Penulis Utama : Anita Dewi Setyaningrum
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP : X4406006
Tahun : 2011
Judul : Batik Pring Desa Sidomukti (Studi Nilai Budaya dan Perkembangan Kerajinan Batik di Kabupaten Magetan)
Edisi :
Imprint : Surakarta - FKIP - 2011
Kolasi :
Sumber : UNS-FKIP Prog. Pend Sejarah-X4406006-2011
Subyek : BATIK
Jenis Dokumen : Skripsi
ISSN :
ISBN :
Abstrak : Tujuan penelitian ini adalah untuk menjawab masalah mengenai : (1) Perkembangan Batik Pring Sidomukti di Kabupaten Magetan, (2) Usaha PEMDA Magetan untuk mempertahankan eksistensi batik Pring di Kabupaten Magetan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif yang bersifat etnografi dengan strategi Kasus Terpancang Tunggal artinya sasaran yang akan diteliti dibatasi dan terpusat pada satu lokasi. Metode penelitian etnografi adalah usaha untuk mencari data dengan wawancara berkali-kali dengan beberapa informan kunci. Teknik analisis yang digunakan adalah teknik analisis interaktif yang merupakan proses siklus yang paling bergerak diantara ketiga komponen pokok yaitu reduksi atau seleksi data, sajian data dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan : (1) Kerajinan batik di Desa Sidomukti telah lama berkembang di masyarakat. Sejak saat itu, batik mengalami pasang surut. Walaupun hanya terbatas pada beberapa orang, tetapi menjadi warisan turun temurun yang diturunkan kepada keturunannya masingmasing. Batik ini sempat menghilang selama beberapa dekade. Baru muncul kembali pada tahun 70-an tapi dengan motif yang berbeda yaitu motif bambu atau yang terkenal dengan sebutan motif Pring Sedapur. Motif ini terinspirasi dari keadaan desa tempat batik ini muncul di dukuh Papringan yang masih banyak ditumbuhi oleh pohon-pohon bambu. Dari sinilah tercipta motif-motif batik Pring Sidomukti yang pada intinya adalah bambu yang dikolaborasi dengan motif-motif lain seperti garuda, cucak rowo, bunga-bunga, naga dan binatang-binatang serta tumbuh-tumbuhan yang banyak terdapat di sekitar Gunung Lawu.sekarang sudah ada 21 motif. Batik yang beredar saat ini bukan hanya jarik (kain bawah) sebagai pasangan kebaya saja, tetapi berkat kreatifitas para desainer batik maka berkembang pesat mulai baju-baju (hem), t-shirt, rok, celana, sprei, taplak, sarung bantal guling bahkan pernak-pernik kecil sekalipun. (2) Pemerintah Kabupaten Magetan melakukan banyak hal untuk mempertahankan eksistensi batik di Kabupaten Magetan. Salah satunya dengan mengeluarkan peraturan untuk mewajibkan PNS dan jajaran Staf di Kabupaten untuk memakai batik Pring Sidomukti. Selain itu untuk mempertahankan eksistensi batik dan menjadikan Batik Pring sebagai batik khas Magetan dengan mendaftarkan di Lembaga Hak Paten. Pemerintah melalui Departemen Perindustrian dan Perdagangan memberikan pelatihan-pelatihan untuk regenerasi pembatik dan memberikan bantuan modal baik dalam bentuk uang maupun dalam bentuk mesin printing. Pemerintah Kabupaten Magetan juga membantu dalam hal promosi antara lain lewat media cetak seperti surat kabar dan majalah, lewat media elektronik seperti Blog, Facebook maupun Twitter, dan untuk promosi langsung dengan cara memakai baju batik di setiap kesempatan resmi, misal ketika melakukan lawatan ke daerah lain dan juga memberikan oleh-oleh kepada tamu-tamu yang datang ke Kabupaten Magetan berupa batik pring.
File Dokumen Tugas Akhir : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
anita dewi setyaningrum.pdf
File Dokumen Karya Dosen : -
Status : Public
Pembimbing : 1. Dr. Hermanu Joebagio, M. Pd
2. Drs. Djono, M. Pd
Catatan Umum :
Fakultas : Fak. KIP