Penulis Utama : Heri Supriyatno
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP : K3204014
Tahun : 2011
Judul : Ketuaan Sebagai Sumber Inspirasi Dalam Penciptaan Karya Seni Lukis
Edisi :
Imprint : Surakarta - FKIP - 2011
Kolasi :
Sumber : UNS-FKIP Jur. Pendidikan Bahasa dan Seni-K.3204014-2011
Subyek : KARYA SENI LUKIS
Jenis Dokumen : Skripsi
ISSN :
ISBN :
Abstrak : HERI SUPRIYATNO. KETUAAN SEBAGAI SUMBER INSPIRASI DALAM PENCIPTAAN KARYA SENI LUKIS. Tugas Akhir, Surakarta: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Sebelas Maret Surakarta, Maret 2011 Tugas akhir ini bertujuan untuk mengetahui apa yang melatar belakangi dalam penciptaan karya tugas akhir yang bertemakan tentang ketuaan, serta bagaimana eksplorasi teknik dan medium yang digunakan untuk memberi efek kesan tua. Dalam pembuatan karya tugas akhir ini digunakan dua metode pendekatan yaitu: Pertama dengan pendekatan empiris, berdasarkan pengalaman dan pengamatan langsung berinteraksi dengan orangtua di masyarakat, Kedua dengan pendekatan estetis, pendekatan ini merupakan pendekatan yang dilakukan dengan cara pencarian referensi-referensi mulai dari buku, membaca koran, mendengarkan radio, melihat berita televisi, artikel majalah, dokumentasi foto yang berhubungan dengan ketuaan dan pencarian data maupun gambar lewat internet. Dari karya Tugas Akhir ini, dapat disimpulkan bahwa, ketuaan memberikan arti penting, yaitu memberikan inspirasi dan dorongan untuk penciptaan karya tugas akhir. Dari karya-karya tugas akhir ini cenderung mengarah pada unsur tua. Misalnya untuk menampilkan kesan kasar pada bebatuan, yaitu pada karya yang berjudul arca digunakan teknik pointilisme atau titik-titik. Kemudian untuk memberikan efek tua dengan digunakan warna-warna yang cenderung mendekati warna tanah atau tua, misalnya coklat, merah hati, keabu-abuan, dan juga hitam. Unsur rapuh, retak, serta keropos dapat juga digunakan sebagai kesan tua. Contohnya, pada batang pohon tua dan bangunan-bangunan kuno atau tua. Selain itu dalam memberi efek angker dan menakutkan digunakan warna-warna panas dan diikuti dengan warna gelap. Meskipun warna panas sifatnya emosi atau marah bahkan sebagai simbol kematian atau maut. Akan tetapi dengan pengolahan warna yang matang dan penggabungan warna yang tepat akan menimbulkan efek angker, misalnya pada karya yang berjudul “bangkit” yaitu dengan mengoptimalkan obyek manusia dan backgroundnya diberi obyek bangunan candi yang retak-retak yang dikelilingi langit-langit dan mendung yang cenderung kearah warna gelap menjadikan efek angker. Begitu pula dengan karya yang berjudul “tiada lagi sang legenda” yaitu dengan menggabungkan warna background kearah gelap atau hitam dan juga frame yang penuh retak-retak dapat mendukung untuk dijadikan efek angker. Di samping itu karyanya beragam dan tidak monothon, baik dari ketehnikannya maupun warna dan coraknya juga bervariasi. Begitu pula dengan media dan alat yang digunakan tidak cukup dengan oil on kanvas pada umumnya, melainkan ada pula dengan menggunakan ink on paper ataupun media dan alat pelengkap lainnya, misalnya: lem fox, papan triplek.
File Dokumen Tugas Akhir : abstrak.pdf
Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
HERI SUPRIYATNO.pdf
IMAGE0002.JPG
File Dokumen Karya Dosen : -
Status : Public
Pembimbing : 1. Adam Wahida, S. Pd., M. Sn.
2. Drs. Sudarsono, M. Hum.
Catatan Umum :
Fakultas : Fak. KIP