Penulis Utama : Ibrahim
Penulis Tambahan : 1. Putra Oktavianto
NIM / NIP : I8308088
Tahun : 2011
Judul : Pembuatan Kerupuk Sehat dari Ampas Wortel
Edisi :
Imprint : Surakarta - F. Teknik - 2011
Kolasi :
Sumber : UNS-F. Teknik Jur. Teknik Kimia- I8308088-2011
Subyek : KERUPUL AMPAS WORTEL
Jenis Dokumen : Skripsi
ISSN :
ISBN :
Abstrak : Wortel merupakan tanaman yang sering dipakai sebagai sayuran, dan kadang kala diambil air / sarinya sebagai minuman. Hal tersebut dikarenakanwortel banyak mengandung vitamin, terutama vitamin A yang baik untuk kesehatan mata.Pada saat pengolahan wortel sebagai minuman menggunakan juicer, akanmenyisakan ampas dan biasanya dibuang. Wortel ini terdiri dari sari dan ampasnya. Oleh karena itu perlu dicari pemanfaatan ampas wortel ini, salah satunya yaitu dengan menjadikannya sebagai bahan baku pembuatan kerupuk wortel. Kerupuk wortel dibuat dengan berbagai perbandingan antara ampas wortel dan tepung tapioka, hal ini bertujuan agar didapat perbandingan yang paling baik untuk membuat kerupuk wortel tersebut.Ada tiga macam kerupuk atau tiga macam perbandingan yang dipakai untuk membuat kerupuk ini. Pertama, kerupuk A dengan perbandingan ampas wortel dibanding tepung tapioka sama dengan 10:5. Kedua, kerupuk B dengan perbandingan 10:4.Ketiga, kerupuk C dengan perbandingan 10:2.Prinsip kerjanya yaitu, ampas disiapkan terlebih dahulu.Kemudian sebagian ampas dianalisa dan sisanya dibuat adonan. Pembuatan adonan dengan cara dicampur dengan tepung tapioka. Setelah terbentuk adonan dipanaskan sambil diaduk sampai matang/tergelatinisasi (terjadi gel).Lalu kerupuk dicetak dan dijemur. Kerupuk yang sudah kering sebagian ada yang digoreng sampai matang lalu dianalisa, sedangkan sebagian yang lain langsung dianalisa. Dari uji Proksimat dapat diambil kesimpulan bahwa kadar abu dan kadar air dari kerupuk A, B dan C adalah sama. Sedangkan kadar protein dan kadar glukosanya turun sebanding dengan penambahan tepung tapioka. Semakin banyak penambahan tepung tapiokanya maka kadarnya akan turun. Berbeda dengan kadar karbohidrat dan kadar lemaknya, semakin banyak penambahan maka kadarnya semakin tinggi.Untuk SNI kerupuk sendiri adalah kadar air maks. 12 %, kadar abu maks. 1%, dan benda asing tidak boleh ada. Maka, dapat disimpulkan untuk kadar abu belum memenuhi SNI dan perlu penelitian lebih lanjut. Sedangkan untuk kadar air sudah memenuhi standar. Dari tingkat penerimaan dan dilihat dari segi usia juga, kerupuk A lebih disukai. Sedangkan kerupuk Bdan kerupuk C dengan cara pembuatan yang sama masih bisa diterima.
File Dokumen : abstrak.pdf
Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
Ibrahim I 8308088.pdf
IMAGE0005.JPG
File Dokumen : -
Status : Public
Pembimbing : 1. Ari Diana S.,S.T.,M.T.,
Catatan Umum :
Fakultas : Fak. Teknik