Penulis Utama : Brian Irdyana
NIM / NIP : F0306005
× Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya perbedaan rasio CAMEL dan variabel corporate governance antara bank financial distress dan bank non-financial distress serta mengetahui rasio CAMEL dan variabel corporate governance dalam memprediksi financial distress pada industri perbankan di Indonesia. Penelitian ini bersifat pengujian hipotesis, dengan mengambil periode pengamatan selama 6 tahun, yaitu periode 2003-2005 merupakan periode pengamatan untuk memprediksi kondisi financial distress di sebuah bank, dan periode 2006-2008 merupakan periode pengamatan sebagai pedoman untuk mengklasifikasikan kondisi bank. Sampel yang digunakan adalah bank swasta nasional yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Jenis data yang digunakan adalah data sekunder. Metode statistik yang digunakan untuk pengujian hipotesis dalam penelitian adalah uji beda t-test dan regresi logit. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa rasio ROE dan rapat dewan komisaris (RDK) memiliki perbedaan signifikan antara bank dalam kondisi financial distress dan bank dalam kondisi non-financial distress. Berdasarkan tes ketepatan dalam memprediksi financial distress, disimpulkan bahwa persamaan model 1 dimana hanya dibangun dari rasio CAMEL dan model persamaan 2 dimana hanya dibangun dari variabel corporate governance kurang baik untuk memprediksi financial distress. Namun rasio CAMEL dan variabel corporate governance secara bersamaan dimana dibangun pada persamaan model 3 dapat digunakan dalam memprediksi financial distress dengan presentase ketepatan prediksi secara keseluruhan sebesar persen. Kata kunci: financial distress, rasio CAMEL, corporate governance, perbankan. The objectives of this research is to examines the difference of CAMEL ratio and corporate governance variables between financial distress banks and non-financial distress banks and using CAMEL ratio and corporate governance variables to predict a banking financial distress in Indonesia. The method of this research is a hypothesis testing with taken observation periods for six years. At 2003-2005 periods is observation periods to predict a banking financial distress and 2006-2008 periods is observation periods to classification of banks condition. The samples are national private banks which listed on Indonesian Stock Exchange. This research utilizes secondary data. The statistic methods used to test on the research hypothesis is t-test and logit regression. The result of this research show that ROE ratio and meetings of commissioner board are significantly different between banks in financial distress condition and banks in non-financial distress condition. According to accurate test of financial distress prediction, we got inclusions that the model equation which has been built up from CAMEL ratio and the model equation which has been built up from corporate governance variables not good enough to predict a financial distress condition. However, CAMEL ratio and corporate governance variables simultaneously which has been built up on the model equation could be used to predict a financial distress condition with prediction accurate presentence on the whole are 92,6 percent. Key: financial distress, CAMEL ratio , corporate governance, banking.
×
Penulis Utama : Brian Irdyana
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP : F0306005
Tahun : 2010
Judul : Analisis Rasio Keuangan Camel dan Corporate Goverment Dalam Memprediksi Financial Distress pada Industri Perbankan Di Indonesia
Edisi :
Imprint : Surakarta - F. Ekonomi - 2010
Program Studi : S-1 Akuntansi
Kolasi :
Sumber : UNS-F.Ekonomi Jur Akuntansi -F.0306005-2010
Kata Kunci :
Jenis Dokumen : Skripsi
ISSN :
ISBN :
Link DOI / Jurnal : -
Status : Public
Pembimbing : 1. 3. Drs. Agus Budiatmanto M.Si, Ak.
Penguji :
Catatan Umum :
Fakultas : Fak. Ekonomi dan Bisnis
×
File : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.