Penulis Utama : Henricus Hans S.P
NIM / NIP : D0206117
× Barongsai sebagai salah satu budaya Tionghoa sudah selayaknya apabila dimainkan oleh orang dari etnis Tionghoa. Akan tetapi hal yang sebaliknya terjadi di yayasan Tripusaka Solo. Sehubungan dengan era reformasi ini, kelompok Barongsai yang dipimpin oleh Adjie Chandra ini hampir 80% pemainnya berasal dari etnis Jawa. Sebagai salah satu kebudayaan Tionghoa, dan bisa dikatakan telah menjadi symbol keberadaan dari etnis Tionghoa di Indonesia sungguh menarik mengetahui hal tersebut, suatu budaya khas Tionghoa namun dengan pemain mayoritas etnis Jawa. Bentuk penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Penelitian kualitatif adalah metode penelitian yang digunakan untuk meneliti pada kondisi obyek yang alamiah, dimana peneliti adalah sebagai instrumen kunci, teknik pengumpulan data dilakukan secara triangulasi (gabungan), analisis data bersifat induktif, dan hasil penelitian kualitatif lebih menekankan makna dari pada generalisasi. Populasinya adalah anggota (pemain) kelompok Barongsai yang terdiri dari etnis Tionghoa dan etnis Jawa. Narasumber dicari dengan teknik snowball sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisa data menggunakan interaktif (interactive model of analysis). Pengakuan identitas kultural dan eksistensi etnis dalam kelompok Barongsai Tripusaka, dapat diketahui dari empat indikator, yaitu: 1) Penentuan peran, 2) Prasangka, 3) Membangun citra diri, 4) Hambatan dan solusi. Perkumpulan barongsai tak hanya didominasi oleh pemain dari Tionghoa tapi pembauran telah terjadi di setiap lini. Pemain barongsai Tripusaka merupakan masyarakat setempat dan memang pembauran sudah terlihat sekarang. Harapan ke depan, karena 90% pemain barongsai di Indonesia adalah etnis Jawa, maka diharapkan dapat memotivasi etnis Tionghoa untuk dapat turut serta mengembangkan kebudayaannya, dan hal-hal yang bisa lakukan untuk mewujudkan yaitu hubungan yang baik antar etnis yaitu harus bisa membatasi diri kita, harus saling memahami karakter tiap orang, dan saling instropeksi diri.
×
Penulis Utama : Henricus Hans S.P
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP : D0206117
Tahun : 2011
Judul : Komunikasi dan Akulturasi (Study Deskriptif Kualitatif Komunikasi antar Budaya Tionghoa dan Jawa dalam Proses Akulturasi pada Kelompok Barongsai di Yayasan Tripusaka Solo)
Edisi :
Imprint : Surakarta - FISIP - 2011
Program Studi : S-1 Ilmu Komunikasi
Kolasi :
Sumber : UNS-FISIP-Jur Ilmu Komunikasi-D0206117-2011
Kata Kunci :
Jenis Dokumen : Skripsi
ISSN :
ISBN :
Link DOI / Jurnal : -
Status : Public
Pembimbing : 1. Drs. Hamid Arifin, M.Si
Penguji :
Catatan Umum :
Fakultas : Fak. ISIP
×
File : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.