Penulis Utama : Triyanto
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP : I 1108536
Tahun : 2011
Judul : Analisis Desain Bendungan Bribin Ii Kabupaten Gunung Kidul Yogyakarta Design Analysis of Dam Bribin II Gunung kidul District Yogyakarta
Edisi :
Imprint : Surakarta - F. Teknik - 2011
Kolasi :
Sumber : UNS-F. Teknik Jur. Teknik Sipil- I 1108536- 2011
Subyek : ANALISIS DESAIN
Jenis Dokumen : Skripsi
ISSN :
ISBN :
Abstrak : TRIYANTO, 2011. Analisis Desain Bendungan Bribin II Kabupaten Gunung kidul Yogyakarta, Skripsi, Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret Surakarta. Struktur bendungan merupakan kebutuhan penting dalam bidang keairan. Masalah hancurnya struktur bendungan dapat diakibatkan karena tidak kuatnya struktur tersebut untuk menahan beban horisontal maupun beban vertikal pada bendungan. Metode elemen hingga telah digunakan dengan sangat berhasil dalam memecahkan persoalan yang luas jangkauannya dalam hampir semua bidang teknik dan fisika matematis. Penerapan metode elemen hingga untuk menghitung tegangan, lendutan dan gaya reaksi dasar untuk struktur bendungan, dapat dipakai. Analisis desain bendungan Bribin II Kabupaten Gunung kidul Yogyakarta ini menggunakan software SAP 2000. Analisis dibuat dengan pemodelan tiga dimensi (3D). Struktur bendungan ditinjau terhadap berat sendiri bendungan, beban air normal dan beban gempa. Hasil tegangan dan momen maksimun pada bendungan digunakan sebagai hitungan penulangan struktur bendungan sebagai perbandingan penulangan yang telah ada. Pada bagian struktur yang mengalami tegangan dan momen maksimum adalah bagian bawah bendungan akibat akumulasi beban dan dikarenakan pertemuan antara join struktur bendungan dengan pondasi telapak bendungan, pada bagain ini perlu penulangan sesuai hitungan. Struktur yang mengalami tegangan dan momen maksimum adalah daerah terlemah dari struktur. Momen maksimum yang dihasilkan adalah arah sumbu local (z)1(M11) 1597076,82 Nmm dan -1812063,95 Nmm, sedangkan arah sumbu local (x) 2 (M22) 1430748,23 Nmm dan -1436406,46 Nmm. Tegangan maksimum yang dihasilkan adalah arah sumbu local (z)1 (S11) 4,83 N/mm2 dan -4,312 N/mm2, sedangkan arah sumbu local (x) 2 (S22) 4,575 N/mm2 dan -3,208 N/mm2. Hitungan penulangan didapatkan untuk arah melintang digunakan D 22 – 115 mm dan arah memanjang digunakan D 22 – 115 mm.
File Dokumen Tugas Akhir : abstrak.pdf
Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
TRIYANTO I 1108536.pdf
H Pengesahan Triyanto.JPG
File Dokumen Karya Dosen : -
Status : Public
Pembimbing : 1. Ir. Solichin, MT,
2. Ir. Sunarmasto, MT
Catatan Umum :
Fakultas : Fak. Teknik