Penulis Utama : Dyah Septiana
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP :
Tahun : 2007
Judul : Analisis penerapan kerangka kebijakan pertargetan inflasi di Indonesia dengan menggunakan pendekatan new keynesian
Edisi :
Imprint : Surakarta - F. Ekonomi - 2007
Kolasi : xv, 91 hal.
Sumber : UNS-F. Ekonomi Jur. Ekonomi pembangunan-F.0103004-2007
Subyek : INFLASI
Jenis Dokumen : Skripsi
ISSN :
ISBN :
Abstrak : ABSTRAK Kerangka kebijakan penargetan inflasi yang berkembang berdasarkan pendekatan New Keynesian akhir-akhir ini menggeser kebijakan yang menggunakan pendekatan monetaris, karena pendekatan Monetaris dirasa kurang mampu membaca perkembangan perekonomian. Berdasarkan penelitian Agung, et al, 2002, output gap yang merupakan variabel Keynesian memiliki informasi yang signifikan terhadap inflasi. Namun disisi lain, penelitian yang dilakukan oleh Ramakrishnan dan Vamvakidis: 2002 menyatakan sebaliknya yaitu bahwa variabel-variabel Moneteris (nilai tukar, inflasi luar negeri, dan pertumbuhan uang beredar) berpengaruh kuat terhadap inflasi dan variabel-variabel Keynesian (output gap dan suku bunga PUAB) justru tidak berpengaruh terhadap inflasi. Permasalahan yang diangkat adalah lebih kuat mana antara variabel New Keynesian (output gap) dengan variabel Monetaris (M2/uang beredar dalam arti luas) dalam mempengaruhi inflasi di Indonesia sebelum dan setelah diterapkannya kerangka kebijakan penargetan inflasi. Berdasarkan permasalahan tersebut maka hipotesis yang diajukan adalah: variabel output gap berpengaruh lebih kuat terhadap inflasi dibandingkan dengan variabel M2 baik itu sebelum maupun setelah penerapan kerangka kebijakan penargetan inflasi di Indonesia. Penelitian ini menggunakan model estimasi Vector Autoregressions (VAR) untuk menguji kebenaran hipotesis tersebut. Selain itu, pengujian disertai dengan uji statistik (uji t, uji F, dan uji Goodness of Fit). Berdasarkan hasil uji dengan VAR menunjukkan bahwa variabel output gap memiliki pengaruh yang lebih kuat dibandingkan dengan variabel M2 (uang beredar) terhadap inflasi baik itu sebelum maupun sesudah penerapan kerangka kebijakan penargetan inflasi di Indonesia. Namun M2 (uang beredar) mampu mempengaruhi inflasi dalam waktu yang lebih lama dibanding output gap. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan, maka dapat diajukan beberapa saran, antara lain: (1) tetap menerapkan kerangka kebijakan penargetan inflasi dengan pendekatan New Keynesian. (2) tidak mengabaikan peran jumlah uang beredar dalam penerapan kerangka kebijakan penargetan inflasi. Keyword: Penargetan inflasi, Pendekatan New Keynesian, Pendekatan Monetaris, Output gap, M2, dan VAR.
File Dokumen : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
File Jurnal : -
Status : Public
Pembimbing : 1. Lukman Hakim, SE. MSi
Catatan Umum : 6341/2007
Fakultas : Fak. Ekonomi dan Bisnis