Penulis Utama : Arlin Santoso
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP : H.0206025
Tahun : 2012
Judul : Dampak pengkayaan pupuk organik dengan seresah sengon (albizia falcataria l.) terhadap ketersediaan dan serapan mg pada tanaman padi (oryza sativa l.) di tanah alfisol
Edisi :
Imprint : Surakarta - F. Pertanian - 2012
Kolasi :
Sumber : UNS-F. Pertanian Jur. Ilmu Tanah-H.0206025-2012
Subyek : PUPUK ORGANIK
Jenis Dokumen : Skripsi
ISSN :
ISBN :
Abstrak : Penelitian ini dilaksanakan di Desa Pereng, Mojogedang, Karanganyar. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pengkayaan dari pupuk organik dengan penambahan seresah sengon (Albizia falcataria L.) dalam meningkatkan ketersediaan dan serapan Mg tanaman padi (Oryza sativa L.) sawah di tanah Alfisol dengan metode sistem budidaya konvensional dan System of rice Intensification (SRI). Penelitian ini menggunakan rancangan dasar RAKL faktorial dengan 2 faktor, yaitu Dosis kebiasaan petani 400 kg/ha urea, 100 kg/ha SP36, 100 kg/ha KCl (D1), Dosis pupuk rekomendasi 250 kg/ha urea, 75 kg/ha SP36, 100 kg/ha KCl (D2), Pupuk kandang sapi 10 ton/ha (D3), 5 ton/ha pupuk kandang sapi + 100% dosis rekomendasi + Seresah sengon 1 ton/ha (D4), 5 ton/ha pupuk kandang sapi + 50% dosis rekomendasi + Seresah sengon 1 ton/ha (D5), 5 ton/ha pupuk kandang sapi + 100% dosis rekomendasi + seresah sengon 1,5 ton/ha (D6), 5 ton/ha pupuk kandang sapi + 50% dosis rekomendasi + Seresah sengon 1,5 ton/ha (D7), 5 ton/ha pupuk kandang sapi + 100% dosis rekomendasi + Seresah sengon 2 ton/ha (D8), 5 ton/ha pupuk kandang sapi + 50% dosis rekomendasi + Seresah sengon 2 ton/ha (D9). Dan pada faktor sistem budidaya yaitu sistem budidaya konvensional (B1) dan sistem budidaya System of Rice Intensification (SRI) (B2). Analisis data menggunakan uji F taraf 5%, uji Kruskal Wallis, uji DMRT taraf 5%, uji Mood dan uji korelasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketersediaan dan serapan Mg pada sistem budidaya konvensional lebih tinggi daripada sistem budidaya SRI. Serapan Mg pada sistem budidaya konvensional sebesar 0,015 gram/tanaman, sedangkan sistem budidaya SRI sebesar 0,002 gram/tanaman. Ketersediaan Mg tertinggi dapat dicapai pada kombinasi perlakuan 5 ton/ha pupuk kandang sapi + 100% dosis rekomendasi + seresah sengon 1,5 ton/ha dengan sistem budidaya konvensional (D6B1) sebesar 2,34 cmol(+)/kg dan 5 ton/ha pupuk kandang sapi + 100% dosis rekomendasi + Seresah sengon 1 ton/ha dengan sistem budidaya SRI (D4B2) sebesar 1,80 cmol(+)/kg. Pemberian pupuk organik dengan penambahan seresah sengon tidak dapat memperkaya ketersediaan dan serapan Mg, akan tetapi sistem budidaya konvensional memberikan pengaruh ketersediaan Mg dan serapan Mg. Sistem budidaya konvensional memberikan pengaruh ketersediaan dan serapan Mg yang lebih tinggi dibandingkan sistem budidaya SRI.
File Dokumen Tugas Akhir : abstrak.pdf
Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
arlin.pdf
arlin0001.JPG
File Dokumen Karya Dosen : -
Status : Public
Pembimbing : 1. Dwi Priyo Ariyanto, SP., M.Sc
2. Hery Widijanto, SP., MP
Catatan Umum :
Fakultas : Fak. Pertanian