Penulis Utama : Nusa Gunawan
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP : E1107050
Tahun : 2012
Judul : Telaah teoritis aspek hukum pemanfaatan identifikasi tindak kejahatan berbasis ilmiah ( kajian otentifikasi pengangkatan sidik jari dalam visum et repertum )
Edisi :
Imprint : Surakarta - F. Hukum - 2012
Kolasi :
Sumber : UNS-F. Hukum-E. 1107050-2012
Subyek : SIDIK JARI
Jenis Dokumen : Skripsi
ISSN :
ISBN :
Abstrak : Hingga saat ini kedudukan visum Et Repertum sebagai produk hukum masih dipertentangkan kedudukan yuridisnya dalam ketentuan alat bukti. Visum et repertum masih berada di tiga persimpangan antara alat bukti surat, keterangan ahli atau justru masuk sebagai bukti petunjuk. Ditinjau dari sumbernya, Visum Et Repertum merupakan jabaran dari dokter selaku ahli yang menuangkan pemeriksaanya dalam bentuk tertulis. Sedangkan dari format kebakuan tata tulis maupun sistematikanya, Visum Et Repertum dapat pula digolongkan sebagai alat bukti surat. Jika dilihat saat dikemukakanya dalam persidangan, Visum Et Repertum justru berpotensi menjembatani kesesuaian antar kesaksian atau keterangan terdakwa, sehingga dapat ditempatkan sebagai bukti petunjuk. Penelitian hukum yang dilakukan menggunakan metode Penelitian hukum masuk ke dalam penelitian doktrinal karena keilmuan hukum memang bersifat perskriptif yang melihat hukum sebagai norma sosial bukan gejala sosial.suatu proses untuk menemukan aturan hukum, prinsip-prinsip hukum, maupun doktrin hukum guna menjawab isu hukum yang dihadapi. Adapun hasil penelitian ini mencakup Aspek-aspek hukum yang berkaitan dengan pemanfaatan identifikasi berbasis ilmiah pada prinsipnya dapat digambarkan dua aspek hukum. Aspek hukum tersebut teridentifikasi dari proses pengungkapan tindak kejahatan tersebut dan nilai pengungkapan tersebut atau dengan kata lain aspek yang pertama berkaitan dengan proses penyidikan yang dilakukan oleh penyidik dan yang kedua dengan proses pembuktian yang di lakukan oleh penuntut umum. Sidik Jari yang terkait dengan otentifikasi identifikasi tindak kejahatan berbasis ilmiah yang dituangkan dalam Visum et Repertum pada prinsipnya adalah obyektif administrasi, yang dilakukan secara ilmiah yaitu dilakukan secara berulang-ulang, atau mengalami keajegan. Jadi tergantung apa yang tertulis dalam surat permintaan Visum et Repertum, tidak perlu ditambah atau dirubah, pokoknya persis baik kata/ kalimat dan angka. It is inevitable since the Criminal Code set requires knowledge aids in the implementation. As advances in science and technology developed in the process of identifying the scientific direction, resulting in accuracy that is closest to the truth of the material. But the move is not without obstacles scientific. Until now visum et repertum position as a legal product is still disputed juridical position in the provision of evidence. Visum et repertum still in the intersection between the evidence of three letters, testimony of an expert or just entered as evidence guide. Judging from the source, Visum Et Repertum is a description of the doctor as an expert who poured his identification in written form. While the basic rules of grammar of written and systematics, Visum Et Repertum can also be classified as evidence a letter. If viewed as explained in court, it has the potential to bridge the suitability of Visum Et Repertum between the testimony or information the defendant, so it can be placed as evidence of the instructions. Legal research on the author using the methods of legal research into the doctrinal study because scientific laws are just that perskriptif who see the law as a social norm rather than social phenomena (Peter Mahmud Marzuki, 2006: 33). A process to find the rule of law, legal principles , as well as legal doctrine in order to answer the legal issues at hand. The results of this study are the following legal aspects relating to the use of scientifically-based identification in principle can be described two aspects of the law. The legal aspects of the process of disclosure identified crime and value of such disclosure, or in other words the first aspect relates to the investigation conducted by the investigator and the second with the process of verification will be undertaken by a public prosecutor. Looking at the above case, a criminal act. Fingerprint authentication identification associated with science-based crimes as outlined in the Visum et Repertum in principle is the objective of administration, which is carried out scientifically done repeatedly, or have constancy, So what is written in the letter of request Visum et Repertum, not need to be added or changed, just exactly a good word / phrase and figure.
File Dokumen Tugas Akhir : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
NUSA GUNAWAN E1107050.pdf
IMAGE0018.JPG
File Dokumen Karya Dosen : -
Status : Public
Pembimbing : 1. Kristiyadi., S.H., M.Hum
2. Muhammad Rustamaji, S.H., M.Hum
Catatan Umum :
Fakultas : Fak. Hukum