Penulis Utama : Afifatul Ummah
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP : X1307028
Tahun : 2012
Judul : Analisis Proses Berpikir Kritis Dalam Pemecahan Masalah Matematika Pada Pokok Bahasan Sistem Persamaan Linear Dua Variabel Ditinjau Dari Motivasi Belajar Siswa Kelas VIII Semester 1 SMP Negeri 6 Salatiga Tahun Ajaran 2011/2012
Edisi :
Imprint : Surakarta - F. KIP - 2012
Kolasi :
Sumber : UNS-F. KIP Jur. Pendidikan Matematika -X1307028-2012
Subyek : PEMBELAJARAN MATEMATIKA
Jenis Dokumen : Skripsi
ISSN :
ISBN :
Abstrak : Tujuan dari penelitian ini adalah untuk : (1) mengetahui proses berpikir kritis siswa kelas VIII SMP N 6 Salatigadalam pemecahan masalahmatematika pada pokok bahasan Sistem Persaman Linier Dua Variabel (SPLDV) ditinjau dari motivasi belajar, (2) mengetahui Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap proses berpikir kritis siswa ditinjau dari motivasi belajar matematika. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Dalam penelitian ini untuk menentukan subyek penelitian menggunakan pemilihan sampel bertujuan ( purposive sample ), dipilih 6 subyek penelitian. Pada setiap kategori motivasi belajar dipilih 2 subyek dengan pertimbangan bahwa 2 subyek tersebut dirasa telah cukup memberikan informasi tentang proses berpikir kritis. Metode-metode yang telah digunakan dalam pengambilan data adalah metode angket, metode tes, dan metode wawancara. Validasi data dilakukan dengan triangulasi data, membandingkan data data hasil tes dan data hasil wawancara.Langkah-langkah dalam analisis data adalah reduksi data, penyajian data, dan menarik kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa (1) Proses berpikir kritis siswa berdasarkan kategori motivasi belajar adalah: (a) Siswa dengan motivasi belajar tinggi proses berpikir kritisnya sampai pada tahap ke-6, yaitu tahap tinjauan ulang (overview), (b) Siswa dengan motivasi belajar sedang proses berpikir kritisnya sampai pada tahap ke-4, yaitu tahap situasi (situation), (c) Siswa dengan motivasi belajar rendah proses berpikir kritisnya sampai pada tahap ke-1, yaitu tahap fokus (focus), (d) Siswa dengan motivasi belajar tinggi dapat berpikir secara kritis, (e) Siswa dengan motivasi belajar sedang dan rendah belum dapat berpikir secara kritis, (2) Faktor-faktor yang mempengaruhi proses berpikir kritis siswa berdasarkan tahap-tahapan proses berpikir kritis adalah : (a) Siswa dengan motivasi belajar tinggi mampu merumuskan pokok-pokok permasalahan, mengungkap fakta yang dibutuhkan dalam menyelesaikan suatu masalah, mampu memilih argumen logis, relevan dan akurat, menentukan akibat dari suatu pernyataan yang diambil sebagai suatu keputusan, mahami konsep dari materiSistem Persamaan Linear Dua Varibel dan materi pendukungsecara baik, (b) Siswa dengan motivasi belajar sedang mampu merumuskan pokok-pokok permasalahan, mengungkap fakta yang dibutuhkan dalam menyelesaikan suatu masalah, mampu memilih argumen logis, relevan dan akurat, dan menentukan akibat dari suatu pernyataan yang diambil sebagai suatu keputusan. Sedangkan pemahaman subyek terhadap konsep dari materiSistem Persamaan Linear Dua Varibel dan materi pendukung masih kurang, (c) Siswa dengan motivasi belajar rendah belum mampu merumuskan pokok-pokok permasalahan, mengungkap fakta yang dibutuhkan dalam menyelesaikan suatu masalah, memilih argumen logis, relevan dan akurat, menentukan akibat dari suatu pernyataan yang diambil sebagai suatu keputusan dan pemahaman subyek terhadap konsep dari materiSistem Persamaan Linear Dua Varibel dan materi pendukung masih kurang dan materi pendukung masih kurang., (3) Faktor-faktor yang mempengaruhi proses berpikir kritis siswa berdasarkan kegiatan belajar adalah : (a) Siswa dengan motivasi belajar tinggi,melakukan kegiatan belajar dengan cara memahami konsep, memperhatikan penjelasan guru ketika pelajaran berlangsung, berani menjawab pertanyaan dari guru dengan tujuan untuk mengukur kemampuannya,bertanya atau mempelajari kembali materi yang dijelaskan guru apabila merasa kurang paham, mencoba mengerjakan soal-soal lain yang tidak dibahas guru, dan tetap berusaha mengerjakan tugas dari guru yang dianggap sulit, (b) Siswa dengan motivasi belajar sedang, melakukan kegiatan belajar dengan cara menghafal rumus, memperhatikan penjelasan guru ketika pelajaran berlangsung, tidak berani menjawab pertanyaan dari guru karena tidak bisa, bertanya atau mempelajari kembali materi yang dijelaskan guru apabila merasa kurang pahamtetapi tidak berani bertanya pada guru, mencoba mengerjakan soal-soal lain yang tidak dibahas guru, dan tidak mencoba mengerjakan tugas dari guru yang dianggap sulit, (c) Siswa dengan motivasi belajar rendah, melakukan kegiatan belajar dengan cara menghafal rumus, tidak memperhatikan penjelasan guru ketika pelajaran berlangsung, tidak berani menjawab pertanyaan dari guru karena tidak bisa, tidak bertanya pada guru dan mempelajari kembali materi dijelaskan guru apabila merasa kurang paham, tidak mencoba mengerjakan soal-soal lain yang tidak dibahas guru, dan tidak mencoba mengerjakan tugas dari guru yang dianggap sulit.
File Dokumen Tugas Akhir : abstrak.pdf
Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
AFIFATUL UMMAH X 1307028.pdf
IMAGE0003.JPG
File Dokumen Karya Dosen : -
Status : Public
Pembimbing : 1. Ira Kurniawati, S.Si, M.Pd
2. Rosihan Ariyuana. S.Si.M.Kom,
Catatan Umum :
Fakultas : Fak. KIP