Penulis Utama : Shibghatullah Muhammady
Penulis Tambahan : 1.
2.
NIM / NIP : M.0209050
Tahun : 2013
Judul : Simulasi Mikromagnetik Magnetisasi Reversal Pada Nano-Partikel Magnetik Permalloy
Edisi :
Imprint : Surakarta - F. MIPA - 2013
Kolasi :
Sumber : UNS-F. MIPA Jur. Fisika-M.0209050-2013
Subyek : MAGNETIK PERMALLOY
Jenis Dokumen : Skripsi
ISSN :
ISBN :
Abstrak : Simulasi mikromagnetik digunakan untuk mengamati tipe nukleasi pada proses magnetisasi reversal nano-partikel permalloy dengan polarisasi magnetik seragam. Sebuah medan eksternal diterapkan pada nanopertikel dengan arah berlawanan dengan orientasi magnetisasi. Kemudian, medan eksternal tersebut ditingkatkan secara linier terhadap lama waktu sapuan medan eksternal tersebut. Evaluasi mekanisme reversal dilakukan untuk variasi waktu sapuan, variasi redaman Gilbert (α), variasi konstanta tukar (A), variasi ukuran nano-partikel, variasi ketebalan nano-partikel, dan variasi sudut antara orientasi medan eksternal dengan orientasi magnetisasi awal. Hasil simulasi menunjukkan bahwa energi aktivasi (Ea) dan medan reversal (Hsw) menurun secara eksponensial terhadap waktu dengan dominasi Neel wall pada tipe nukleasinya. Hasil variasi α menunjukkan ketergantungan Hsw yang linier terhadap α, berbeda dengan Ea yang cenderung turun. Pasangan vorteks muncul dengan waktu nukleasi yang berbeda. Variasi konstanta tukar menghasilkan kecenderungan Ea dan Hsw yang linier terhadap A. Tipe nukleasinya didominasi dengan konfigurasi pasangan vorteks dengan waktu kemunculan yang berbeda. Variasi sudut memberikan nilai minimum Ea dan Hsw pada sudut 200 – 300. Konfigurasi vorteks muncul sebelum sudut 500. Berkaitan dimensi, variasi ukuran memberikan suatu kondisi maksimum, baik Ea maupun Hsw pada ukuran nano partikel 40 nm saat konfigurasi vorteks mulai muncul. Untuk variasi ketebalan, Ea mempunyai nilai maksimum ~2,6 × 106 erg berbeda dengan Hsw yang turun setelah melewati nilai puncak ~4 kOe. Konfigurasi vorteks dan antivorteks muncul pada ketebalan 30 nm dan 60 nm dengan kondisi yang berbeda baik waktu nukleasi keduanya maupun formasi keduanya.Pada ketebalan 30 nm, vorteks dan antivorteks muncul secara berurutan. Akan tetapi, pada ketebalan 60 nm, vorteks dan antivorteks muncul bersamaan membentuk pasangan vorteks-antivorteks pada rentang waktu tertentu.
File Dokumen : abstrak.pdf
Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
bab 1.pdf
bab 2.pdf
bab 3.pdf
bab 4.pdf
bab 5.pdf
IMAGE0014.JPG
sampul.pdf
File Jurnal : -
Status : Public
Pembimbing : 1. 1. Dr. Eng. Budi Purnama, S. Si, M. Si
2. Drs. Suharyana, M. Sc
Catatan Umum :
Fakultas : Fak. MIPA