Penulis Utama : Emi Setiowati
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP :
Tahun : 2007
Judul : Penentuan Dosis putih telur burung puyuh ( Coturnix coturnix japonica ) sebagai Alergen pada Mencit Balb/C
Edisi :
Imprint : Surakarta - F. Kedokteran - 2007
Kolasi : ix, 37 hal.
Sumber : UNS-F. Kedokteran-G.0003085-2007
Subyek : PUTIH TELUR BURUNG PUYUH
Jenis Dokumen : Skripsi
ISSN :
ISBN :
Abstrak : ABSTRAK Putih telur burung Puyuh diketahui mengandung berbagai macam glikoprotein antara lain ovotransferrin, ovalbumin, dan ovomucoid. Ovalbumin merupakan salah satu komponen pada putih telur yang dapat menyebabkan reaksi alergi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis putih telur burung Puyuh yang dapat menimbulkan reaksi alergi yang sebanding dengan ovalbumin.
Jenis penelitian ini adalah eksperimental laboratorik dengan metode semikuantitatif dengan alokasi random. Hewan uji yang digunakan adalah 30 ekor mencit Balb/ C jantan, dengan berat 17-20 gram, dan berumur 4-6 minggu. Mencit Balb/C dibagi dalam 5 kelompok, yang masing-masing terdiri dari 6 ekor.Kelompok K(-) diberi diet standard, kelompok P1 diberi diet standard dan putih telur burung Puyuh dengan dosis 17,8 mg, Kelompok P2 diberi diet standard dan putih telur burung puyuh dengan dosis 35,6 mg, kelompok P3 diberi diet standard dan putih telur burung puyuh dengan dosis 53,4 mg, dan kelompok K(+) diberi diet standard dan 2,5 mg ovalbumin. Pada hari ke-15 mencit dibunuh dan diambil mukosa ususnya, kemudian diperiksa gambaran histologisnya dan dikelompokkan dengan sistem grading histologis.
Data yang diperoleh dianalisis secara statistik dengan Krusskal-Wallis dan dilanjutkan dengan Mann-Whitney, menggunakan program SPSS for Window Release 11,0.
Hasil uji statistik Kruskall-Wallis diperoleh hasil perbedaan bermakna, atau dengan kata lain terdapat perbedaan gambaran histologis pada seluruh kelompok perlakuan tanpa diketahui kelompok mana yang berbeda (p< 0,001).Setelah dilanjutkan dengan uji statistik Mann-whitney didapatkan hasil perbedaan yang bermakna antara K(+) dengan K(-); (p < 0,001); K(-) dengan P1 (p < 0,001); K(-) dengan P2 (p < 0,001); K(-) dengan P3 (p < 0,001); K(+) dengan P1 ( p < 0,001); K(+) dengan P2 ( p < 0,001); dan K(+) dengan P3 ( p < 0,001)
Dari penelitian ini disimpulkan bahwa Putih telur burung Puyuh dapat menyebabkan reaksi alergi dimana peningkatan dosis putih telur burung puyuh akan meningkatkan reaksi alergi.
File Dokumen : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
File Jurnal : -
Status : Public
Pembimbing : 1. Sri Hartati H, Dra., Apt. SU
2. Sri Sutati, Dra., Apt.,SU
Catatan Umum : 6526/2007
Fakultas : Fak. Kedokteran