Penulis Utama : Nugroho Agung Widiyanto
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP : H.1306031
Tahun : 2010
Judul : Analisis usaha industri kerupuk di Kabupaten Boyolali
Edisi :
Imprint : Surakarta - F. Pertanian - 2010
Kolasi :
Sumber : UNS- F. Pertanian Jur. Sosial Ekonomi Pertanian- H.1306031- 2010
Subyek : KERUPUK
Jenis Dokumen : Skripsi
ISSN :
ISBN :
Abstrak : Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui besarnya biaya, penerimaan, keuntungan, profitabilitas, efisiensi dan risiko usaha industri kerupuk di Kabupaten Boyolali. Metode dasar penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif analitik. Penentuan daerah sampel dilakukan secara sengaja (purposive) yaitu di Kecamatan Boyolali yang meliputi Desa Pulisen, Kiringan, Karanggeneng, Mudal, dan di Kecamatan Nogosari yang meliputi Desa Ketitang dan Desa Pulutan. Kedua kecamatan tersebut dipilih karena kedua kecamatan tersebut merupakan penghasil kerupuk yang terbesar di Kabupaten Boyolali. Pengambilan jumlah sampel responden tiap desa dilakukan dengan cara sensus yakni dengan mencatat semua elemen (responden). Adapun jumlah responden sebanyak 31 orang. Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan pencatatan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa biaya total rata-rata yang dikeluarkan oleh pengusaha kerupuk di Kabupaten Boyolali selama bulan November 2010 sebesar Rp 45.967.695,16. Penerimaan rata-rata yang diperoleh setiap pengusaha adalahRp 50.225.806,45 dan keuntungan rata-rata yang diperoleh sebesar Rp 4.282.498,39 per bulan. Industri kerupuk di Kabupaten Boyolali tersebut termasuk menguntungkan dengan nilai profitabilitas sebesar 9,31%. Industri kerupuk di Kabupaten Boyolali yang dijalankan selama ini sudah efisien yang ditunjukkan dengan R/C rasio lebih dari satu yaitu sebesar 1,09 yang berarti setiap satu rupiah biaya yang dikeluarkan akan mendapatkan penerimaan sebesar 1,09 kali dari biaya yang dikeluarkan. Besarnya nilai koefisien variasi 0,74 dan nilai batas bawah keuntungan adalah Rp -2.072.562,59. Hal ini dapat diartikan bahwa industri kerupuk yang dijalankan di Kabupaten Boyolali berisiko. Dari hasil penelitian dapat disarankan Perlunya jangkauan pemasaran yang lebih luas dan tidak hanya mengandalkan para pedagang perantara, sehingga keuntungan yang diperoleh produsen kerupuk lebih bisa ditingkatkan.
File Dokumen Tugas Akhir : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
Binder1.pdf
File Dokumen Karya Dosen : -
Status : Public
Pembimbing : 1. Mei Tri Sundari, SP. Msi.
Catatan Umum :
Fakultas : Fak. Pertanian