Penulis Utama : Nofrin Susilowati
NIM / NIP : I8309030
× Kemiri (Aleurites moluccana, Wild.) atau candle nut adalah salah satu tanaman industri yang tersebar di daerah tropis dan subtropis. Tanaman kemiri memiliki banyak manfaat bagi kehidupan manusia, terutama pada bagian biji kemiri. Salah satu cara untuk memanfaatkan biji kemiri adalah dengan mengekstraksi biji kemiri, sehingga dihasilkan minyak. Biji kemiri memiliki kadar minyak yang tinggi, yaitu sekitar 35 %-65 % minyak. Minyak kemiri (candle nut oil) digunakan sebagai bahan dasar dalam industri cat atau pernis, kecantikan, farmasi serta berkhasiat untuk menyuburkan rambut, menghitamkan rambut secara alami, melapisi bagian dasar perahu agar tahan terhadap korosi, sebagai bahan pembatik dan bahan bakar.Minyak kemiri mengandung asam lemak tidak jenuh yaitu asam oleat, asam linoleat, dan asam linolenat dengan titik cair yang rendah.Selain itu juga mengandung asam lemak jenuh dalam jumlah yang sedikit, yaitu asam palmitat dan asam stearat. Pembuatan minyak kemiri dilakukan dengan menggunakan alat ekstraksi soxhlet. Tahap persiapan bahan baku dilakukan dengan cara mengeringkan biji kemiri, kemudian menghaluskannya. Selanjutnya biji kemiri tersebut ditimbang sebanyak 50 gram dan dibungkus dengan kertas saring kemudian dilakukan proses ekstraksi menggunakan 500 gram pelarut n-heksan. Proses ekstraksi dilakukan selama 3 jam dengan suhu 69ºC, setelah itu dilakukan proses destilasi untuk memisahkan pelarut dengan minyak kemiri dengan suhu 70ºC. Minyak kemiri dari proses destilasi kemudian dioven untuk menghilangkan sisa pelarut selama ± 2 jam. Pada percobaan ini, dilakukan variasi pelarut (n-heksan, petroleum eter, etanol), waktu ekstraksi (2 jam, 2,5 jam, 3 jam, 3,5 jam, 4 jam) dan perbandingan biji kemiri dengan pelarut n-heksan (1:4, 1:6, 1:8, 1:10, 1:12), sehingga dapat diketahui pelarut, waktu dan perbandingan yang optimal untuk menghasilkan minyak kemiri. Selanjutnya dilakukan analisa kadar air, densitas, bilangan penyabunan, asam lemak bebas dan indeks bias. Berdasarkan hasil percobaan dapat diambil kesimpulan, bahwa pelarut yang optimal untuk menghasilkan minyak kemiri adalah n-heksan. Semakin lama waktu ekstraksi, maka rendemen minyak yang dihasilkan semakin banyak dan semakin banyak pelarut yang digunakan maka rendemen yang dihasilkan semakin besar pula. Hasil percobaan menunjukkan bahwa waktu ekstraksi yang optimal adalah 3 jam dengan rendemen sebanyak 37,94% serta perbandingan biji kemiri dengan n-heksan yang optimal adalah 1:10 dengan rendemen sebanyak 38,04%. Minyak kemiri yang dihasilkan telah sesuai dengan SNI (Standar Nasional Indonesia). Candle nut (Aleurites moluccana, Wild) is one of industrial plants spread in tropical and subtropical areas. Candle nut plant has many benefits to human being, particularly its seed. One way of utilizing candle nut seed is to extract it to produce oil. Candle nutseed has high oil content, of about 35%-65%. Candle nut oil is used as the basic material of paint or varnish, beauty, pharmacy industries and potential for fertilizing hair, blackening hair naturally, superimposing the bottom part of boat in order to be corrosive resistant, as batik material and fuel. Candle nut oil contains unsaturated fatty acid such as oleic, linoleic and linolenic acids with low liquid point. In addition, it also contains saturated fatty acid in small number: palmitic and strearic acids. The candle nut production was conducted by using soxhlet extraction instrument. The raw material preparation stage was carried out by means of drying the candle nut seed, and then grinding it. Then, the candle nut seed was weighed of 50 gram and wrapped with sieve paper to undertake extraction process using 500 grams n-hexane solvent. The extraction process was carried out for 3 hours at 69oC, thereafter, distillation process was done to separate the solvent from candle nut oil at 70oC. The distilled candle nut oil was then put into oven to remove the solvent residue for ± 2 hours. In this experiment, the variation was made for solvent (n-hexane, petroleum ether, ethanol), extraction time (2, 2.5, 3, 3.5, 4 hours) and candle nut-to-n-hexane solution ratio (1:4, 1:6, 1:8, 1:10, 1:12), so that the optimal solvent, time and ratio could be obtained to produce candle nut oil. Furthermore, an analysis was conducted on water level, density, saponification number, free fatty acid and bias index. Based on the result of experiment, it could be concluded that the optimal solvent to produce candle nut oil was n-hexane. The longer the extraction time was, the more the oil specimen was produced and the more the solvent was used, the more the oil specimen was produced as well. The result of experiment showed that the optimum extraction time was 3 hours with specimen of 37.94%, the optimum candle nut-to-n-hexane ratio was 1:10 with specimen of 38.04%. The candle nut oil produced had been consistent with the SNI (Indonesian National Standard).
×
Penulis Utama : Nofrin Susilowati
Penulis Tambahan : 1. Rosi Primaswari
NIM / NIP : I8309030
Tahun : 2012
Judul : Pengambilan minyak biji kemiri (aleurites moluccana, wild) melalui ekstraksidengan menggunakan soxhlet
Edisi :
Imprint : Surakarta - F. Teknik - 2012
Program Studi : D-3 Teknik Kimia Produksi
Kolasi :
Sumber : UNS-F. Teknik Prog D III Teknik Kimia- I8309030-2012
Kata Kunci :
Jenis Dokumen : Laporan Tugas Akhir (D III)
ISSN :
ISBN :
Link DOI / Jurnal : -
Status : Public
Pembimbing : 1. YC. Danarto S.T.,M.T
Penguji :
Catatan Umum :
Fakultas : Fak. Teknik
×
File : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.