Penulis Utama : Marinda Lejar Penggalih
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP :
Tahun : 2006
Judul : Analisis sosial ekonomi pembatik di kecamatan Masaran Kabupaten Sragen tahun 2006 (studi kasus: desa Pilang dan desa Kliwonan)
Edisi :
Imprint : Surakarta - Fak. Ekonomi - 2006
Kolasi : xvii, 85 hal
Sumber : UNS-Fak. Ekonomi Jur. Ekonomi Pembangunan NIM. F0102005
Subyek : KEADAAN EKONOMI SOSIAL
Jenis Dokumen : Skripsi
ISSN :
ISBN :
Abstrak :

Adapun tujuan penelitian ini adalah: (1) untuk mengetahui bagaimana karakteristik pembatik yang meliputi umur, jenis kelamin, status kawin, pendidikan, pengalaman kerja, jenis pekerjaan, hasil per hari, jam kerja, upah, insentif tahunan, dan sumber keahlian, (2) untuk mengetahui apakah ada. atau asosiasi antara upah dan jam kerja pembatik, (3) untuk mengetahui apakah ada hubungan atau asosiasi antara upah dan jenis kelamin pembatik, (4) untuk mengetahui apakah ada hubungan atau asosiasi antara upah dan jenis pekerjaan pembatik, (5) untuk mengetahui apakah ada hubungan atau asosiasi antara upah dan umur pembatik. (6) untuk mengetahui apakah pendapatan per bulan pembatik di bawah UMK Sragen tahun 2006.

Penelitian ini menguji hipotesis (1) terdapat hubungan atau asosiasi antara upah dan jam kerja, (2) terdapat hubungan atau asosiasi antara upah dan jenis kelamin, (3) terdapat hubungan atau asosiasi antara upah dan jenis pekerjaan, (4) terdapat hubungan atau asosiasi antara upah dan umur.

Data diambil dari dua desa yang terdapat di Kecamatan Masaran, yaitu Desa Pilang dan Desa Kliwonan. Desa Pilang dan Desa Kliwonan merupakan sentra dari industri batik di Kecamatan Masaran. Sampel yang diambil sejumlah 100 responden dari dua desa secara acak (Simple Random Sampling).Untuk mengetahui apakah hasil pengamatan sesuai dengan teori, digunakan contingency table yang digunakan untuk menghitung hubungan antar variabel yang datanya berbentuk nominal. Teknik ini mempunyai kaitan erat dengan Chi-Square/ Chi-Kuadrat.

            Berdasarkan pengolahan data dengan menggunakan Chi square, upah mempunyai hubungan yang signifikan dengan jam kerja pembatik.Upah mempunyai hubungan yang signifikan dengan jenis kelamin pembatik. Upah mempunyai hubungan yang signifikan dengan jenis pekerjaan. Upah mempunyai hubungan yang signifikan dengan umur pembatik.

            Berdasarkan hasil penelitian maka disarankan upah para pembatik harus disesuaikan dengan upah minimum kebupaten (UMK) setempat agar kesejahteraan pembatik dapat terjamin.Karena faktor utama dalam membatik adalah keahlian, maka para pengusaha batik diharapkan untuk memfasilitasi para pekerjanya untuk mengikuti kursus-kursus membatik agar keahlian para pembatik dapat meningkat sehingga dapat meningkatkan kualitas dari batik itu sendiri.Bagi perusahaan agar menghilangkan diskriminasi antara pembatik laki-laki dan pembatik perempuan dalam hal pemberian upah, yang mana terdapat perbedaan yang sangat jauh antara upah yang diterima pembatik laki-laki dengan upah yang diterima pembatik perempuan.

File Dokumen : Tidak ada file dalam dokumen ini.
File Jurnal : -
Status : Public
Pembimbing : 1. Drs. Sutomo, MS
Catatan Umum :
Fakultas : Fak. Ekonomi dan Bisnis