Penulis Utama : Wulan Arumbi
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP :
Tahun : 2006
Judul : Konflik batin tokoh utama dalam novel “Swastika” karya Maya Wulan pendekatan psikologi sastra
Edisi :
Imprint : Surakarta - Fak. Sastra - 2006
Kolasi :
Sumber : UNS-Fak. Sastra NIM.C0201063
Subyek : NOVEL
Jenis Dokumen : Skripsi
ISSN :
ISBN :
Abstrak :

Permasalahan yang dibahas dalam penelitian ini yaitu, (1) Bagaimana deskripsi struktur, dinamika dan perkembangan kepribadian tokoh utama dalam novel Swastika? (2) Bagaimana konflik batin yang menyelimuti tokoh utama sebagai akibat dari rasa tertarik pada sesama jenis? (3) Bagaimana kepekaan, minat sosial dan seberapa jauh pengaruhnya terhadap interaksi dengan lingkungan

Tujuan penelitian ini adalah (1) Mendeskripsikan struktur, dinamika dan perkembangan kepribadian tokoh utama dalam novel Swastika (2) Menjelaskan konflik batin yang meyelimuti tokoh utama sebagai akibat dari rasa tertarik pada sesama jenis? (3) Menjelaskan kepekaan, minat sosial dan seberapa jauh pengaruhnya terhadap interaksi dengan lingkungan

Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, yaitu data yang dianalisis dan hasil analisisnya berbentuk deskripsi fenomena, tidak berupa angka-angka atau koefisien tentang hubungan antar variabel. Dalam penelitian yang bersifat deskriptif, data yang dikumpulkan berupa kalimat-kalimat, konsep-konsep dan bukan angka-angka. Dengan demikian laporan penelitiannya berisi kutipan-kutipan data untuk memberi gambaran penyajian laporan tersebut. Teknik Pengumpulan yang dipakai dalam penelitian ini adalah teknik kepustakaan (library reseach) dan teknik simak catat.

Dalam analisis ini dapat disimpulkan beberapa hal sebagai berikut

    1. Kondisi dan perkembangan jiwa seseorang tidak terlepas dari pengaruh eksternal yaitu pengaruh psikologis yang ditimbulkan oleh kekuatan dari luar diri pribadi yang dapat bersifat positif maupun negatif. Di samping itu, tidak terlepas pula dari pengaruh faktor internal atau pengaruh yang berasal dari dalam diri pribadi itu sendiri. Faktor internal ditentukan oleh kekuatan psikis yang ditimbulkan dari proses psikologis diantara ketiga sistem kepribadian yaitu id, ego dan superego. Hal ini tercermin dalam kepribadian tokoh Swastika yang struktur kepribadiannya tidak seimbang. Id lebih menguasai diri sehingga segala tindakan selalu mengarah pada hal-hal yang menyimpang. Hal itu berpengaruh pula pada dinamika dan perkembangan kepribadiannya.
    2. Dalam novel Swastika ini, sebagian besar konflik batin yang menyelimuti tokoh utama berasal dari dorongan internal jiwa tokoh untuk memuaskan keinginannya. Pencarian identitas diri antara memilih hidup normal dengan mencintai laki-laki atau membunuh rasa mencintai perempuan yang sudah mengendap lama dalam hati, menjadi konflik batin yang menjerumuskan Swastika kepada persoalan-persoalan baru dalam hidupnya.
    3. Lingkungan juga mengambil peran dari munculnya pertentangan batin yang mengubah hidup tokoh dalam keseluruhan cerita. Novel ini juga menampilkan problem sosial sebagai imbas dari pergolakan batin tokoh. Perasaan mencintai perempuan tersebut muncul karena dorongan dalam diri tokoh sendiri. Walaupun pada akhirnya perasaan itu tidak akan pernah bisa dia hilangkan. Swastika hidup dalam lingkungan yang tidak mungkin menerima seorang lesbian. Keluarga yang dimilikinya sangat menjunjung tinggi nilai moral dan agama. Ia melakukan berbagai macam cara agar suatu saat ia bisa hidup normal di masyarakat. Tetapi cara yang ia pakai menimbulkan konflik baru baginya. Seperti melakukan pergaulan bebas dengan berbagai macam tipe pria untuk membuktikan bahwa dia masih mempunyai perasaan yang normal kepada laki-laki. Selain itu Swastika juga melakukan kebohongan kepada Amar yang dijadikan jalan terakhir penyembuhan rasa ganjilnya. Pernikahan dengan Amar tanpa dilandasi cinta. Karena rasa cintanya pada Sila tidak bisa dilenyapkan. Amar adalah “obat” yang bisa membuat Swastika hidup secara wajar di masyarakat. Cara terakhir yang ditempuhnya tersebut, tidak membuahkan hasil seperti yang ia harapkan, karena Amar tidak menerima keadaannya yang sudah tidak perawan. Konflikpun semakin memuncak, sampai akhir cerita Swastika tidak menemukan jalan keluar bagi keganjilan jiwanya.
File Dokumen :

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: page/dok_detail.php

Line Number: 147

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: page/dok_detail.php

Line Number: 148

abstrak.pdf
Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
File Jurnal : -
Status : Non Public
Pembimbing : 1. Dra. Murtini, M.S
Catatan Umum :
Fakultas : Fak. Sastra dan Seni Rupa