Penulis Utama : Isna Rofiudin Ruslan
NIM / NIP : S501002009
× Latar Belakang: Analgesia dan mual-muntah merupakan sesuatu yang harus diperhatikan pada pasca operasi. Pemberian dosis rendah morfin intratekal dengan bupivakain hiperbarik pada anestesi spinal telah digunakan untuk analgesia sehubungan potensi dan durasinya melebihi opioid jenis lain, minimal efek samping termasuk mual-muntah. Tujuan: Meneliti keefektifan penambahan morfin 0,1 mg, 0,15 mg dan 0,2 mg intratekal pada anestesi spinal dalam hal analgesia dan mual-muntah pasca operasi. Metode: Penelitian Double Blind Randomized Control Trial 51 pasien dengan teknik anestesi spinal. Sampel penelitian dikelompokkan 3 yaitu kelompok kontrol (morfin 0,1 mg) atau kelompok perlakuan (morfin 0,15 mg dan 0,2 mg) masing-masing kelompok 17 sampel. Analgesia diukur dengan skor VAS. Penilaian analgesia dan mual-muntah dilakukan pada pasca operasi jam ke 2, 4, 6, 8, 16, 24. Data kontinue dianalisa dengan uji oneway anova, data kategorikal menggunakan chi square, dan perbandingan skor VAS dan PONV menggunakan Kruskal Wallis dan diproses menggunakan program SPSS. Hasil: Dari perhitungan statistik terdapat perbedaan bermakna ketiga kelompok dosis morfin pada skor VAS yaitu jam ke 4 , 6, 8 dan 16. Skor VAS kelompok morfin 0.10 mg dengan kelompok morfin 0.15 mg pada jam ke 4 menunjukkan adanya perbedaan yang bermakna (p = 0.001) hingga jam ke 16 (p = 0.015). Kelompok morfin 0.10 mg dengan kelompok morfin 0.20 mg pada jam ke 4, 6, 8 menunjukkan perbedaan yang bermakna pada VAS (p=0.001). Kelompok morfin 0.15 mg dengan kelompok morfin 0.20 mg tidak ada perbedaan yang bermakna pada VAS (p > 0.05), jadi tingkat analgesia kedua kelompok tersebut sama. Mual-muntah yang dinilai dengan skor PONV tidak ada perbedaan yang bermakna pada ke tiga kelompok dosis morfin pada jam ke 2, 4, 6, 8, 16 dan 24 (p > 0.05). Kesimpulan : Dari ketiga dosis, morfin 0,15 mg intratekal lebih optimal karena lebih kecil dan perbedaan analgesianya setara dengan dosis 0.20 mg. Ketiga kelompok morfin tidak menunjukan peningkatan mual-muntah pasca operasi. Kata Kunci : Spinal anestesi, Morfin intratekal, analgesia, Mual-muntah.
×
Penulis Utama : Isna Rofiudin Ruslan
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP : S501002009
Tahun : 2012
Judul : Pengaruh Penambahan Morfin 0,1 Mg, 0,15 mg dan 0,2 mg Intratekal Terhadap Analgesia dan Mual-Muntah Pasca Operasi pada Anestesi Spinal
Edisi :
Imprint : Surakarta - Pascasarjana - 2012
Program Studi : S-2 Biomedik
Kolasi :
Sumber : UNS-Pascasarjana Prog. Kedokteran Keluarga-SS501002009-2012
Kata Kunci :
Jenis Dokumen : Tesis
ISSN :
ISBN :
Link DOI / Jurnal : -
Status : Public
Pembimbing : 1. Prof. Bhisma Murti, dr, MPH, MSc, PhD
Penguji :
Catatan Umum :
Fakultas : Sekolah Pascasarjana
×
File : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.