Penulis Utama : Shofi Mardhiastuti
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP :
Tahun : 2003
Judul : Pengaruh perlakuan bibit terinfeksi dengan ekstrak daun mimba dan sirih terhadap intensitas penyakit akar gada pada caisin
Edisi :
Imprint : Surakarta - Fak. Pertanian - 2003
Kolasi :
Sumber : UNS-Fak. Pertanian NIM.H0199083
Subyek : PENYAKIT TANAMAN
Jenis Dokumen : Skripsi
ISSN :
ISBN :
Abstrak :

Penyakit akar gada yang disebabkan oleh Plasmodiophora brassicae Wor. merupakan penyakit paling penting pada familia Brassicaceae, termasuk caisin. Pengendalian penyakit ini dirasakan sulit karena patogen mampu membentuk spora rehat yang tahan di dalam tanah hingga 10 tahun. Penggunaan ekstrak daun mimba (Azadirachta indica A. Juss) dan sirih (Piper betle L.) untuk mengendalikan patogen akar gada merupakan salah satu alternatif cara pengendalian yang dirasakan lebih mudah, murah, dan aman.

Penelitian ini bertujuan untuk menguji kemangkusan perlakuan bibit terinfeksi dengan ekstrak daun mimba dan sirih  terhadap penurunan intensitas penyakit akar gada pada caisin.

Penelitian dilaksanakan pada bulan September sampai Desember 2002 di Laboratorium Hama dan Penyakit Tanaman dan Laboratorium Rumah Kaca Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret Surakarta. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 8 perlakuan, yaitu kontrol tanaman sehat, kontrol tanaman sakit, ekstrak daun mimba 500 ppm, ekstrak daun mimba 3000 ppm, ekstrak daun sirih 500 ppm, ekstrak daun sirih 3000 ppm, ekstrak daun mimba 250 ppm + ekstrak daun sirih 250 ppm, dan benomyl 0,025 %, masing-masing dengan 3 ulangan. Ekstrak dibuat dengan cara menghaluskan daun mimba dan sirih dengan  sedikit air kemudian direbus hingga satu jam setelah mendidih. Air rebusan ini dijadikan larutan indikator induk. Perlakuan bibit terinfeksi dilakukan dengan merendam akar bibit terinfeksi ke dalam ekstrak selama 6 jam. Volume akar gada, keparahan penyakit, insidensi penyakit, dan nilai eliminasi propagul diukur pada minggu ke lima setelah perlakuan. Tinggi tanaman dan jumlah daun dihitung setiap minggu sampai dengan lima minggu setelah perlakuan, sedangkan luas daun, berat hijauan, dan berat akar lateral sehat diukur pada minggu ke lima setelah perlakuan. Tiap perlakuan dianalisis dengan uji F taraf 5 % dan apabila terdapat beda nyata dilanjutkan dengan uji beda Duncan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ekstrak daun mimba 500 ppm sudah mampu menurunkan intensitas penyakit akar gada pada caisin (keparahan penyakit 70,83 %; insidensi penyakit 72,22 %; dan nilai eliminasi propagul sebesar 18,74 %). Demikian pula ekstrak daun sirih 500 ppm juga sudah berpengaruh terhadap penurunan intensitas penyakit akar gada (keparahan penyakit 15,91 %; insidensi penyakit 17,40 %; dan nilai eliminasi propagul sebesar 80,40 %). Perendaman akar bibit terinfeksi ke dalam ekstrak daun mimba  dan sirih  mempengaruhi pertumbuhan tanaman melalui penurunan infeksi P. brassicae pada akar tanaman. Pengaruh perlakuan ekstrak daun sirih lebih tinggi (mangkus) terhadap penurunan intensitas penyakit akar gada dibandingkan ekstrak daun mimba.

File Dokumen :

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: page/dok_detail.php

Line Number: 147

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: page/dok_detail.php

Line Number: 148

abstrak.pdf
Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
File Jurnal : -
Status : Non Public
Pembimbing : 1. Ir. Hadiwiyono, MSi
2. Ir. Pratignja Sunu, MP
Catatan Umum :
Fakultas : Fak. Pertanian