Penulis Utama : Didit Dwi Yuliyanto
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP :
Tahun : 2006
Judul : Mekanisme penerbitan PEB(Pemberitahuan Ekspor Barang)dengan sistem penerbitan yang tersedia di kantor pelayanan bea dan cukai tipe A Surakarta
Edisi :
Imprint : Surakarta - F. Ekonomi - 2006
Kolasi :
Sumber : UNS-F. Ekonomi Program DIII Jur. Bisnis Internasional-F.3103057-2006
Subyek : PENERBITAN BEP
Jenis Dokumen : Laporan Tugas Akhir (D III)
ISSN :
ISBN :
Abstrak : ABSTRAK Penulisan tugas akhir ini dimaksudkan untuk mengetahui bagaimana mekanisme penerbitan Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB) dengan sistem yang tersedia di Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Tipe A Surakarta. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif. Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dari hasil wawancara dan observasi dengan pihak-pihak yang terkait dengan kegiatan ekspor impor terutama Bagian Kepabeanan. Data sekunder berupa data pendukung yang berasal dari sumber lain seperti buku tentang Teknik Kepabeanan, Mekanisme Ekspor, Tata laksana Kepabeanan dibidang Ekspor, serta pustaka lain yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan mekanisme penerbitan PEB Biasa atau disebut PEB non KITE, lebih mudah dibandingkan bila menggunakan PEB KITE. Perbedaan keduanya terletak pada kewajiban sebelum dan sesudah ekspornya terealisasi. Dua sistem yang tersedia di KPBC Tipe A Surakarta sistem disket dan dengan formulir. Dimana kedua sistem tersebut yang tersedia di KPBC Tipe A Surakarta. Sedangkan sistem lain namun tidak terdapat di KPBC Tipe A Surakarta adalah sistem PDE, sistem ini memberikan kemudahan bagi Eksportir dan Pejabat Bea dan Cukai. Tata kerja pembetulan data PEB dibagi menjadi dua (2) diantaranya pembetulan data PEB mengenai jenis dan/atau jumlah dan/atau harga barang dan pembetulan data PEB selain mengenai jenis dan/atau jumlah dan/atau harga barang. Kewajiban eksportir sebelum ekspornya terealisasi antara lain: perjanjian untuk mendapatkan Nomor Induk Perusahaan (NIPER), pengajuan permohonan untuk memperoleh pembebasan bea masuk dan/atau cukai serta PPN dan PPnBM tidak dipungut, menyerahkan jaminan sejumlah bea masuk dan/atau cukai yang terutang dan mengeluarkan barang impornya dari Kawasan Pabean untuk diproses lebih lanjut. Sedangkan kewajiban eksportir setelah realisasi ekspor adalah melakukan pertangguangjawaban atas realisasi ekspor barangnya. Saran yang diberikan kepada pihak KPBC Tipe A Surakarta agar lebih meningkatkan pelayanan kepada seluruh eksportir. Dua sistem penerbitan yang tersedia di KPBC Tipe A Surakarta dirasa kurang efektif sehingga disarankan agar tersedia juga sistem PDE. Dalam pembetulan data PEB jika terjadi kekeliruan diharapkan agar eksportir dan petugas lebih meningkatkan kinerjanya sehingga kekeliruan itu tidak terulang. Eksportir juga harus bisa memanfaatkan fasilitas KITE agar memperoleh keuntungan lebih.
File Dokumen : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
File Jurnal : -
Status : Public
Pembimbing : 1. Dra. Yunastiti.P. MP
Catatan Umum : 2122/2006
Fakultas : Fak. Ekonomi dan Bisnis