Penulis Utama : Wahyu Dwi Wanto
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP :
Tahun : 2006
Judul : Analisa efisiensi penanaman wortel di Kabepaten Karanganyar (studi kasus di Kecamatan Tawangmangu)
Edisi :
Imprint : Surakarta - Fak. Ekonomi - 2006
Kolasi :
Sumber : UNS-Fak. Ekonomi NIM.F0198076
Subyek : USAHA TANI-WORTEL
Jenis Dokumen : Skripsi
ISSN :
ISBN :
Abstrak :

Penelitian ini mengambil topik efisiensi usaha tani wortel, lokasi penelitian ini adalah Kabupaten Karangayar Kecamatan Tawangmangu. Sebagai perumusan masalah dalam penelitian ini. Pertama seberapa besar pengaruh faktor produksi luas lahan, bibit, pupuk, pestisida dan tenaga kerja terhadap hasil produksi wortel. Kedua, apakah penggunaan faktor produksi luas lahan, bibit, pupuk, pestisida dan tenaga kerja sudah memenuhi persyaratan efisiensi secara teknis dan efisiensi secara ekonomis. Ketiga, apakah terdapat perbedaan produktifitas atas adanya perbedaan status lahan, tingkat pendidikan dan lama usaha.

Penelitian ini menggunakan metode survey dengan petani wortel sebagai unit analisisnya yang diambil secara random sampling. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah produksi wortel, luas lahan, bibt, pupuk, pestisida, tenaga kerja, harga input, harga output. Pada penelitian juga membandingkan tingkat produksi menurut status lahan yaitu petani yang menggunakan lahan sewaan dan petani yang mengolah lahan milik sendiri, sedangkan perbandingan produksi menurut tingkat pendidikan petani digolongkan menjadi petani yang tidak tamat SLTP kebawah dan petani yang telah tamat SLTP keatas. Menurut Lama usaha petani digolongkan menjadi petani dengan lama usaha 10 tahun keatas dan petani yang belum mencapai 10 tahun dalam menjalankan usaha penanaman wortel. Alat analisis yang digunakan adalah model produksi Cobb-Douglas dengan metode OLS (Ordinary Least Square) yang akan menghasilkan koefisien yang tidak bias.

Dari Hasil Analisis Didapat kesimpulan bahwa penggunaan faktor produksi luas lahan, pupuk dan tenaga kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap produksi wortel. Faktor produksi pestisida berpengaruh negatif terhadap produksi wortel, sedangkan faktor produksi bibit tidak berpengaruh terhadap produksi wortel. Efisiensi penggunaan fakto-faktor produksi tersebut telah terpenuhi secara teknis namun belum efisien secara ekonomis. Perbandingan tingkat produksi menurut Status lahan dan tingkat pendidikan menunjukkan tidak adanya perbedaan secara signifikan. Sedangkan menurut lama usaha , petani delan lama usaha lebih dari 10 tahun memiliki tingkat produksi yang lebih tinggi pada derajat signifikan 10 %.

Saran yang dapat diberikan dari penelitian ini adalah penggunaan faktor produksi luas lahan, bibt, pupuk tenaga kerja perlu ditingkatkan, sedangkan pestisida tidak perlu untuk ditambah. Untuk faktor produksi bibit perlu adanya penggunaan bibit yang lebih bermutu. Serta perlu adanya ajang pertukaran pengalaman sehingga petani yang belum berpengalaman dapat belajar dari petani dengan pengalaman yang tinggi.

File Dokumen : Tidak ada file dalam dokumen ini.
File Jurnal : -
Status : Non Public
Pembimbing : 1. Drs. Supriyono
Catatan Umum :
Fakultas : Fak. Ekonomi dan Bisnis