Penulis Utama : Aulia Agung Sanubari
NIM / NIP : G0009033
× Latar Belakang: Kunyit (Curcuma domestica) dan Temulawak (Curcuma xanthorrhiza) mengandung curcumin dan pada temulawak juga mengandung xanthorrhizol yang diduga dapat melindungi ginjal dari radikal bebas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan efek nefroprotektor kunyit, temulawak, dan kombinasinya terhadap sel ginjal mencit (Mus musculus) yang diinduksi parasetamol. Metode Penelitian: Penelitian ini bersifat eksperimental laboratorik dengan post test only controlled group design. Sampel berupa 30 mencit jantan, galur Swiss webster berumur 2-3 bulan dengan berat badan +20 g. Sampel mencit dibagi dalam 5 kelompok secara random, masing-masing kelompok terdiri dari 6 ekor mencit. Teknik sampling yang dipakai adalah incidental sampling. KK (-) dan KK (+) diberi akuades selama 14 hari. KP1 diberi ekstrak kunyit dosis 2,8 mg/20g BB mencit, KP2 diberi ekstrak temulawak dosis 14 mg/20g BB mencit, dan KP3 diberi kombinasi ekstrak kunyit dosis 2,8 mg/20g BB mencit dan ekstrak temulawak dosis 14 mg/20g BB mencit selama 14 hari. Parasetamol diberikan pada kelompok KK (+), KP1, KP2, dan KP3 pada hari ke-12, 13, dan 14. Hari ke-15, mencit dikorbankan dan ginjal mencit dibuat preparat dengan metode blok parafin dan pengecatan HE. Gambaran histologis sel ginjal dinilai berdasarkan penjumlahan inti sel piknosis, karioreksis, dan kariolisis. Data dianalisis menggunakan uji Kruskall-Wallis (a = 0,05) dan dilanjutkan uji Mann-Whitney (a = 0,05). Hasil Penelitian: Mean KK(-) : 10,33±1,40, KK(+) : 25,88±3,19, KP1 : 15±2,37, KP2 : 11,58±2,33, dan KP3 : 13±1,92. Hasil analisis data secara statistik menunjukkan adanya perbedaan nilai yang bermakna dari rerata kerusakan sel ginjal antara KK (-) – KK (+), KK (-) – KP2, KK (+) – KP1, KK (+) – KP2, KP1 – KP2, dan perbedaan tidak bermakna antara KK(-) – KP2. Simpulan: Terdapat perbedaan pemberian ekstrak kunyit, ekstrak temulawak, maupun kombinasinya dalam mengurangi kerusakan histologis sel ginjal mencit akibat paparan dari parasetamol, dan ekstrak temulawak dengan dosis 14 mg/20g BB mencit mempunyai efek yang lebih baik dibanding ekstrak kunyit maupun kombinasi ekstrak kunyit dan temulawak.
×
Penulis Utama : Aulia Agung Sanubari
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP : G0009033
Tahun : 2013
Judul : Perbedaan Pengaruh Nefroprotektor Ekstrak Kunyit (Curcuma Domestica), Ekstrak Temulawak (Curcuma Xanthorrhiza), Dan Kombinasinya Terhadap Kerusakan Histologis Sel Ginjal Mencit (Mus Musculus) Yang Diinduksi Parasetamol
Edisi :
Imprint : Surakarta - F. Kedokteran - 2013
Program Studi : S-1 Pendidikan Dokter
Kolasi :
Sumber : UNS-F. Kedokteran Jur. Kedokteran - G.0009033-2013
Kata Kunci :
Jenis Dokumen : Skripsi
ISSN :
ISBN :
Link DOI / Jurnal : -
Status : Public
Pembimbing : 1. Muthmainah, dr., M.Kes,
2. Isdaryanto, dr., MARS,
Penguji :
Catatan Umum :
Fakultas : Fak. Kedokteran
×
File : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.