Penulis Utama : Sigid Yuniyanto
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP :
Tahun : 2004
Judul : Pengaruh PDB, nilai kurs rupiah, PMA, PMDN, dan cadangan devisa terhadap permintaan impor Indonesia jangka pendek dan jangka panjang (1984.I-2002.IV)
Edisi :
Imprint : Surakarta - Universitas Sebelas Maret - 2004
Kolasi :
Sumber : UNS-Fak. Ekonomi NIM.F0100062-2004
Subyek : PERDAGANGAN INTERNASIONAL
Jenis Dokumen :
ISSN :
ISBN :
Abstrak :

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah PDB, Kurs, PMA, PMDN, dan Cadangan Devisa berpengaruh terhadap permintaan impor Indonesia. Penelitian ini merupakan analisis data sekunder. Data yang digunakan adalah data deret waktu (time series) dari tahun 1984 kuartal I sampai tahun 2002 kuartal IV. Alat analisis yang digunakan adalah model dinamis Partial Adjustment Model (PAM), dimana permintaan impor sebagai variabel dependen dan PDB, Kurs, PMA, PMDN, dan Cadangan Devisa (CD) sebagai variabel independen. Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : PDB, Kurs, PMA, PMDN, dan Cadangan Devisa (CD) berpengaruh positif terhadap permintaan impor Indonesia dalam jangka pendek dan jangka panjang.

            Berdasarkan uji Partial Adjustment Model (PAM) bahwa dalam jangka pendek semua variabel, yaitu : PDB, Kurs, PMA, PMDN, dan CD secara bersama-sama berpengaruh secara signifikan terhadap permintaan impor Indonesia. Tetapi secara parsial, hanya variabel Kurs, PMA, PDB, dan CD yang berpengaruh secara signifikan terhadap permintaan impor Indonesia. Besarnya permintaan impor sebesar 1,434 juta US dollar tanpa dipengaruhi oleh PDB, Kurs, PMA, PMDN, dan CD. Jika PDB naik 1%, maka permintaan impor akan naik sebesar 0,038%. Permintaan impor akan naik sebesar 0,084% apabila Kurs menguat sebesar 1%. Permintaan impor akan naik sebesar 0,069% dan 0,024% apabila PMA dan PMDN masing-masing naik sebesar 1%. Demikian juga permintaan impor akan naik sebesar 0,179%, jika Cadangan Devisa naik
sebesar 1%.

            Pengujian dengan model PAM menunjukan besarnya koefisien penyesuaian adalah sebesar =(1 – 0,588) =0,412. Hal ini menunjukan bahwa 41,2% merupakan perbedaan antara permintaan impor yang sebenarnya dengan permintaan impor yang diinginkan tercapai dalam satu periode. Dengan nilai koefisien ini menunjukan bahwa dalam jangka panjang masing-masing koefisien lebih besar dibanding koefisien dalam jangka pendek. Permintaan impor dalam jangka panjang adalah 3,483 Juta US dollar tanpa dipengaruhi PDB, Kurs, PMA, PMDN, dan Cadangan Devisa. Nilai koefisien elastisitas jangka panjang masing-masing variabel adalah : PDB = 0,092 (inelastis), Kurs = 0,205 (inelastis),
PMA = 0,169 (inelastis), PMDN = 0,057 (inelastis), dan CD = 0,437 (inelastis).

            Saran yang diberikan dalam penelitian ini antara lain pemerintah harus tetap memberikan kemudahan impor khususnya terhadap input industri (bahan baku dan barang modal) yang belum dapat diproduksi di dalam negeri, sementara  barang-barang tersebut sangat diperlukan guna mendukung perekonomian nasional. Pemerintah juga harus terus menjaga kestabilan kurs rupiah untuk memperlancar arus perdagangan khususnya untuk menunjang ketersediaan input impor di dalam negeri. Seiring dengan itu pemerintah juga harus mampu menumbuh kembangkan industri penyedia bahan baku dan barang modal substitusi impor, sehingga ketergantungan terhadap input impor semakin kecil. Dampak selanjutnya dari impor yang terkendali adalah mantapnya posisi cadangan devisa dan terjaganya kondisi neraca perdagangan internasional Indonesia.

File Dokumen :

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: page/dok_detail.php

Line Number: 147

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: page/dok_detail.php

Line Number: 148

abstrak.pdf
Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
File Jurnal : -
Status : Non Public
Pembimbing :
Catatan Umum :
Fakultas : Fak. Ekonomi dan Bisnis