Penulis Utama : Muhammad Priatmoko
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP : I.1107062
Tahun : 2011
Judul : Pengaruh serat abaka terhadap modulus elastisitas fly ash-based geopolymer mortar (Effect of Abaka Fibre on Elastic Modulus
Edisi :
Imprint : Surakarta - F.Teknik - 2011
Kolasi :
Sumber : UNS-F.Teknik Jur Teknik Sipil-I.1107062-2011
Subyek : SERAT ABAKA
Jenis Dokumen : Skripsi
ISSN :
ISBN :
Abstrak : Serat abaka adalah serat alami yang mempunyai karakteristik bagus dan memiliki kuat tarik sampai 1682,18 MPa. Maksud utama dari penambahan serat ke dalam fly ash – based geopolymer mortar adalah untuk menambah modulus elastisitasnya. Dengan adanya serat, diharapkan geopolymer mortar menjadi lebih tahan retak dan tahan benturan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai modulus elastisitas (E) fly ash – based geopolymer mortar dengan bahan tambah serat abaka. Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah dengan mengadakan suatu percobaan di laboratorium, benda uji yang dipakai adalah silinder dengan diameter 150 mm dan tinggi 300 mm. Variasi serat abaka yang digunakan adalah 0,25%, 0,5%, 0,75% dan 1% dari volume benda uji, dengan panjang serat 1cm, 2cm dan 3cm. Faktor air binder yang digunakan 0,25 dengan modulus alkali 1,25 dan kadar aktivator 49%. Pengujian dilakukan dengan cara membebani benda uji secara bertahap hingga mencapai 40% kuat desaknya. Dari pembebanan secara bertahap akan diperoleh data perubahan panjang (ΔL) kemudian dianalisis sehingga diperoleh nilai modulus elastisitas. Analisis data menunjukkan bahwa penambahan kadar serat abaka akan meningkatkan nilai modulus elastisitas fly ash-based geopolymer mortar. Pada variasi kadar serat 0,75% menunjukkan nilai modulus elastisitas tertinggi tetapi terjadi penurunan saat penambahan serat 1%. Pada variasi panjang Serat 2cm menunjukkan nilai modulus elastisitas tertinggi tetapi terjadi penurunan pada saat variasi panjang serat 3cm. Dari persamaan regresi didapat penambahan variasi kadar serat abaka optimum untuk mendapatkan nilai modulus elastisitas maksimum berkisar 0,72% - 0,76% dari volume benda uji, sedangkan untuk penambahan variasi panjang serat abaka optimum berkisar 1,8cm – 2,3cm. Penambahan variasi kadar dan panjang serat abaka melebihi keadaan optimum cenderung akan menyebabkan nilai modulus elastisitasnya mengalami penurunan.
File Dokumen : abstrak.pdf
Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
IMAGE0014.JPG
MUHAMMAD PRIATMOKO I 1107062.pdf
File Dokumen : -
Status : Public
Pembimbing : 1. SA Kristiawan, ST., MSc, PhD
2. Ir. Sunarmasto, MT
Catatan Umum :
Fakultas : Fak. Teknik