Penulis Utama : Dwi Ariani Nila R
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP :
Tahun : 2006
Judul : Pengaruh stres terhadap kepuasan kerja, turnover intention, dan work/non work conflict dengan sikap optimis sebagai variabel moderator ( studi pada karyawan bagian marketing asuransi jiwa bersama bumiputera 1912 Surakarta
Edisi :
Imprint : Surakarta - Fak. Ekonomi - 2006
Kolasi : xiii, 73 hal.
Sumber : UNS-Fak. Ekonomi Jur. Manajemen-F.0202046-2006
Subyek : MOTIVASI PEGAWAI
Jenis Dokumen : Skripsi
ISSN :
ISBN :
Abstrak : ABSTRAK Masalah yang hendak dicari jawabannya dalam penelitian ini adalah menguji pengaruh stres terhadap kepuasan kerja, turnover intention dan work/nonwork conflict yang dimoderasi oleh sikap optimis. Sampel dalam penelitian ini adalah karyawan bagian marketing Asuransi Jiwa Bersama Bumiputera 1912 Surakarta sebanyak 84 karyawan. Tehnik pengambilan sampel dengan cara convenience sampling. Sehubungan dengan masalah tersebut diajukan hipotesis sebagai berikut : Hipotesis 1 menyebutkan stres akan berpengaruh negatif terhadap kepuasan kerja. Hipotesis 2 menyebutkan stres akan berpengaruh positif terhadap turnover intention. Hipotesis 3 menyebutkan stres akan berpengaruh positif terhadap work/nonwork conflict. Hipotesis 4 menyebutkan sikap optimis akan memoderasi pengaruh stres terhadap kepuasan kerja. Hipotesis 5 menyebutkan sikap optimis akan memoderasi pengaruh stres terhadap turnover intention. Hipotesis 6 menyebutkan sikap optimis akan memoderasi pengaruh stres terhadap work/ non work conflict. Alat analisis yang digunakan untuk menguji kesesuaian model dan hipotesis yang diajukan adalah menggunakan metode statistik Hierarchical Regression Analysis dengan bantuan program SPSS 11.0 for Windows. Berdasarkan hasil Hierarchical Regression Analysis, menunjukkan bahwa stres berpengaruh negatif terhadap kepuasan kerja dengan nilai t sebesar – 5,295 dan taraf signifikansi 0,000. Sikap optimis memoderasi hubungan antara stres dan kepuasan kerja dengan nilai t sebesar 2,705 dan taraf signifikansi 0,008. Stres berpengaruh positif terhadap turnover intention dengan nilai t sebesar 8,210 dan taraf signifikansi 0,000. Sikap optimis memoderasi hubungan antara stres dan turnover intention dengan nilai t sebesar -2,421 dan signifikansi 0,018. Sementara stres juga berpengaruh positif terhadap work/nonwork conflict dengan nilai t sebesar 7,374 dan signifikansi 0,000. Sikap optimis memoderasi hubungan antara stres dan work/nonwork conflict dengan nilai t sebesar -2,648 dan signifikansi 0,010. Dari bukti-bukti tersebut dapat disimpulkan bahwa stres berpengaruh negatif terhadap kepuasan kerja, stres berpengaruh positif terhadap turnover intention, stres berpengaruh positif terhadap work/nonwork conflict, dan sikap optimis memoderasi pengaruh stres terhadap kepuasan kerja, turnover intention dan work/nonwork conflict terbukti dalam penelitian ini. Berdasarkan hasil analisis ini, maka saran yang dapat diberikan adalah perusahaan hendaknya meningkatkan sikap optimis karyawan dengan memberikan kenyamanan dan pemberian keleluasaan dalam mengungkapkan hambatan dan kesulitan dalam menjalankan pekerjaannya.
File Dokumen : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
File Jurnal : -
Status : Public
Pembimbing : 1. Intan Novela QA., SE, Msi
Catatan Umum : 3106/2007
Fakultas : Fak. Ekonomi dan Bisnis