Penulis Utama : Septian Dwi Nugroho
Penulis Tambahan : 1.
2.
NIM / NIP : F.3510060
Tahun : 2013
Judul : Analisis Layout Untuk Meningkatkan Efisiensi Dan Efektifitas Proses Produksi Pada Pt. Rumpun Sari Kemuning 1 Karanganyar
Edisi :
Imprint : Surakarta - F. Ekonomi - 2013
Kolasi :
Sumber : UNS-F. Ekonomi Prog. D III Manajemen Bisnis-F.3510060-2013
Subyek : LAYOUT
Jenis Dokumen : Skripsi
ISSN :
ISBN :
Abstrak : Pengaturan tata letak fasilitas produksi merupakan hal yang sangat penting bagi perusahaan untuk mendapatkan hasil yang optimal. Penulis melakukan penelitian pada PT. Rumpun Sari Kemuning 1 Karanganyar yang bergerak dalam bidang pengolahan teh hijau. Dalam hal ini perusahaan menghasilkan bahan setengah jadi untuk disetorkan pada pabrik pusat/konsumen. Tujuan dalam penelitian ini adalah mengetahui sistem layout dalam proses produksi, mengetahui efisiensi dan efektifitas layout proses produksi. Selain itu tujuan lain adalah mengetahui fungsi layout terhadap kelancaran proses produksi pada PT. Rumpun Sari Kemuning 1 Karanganyar. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, studi pustaka dan teknik analisis data. Dari analisis yang dilakukan penulis pada proses produksi teh hijau di PT. Rumpun Sari Kemuning 1, menggunakan layout produk atau (layout garis) dapat dikelompokkan menjadi enam stasiun kerja. A meliputi stasiun kerja pertama, B-C meliputi stasiun kerja ke dua, D-E meliputi stasiun kerja ke tiga, F-G meliputi stasiun kerja ke empat, H-I meliputi stasiun kerja ke lima dan terakhir stasiun kerja yang keenam meliputi J. Pada proses produksi di PT. Rumpun Sari Kemuning 1 dengan menggunakan siklus kerja waktu 96 menit, kapasitas maksimum yang dapat dicapai perusahaan dengan prosentase penundaan30,55 %, efisiensi produksi 69,45 % dan efektifitasnya sebesar 100 %, output yang dicapai 5 proses per hari. Sedangkan menggunakan siklus kerja 126 menit prosentase penundaan 47,08 %, efisiensi produksi 53,92 % dan efektifitasnya sebesar 80 %, output yang dicapai 4 proses per hari. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa dengan menggunakan siklus kerja 96 menit akan jauh lebih efektif dan efisien dari pada menggunakan siklus kerja 126 menit. Proses produksi yang telah tertata dengan baik, diharapkan dapat menyelesaikan produk tepat pada waktunya dan dengan biaya yang minimum. Saran penulis dengan melihat hasil perhitungan dari metode diatas adalah sebaiknya perusahaan menggunakan siklus kerja yang terkecil agar efektifitas dan efisiensi dapat tercapai dan hendaknya perusahaan selalu memantau kinerja setiap stasiun kerja agar proses produksinya tetap berjalan dengan lancar.
File Dokumen : abstrak.pdf
Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
cover.pdf
bab 1.pdf
bab 2.pdf
bab 3.pdf
bab 4.pdf
IMAGE00040001.JPG
File Jurnal : -
Status : Public
Pembimbing :
Catatan Umum :
Fakultas : Fak. Ekonomi dan Bisnis