Penulis Utama : Yuliana Kartikasari
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP :
Tahun : 2007
Judul : Analisis deskriptif dan perencanaan tenaga di kota Surakarta
Edisi :
Imprint : Surakarta - F. Ekonomi - 2007
Kolasi : XVIII, 170 hal.
Sumber : UNS-F. Ekonomi Jur. Ekonomi Pembangunan-F.0103101-2007
Subyek : TENAGA KERJA
Jenis Dokumen : Skripsi
ISSN :
ISBN :
Abstrak : ABSTRAK Masalah yang hendak dicari jawaban dalam penelitian ini yakni: 1.Bagaimana kondisi ketenagakerjaan Kota Surakarta, 2.Apa tipologi Kota Surakarta, 3.Bagaimana perkiraan perencanaan tenaga kerja Kota Surakarta. Sejalan dengan masalah di atas, maka penelitian ini dilakukan dengan menggunakan analisis deskriptif untuk menjawab bagaimana kondisi ketenagakerjaan di Kota Surakarta. Tipologi Kota Surakarta dicari dengan metode rasio proporsi PDB/PDRB dan proporsi tenaga kerja nasional/kabupaten atau kota. Sedangkan untuk mengetahui persediaan tenaga kerja digunakan metode ekstrapolasi, dan untuk mengetahui kebutuhan tenaga kerja digunakan metode regresi simultan (Simple E). Hasil analisis menunjukkan: 1.Pada tahun 2000-2005, share penduduk paling banyak adalah kelompok usia produktif sebesar 65,31%; angkatan kerja pada tahun 2000 sebanyak 228.926 orang naik 5,36% menjadi 241.192 orang pada tahun 2005; TPAK berkisar 56,7% dan TPT 9,89%; sektor industri, perdagangan dan jasa paling dominan dalam penciptaan kesempatan kerja yaitu 85,52% dari totalnya; produktivitas sektor listrik, keuangan, dan bangunan paling tinggi yaitu 150,86, 86,64, dan 62,43 juta rupiah per orang; jumlah pengagguran terbuka naik 95,03% pada tahun 2005 menjadi 26.196 orang; UMK Surakarta tahun 1998-2005 selalu mengalami kenaikan yaitu berkisar antara 22,83%; jumlah tenaga kerja yang mampu ditempatkan jumlahnya selalu mengalami penurunan, penempatan tenaga kerja program AKL, AKAD, dan AKAN didominasi oleh lulusan SLTA, pekerja formal>informal yaitu 63:37; organisasi pekerja paling banyak terdapat di sektor industri pengolahan dengan jumlah anggota 4.039 pekerja pada tahun 2005; jumlah perusahaan yang mempunyai sarana K3 hanya 60 perusahaan dan terdapat di 4 sektor saja; 2.Baik pada tahun 2000 maupun 2005, Kota Surakarta bertipologi jasa, dimana sektor jasa terdapat di kuadran I, yang berarti baik PDRB maupun penyerapan tenaga kerja Kota Surakarta>nasional; 3.jumlah penduduk pada tahun 2006 diperkirakan 541.436 jiwa, dimana 85,96%-nya (465.435 orang) adalah tenaga kerja dan 255.394 orang adalah angkatan kerja; sedangkan pada akhir proyeksi yaitu tahun 2010 jumlah penduduk diperkirakan 569.919 jiwa, dimana 88,08%-nya (495.051 orang) adalah tenaga kerja dan 273.134 orang adalah angkatan kerja; PDRB diperkirakan mengalami kenaikan dari 4.036,637 milyar rupiah pada 2006 menjadi 4.414,112 milyar rupiah pada 2010; penyerapan tenaga kerja juga diperkirakan naik, yaitu dari 242.227 orang pada 2006 menjadi 251.711 orang pada 2010; sehingga diperoleh angka pengagguran yaitu 13.167 orang pada 2006 manjadi 21.423 pada 2010. Mengacu pada hasil analisis maka diajukan beberapa saran: meningkatkan sarana pelatihan dan peningkatan ketrampilan, pemberdayaan pengusaha lokal, menigkatkan sosialisasi hubungan industrial, meningkatkan efektifitas sarana K3, dan meningkatkan realisasi penerapan upah yang layak sesuai dengan KHMnya. Keyword : Analisis deskriptif, Tipologi, Simple E
File Dokumen : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
File Jurnal : -
Status : Public
Pembimbing : 1. Drs. Sutomo, MS
Catatan Umum : 6345/2007
Fakultas : Fak. Ekonomi dan Bisnis