturan perundang-undangan, makalah-makalah, hasil penelitian terdahulu, dokumen-dokumen, dan sebagainya. Analisis data menggunakan analisis kualitatif.

Berdasarkan penelitian ini, diperoleh hasil bahwa implementasi kewenangan polisi untuk melakukan kegiatan pengambilan sidik jari dalam penyidikan perkara pidana di Polres Wonosobo belum terlaksana secara optimal dikarenakan masih dilakukan secara manual. Pengambilan sidik jari di Polres Wonosobo dilakukan oleh petugas dari Unit Identifikasi Satuan Reserse Kriminal dalam usahanya untuk membuat suatu perkara menjadi terang/jelas. Proses pengambilan sidik jari di Polres Wonosobo dilakukan dalam beberapa tahap, yang tahapan-tahapan tersebut mengacu pada Petunjuk Teknis Polri di Bidang Identifikasi No. Pol. : Sprint/17/III/2000/Pusident yang meliputi daktiloskopi dan fotografi. Penelitian ini dititik beratkan hanya pada kegiatan pengambilan sidik jari. Sidik jari merupakan alat bukti yang sah yaitu sebagai alat bukti keterangan ahli (sesuai dengan Pasal 184 ayat (1) butir b), yaitu dalam bentuk berita acara yang terdiri dari: berita acara pengambilan sidik jari disertai rumusan sidik jari, berita acara pemotretan, dan berita acara pengolahan TKP. Hambatan-hambatan dalam penyidikan di Polres Wonosobo meliputi; hambatan intern: terbatasnya alat identifikasi sehingga masih dilakukan secara manual, tidak mendapat suplai bahan-bahan identifikasi yang habis pakai dari pusat; hambatan ekstern: wilayah kabupaten Wonosobo yang berada di pegunungan dan banyaknya daerah pelosok menyebabkan penyidik sering terlambat tiba di TKP, kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai pentingnya TKP, sehingga pada saat penyidik datang, kebanyakan TKP sudah berubah/rusak. Hal ini dapat terlihat dari 23 kasus yang terjadi antara bulan Januari-Oktober 2005, TKP yang berubah/rusak mencapai angka diatas 80%.

Implikasi teoritis penelitian ini adalah adanya tahapan-tahapan dalam pelaksanaan kegiatan pengambilan sidik jari, sedangkan implikasi praktisnya adalah hasil penelitian ini diharapkan bisa dipakai sebagai pengetahuan kegiatan penyidikan dengan pengambilan sidik jari.

Kata kunci: Penyidikan dan Sidik Jari.

File Dokumen :

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: page/dok_detail.php

Line Number: 147

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: page/dok_detail.php

Line Number: 148

abstrak.pdf
Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
File Jurnal : -
Status : Non Public
Pembimbing : 1. Bambang Santoso, S.H., M.Hum.
Catatan Umum :
Fakultas : Fak. Hukum