Penulis Utama : Daru Cahya Wibawa
Penulis Tambahan : 1.
2.
NIM / NIP : D.0208046
Tahun : 2013
Judul : Korupsi Dalam Film (Studi Analisis Wacana Bentuk Korupsi, Pelaku Korupsi Dan Pendidikan Anti Korupsi Dalam Film Kita Versus Korupsi)
Edisi :
Imprint : Surakarta - FISIP - 2013
Kolasi :
Sumber : UNS-FISIP Prodi. Ilmu Komunikasi-D.0208046-2013
Subyek : KORUPSI
Jenis Dokumen : Skripsi
ISSN :
ISBN :
Abstrak : Korupsi menjadi sebuah bentuk penyimpangan yang tidak hanya berlangsung pada ranah kekuasaan untuk mencari keuntungan materi, namun juga dalam bentuk penyimpangan kepercayaan yang ada pada setiap orang. Gejala sosial dalam masyarakat seperti inilah yang ditangkap oleh media sebagai wacana yang dirasa perlu disosialisasikan. Film merupakan salah satu media massa yang dapat menjadi agen perubahan, yaitu menanamkan mental dan semangat anti korupsi terhadap generasi muda. Secara umum, penelitian ini untuk mengetahui bagaimana Film “Kita Versus Korupsi” merepresentasikan wacana korupsi. Secara khusus, penelitian ini untuk mengetahui wacana bentuk korupsi, pelaku korupsi dan pendidikan anti korupsi baik secara internal maupun eksternal. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan analisis wacana. Teknik pengumpulan data melalui pemilihan beberapa scene yang menggambarkan bentuk korupsi, pelaku korupsi dan pendidikan anti korupsi dalam Film “Kita Versus Korupsi”. Setelah itu penulis menganalisis dengan menggunakan model analisis wacana Halliday dengan menekankan pada pelibat, medan, dan mode wacana. Penulis melakukan pengamatan terhadap topik yang muncul dari dialog, visualisasi gambar dan tokoh dalam film pada setiap scene. Kesimpulan yang dapat diambil dari empat rangkaian cerita dalam Film “Kita Versus Korupsi” adalah film tersebut menggambarkan praktik-praktik korupsi yang terjadi di kalangan masyarakat ini sudah membudaya dan menjadi tradisi, seperti menggunakan jasa calo ataupun memberikan “uang damai kepada polisi dan menganggap perbuatan itu seperti tindakan yang lumrah dan biasa terjadi di masyarakat. Korupsi tidak hanya menjadi milik pejabat pemerintah, tetapi juga sektor swasta, perseorangan bahkan lembaga pendidikan. Pemaknaan korupsi sendiri tidak harus kepada perilaku pejabat dengan melanggar hukum dan norma yang merugikan negara hingga miliaran rupiah. Korupsi juga di asosiasikan kepada perilaku seseorang yang merugikan orang lain meskipun keuntungan yang dia dapat relatif kecil, misal hanya ribuan rupiah saja. Selain mengangkat wacana bentuk dan pelaku korupsi yang sering dijumpai dalam realitas kehidupan masyarakat seperti penyuapan, penggelembungan dana ataupun penyalahgunaan jabatan, Film “Kita Versus Korupsi” juga menyajikan pendidikan anti korupsi. Keempat rangkaian film itu memiliki persamaan yakni pencegahan korupsi harus dimulai dari dalam diri sendiri dengan mengamalkan nilai-nilai dan prinsip anti korupsi.
File Dokumen : abstrak.pdf
Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
DARU CAHYA W.0018.JPG
Cover.pdf
Bab 1.pdf
Bab 2.pdf
Bab 3.pdf
Bab 4.pdf
File Jurnal : -
Status : Public
Pembimbing : 1. Triana Rejekiningsih, SH. KN. M.Pd
Catatan Umum :
Fakultas : Fak. ISIP