Penulis Utama : Isna Yuliana
NIM / NIP : H0509035
× Pemanfaatan singkong karet di Indonesia umumnya hanya diambil daunnya sebagai sayuran. Sedangkan umbi singkong karet jarang dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari karena rasanya yang pahit. Singkong karet memiliki ukuran umbi yang besar sehingga cukup potensial untuk digunakan sebagai pakan ternak karena tidak dimanfaatkan oleh manusia. Ditinjau dari segi kandungan nutrisi, singkong karet mempunyai kandungan karbohidrat yang tinggi sehingga cukup baik sebagai pakan sumber energi. Selain mengandung karbohidrat, singkong karet juga mengandung racun yang disebut sianida. Asam sianida adalah racun yang dapat menghambat kerja enzim pernafasan sehingga terjadi gangguan pernafasan yang dapat menyebabkan sakit sampai kematian. Oleh karena itu, maka dibutuhkan suatu teknologi pengolahan pakan agar ternak yang mengkonsumsi singkong karet tidak mengalami keracunan hingga akut. Metode ini yakni penggunaan bahan penyerap abu seperti abu kayu. Singkong karet yang telah didetoksifikasi diharapkan dapat menggantikan onggok sebagai bahan campuran konsentrat. Pemanfaatan singkong karet yang telah didetoksifikasi dapat diketahui dengan uji kualitas biologis yakni dari nilai kecernaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai nutrisi singkong karet yang telah didetoksifikasi dengan bahan penyerap abu, dilihat dari nilai kecernaan dan fermentabilitas serta level optimal penggunaan singkong karet sebagai pengganti onggok dalam ransum sapi secara in vitro. Penelitian ini menggunakan rumput raja, konsentrat, onggok dan singkong karet. Konsentrat tersusun dari bekatul, bungkil kedelai, bungkil sawit, polard dan premix. Rancangan percobaan yang digunakan yaitu Rancangan Acak Lengkap pola searah dengan 3 perlakuan dan 6 ulangan secara duplo. Perlakuan yang diberikan yaitu P1= Hijauan 60%+Konsentrat 32%+Onggok 8%+Singkong 0%, P2= Hijauan 60%+Konsentrat 32%+Onggok 4%+Singkong 4% dan P3= Hijauan 60%+Konsentrat 32%+Onggok 0%+Singkong 8%. Peubah yang diamati adalah kecernaan bahan kering (KcBK), kecernaan bahan organik (KcBO), produksi VFA dan pH cairan rumen. Hasil penelitian menunjukkan singkong karet yang didetoksifikasi dengan bahan penyerap abu mampu menurunkan asam sianida sebanyak 58,36%. Hasil analisis variansi menunjukkan penggunaan singkong karet berpengaruh tidak nyata terhadap KcBK, KcBO, produksi VFA dan pH cairan rumen. Penggunaan singkong karet sampai level 8% dapat menggantikan onggok dalam ransum sapi sebagai sumber karbohidrat. Kata kunci : singkong karet, detoksifikasi, kecernaan, fermentabilitas, in vitro
×
Penulis Utama : Isna Yuliana
Penulis Tambahan : 1.
2.
NIM / NIP : H0509035
Tahun : 2013
Judul : Evaluasi Nutrisi Singkong Karet (Manihot Glaziovii) Yang Didetoksifikasi Dengan Bahan Penyerap Abu Dalam Ransum Sapi Potong Ditinjau Dari Nilai Kecernaan Dan Fermentabilitas Secara In Vitro
Edisi :
Imprint : Surakarta - F. Pertanian - 2013
Program Studi : S-1 Produksi Ternak
Kolasi :
Sumber : UNS-F. Pertanian Jur. Peternakan- H0509035- 2013
Kata Kunci :
Jenis Dokumen : Skripsi
ISSN :
ISBN :
Link DOI / Jurnal : -
Status : Public
Pembimbing : 1. Wara Pratitis, S.S, S.Pt., M.P
Penguji :
Catatan Umum :
Fakultas : Fak. Pertanian
×
File : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.