Penulis Utama : Yusuf Arie Pratama
Penulis Tambahan : 1.
2.
NIM / NIP : C.0505053
Tahun : 2013
Judul : Pembangunan pedesaan pada masa mangkunegara vii (studi kasus desa pertanian di Wonogiri Tahun 1916-1944)
Edisi :
Imprint : Surakarta - FSSR - 2013
Kolasi :
Sumber : UNS-FSSR Jur. Ilmu Sejarah-C.0505053-2013
Subyek : MANGKUNEGARA VII
Jenis Dokumen : Skripsi
ISSN :
ISBN :
Abstrak : Penelitian ini membahas tentang apa yang melatarbelakangi kebijakan Mangkunegara VII dalam pembangunan pertanian dan dampaknya bagi pedesaan Mangkunegaran, khususnya di wilayah Wonogiri. Penelitian ini menggunakan metode historis dengan teknik pengumpulan data menggunakan heuristik. Data yang diperoleh selanjutnya dikritik secara intern dan ekstern sehingga menghasilkan fakta-fakta historis. Fakta ini dianalisa dan disusun dalam sebuah historiografi. Hasil penelitian menunjukan bahwa pembangunan pada masa pemerintahan Mangkunegara VII mengalami perkembangan dan kemajuan ke arah modernisasi. Jika dilihat dari pemerintahan masa sebelumnya pelaksanaaan pembangunan di Praja Mangkunegaran kurang intensif dilakukan. Pada masa pemerintahan Mangkunegara VII pembangunan infrastruktur nampak nyata dan dilakukan di seluruh wilayah Praja Mangkunegaran. Salah satunya adalah pembangunan yang menitikberatkan pada sektor pertanian, khususnya di daerah pedesaan. Pembangunan pedesaan dipandang sangat penting karena desa merupakan aset utama praja dalam pemenuhan kebutuhan pokok terutama tanaman pangan dan sebagai daerah penghasil bahan baku untuk industri-industri yang dimiliki praja. Pembangunan dilakukan mulai dari memperbaiki sistem irigasi, pengaturan pola tanam, sampai ke peningkatan sarana prasarana pendukungnya. Pembangunan waduk dan saluran irigasi antara tahun 1916-1939 menghabiskan dana f. 2.222.228,71, jalan dan jembatan dianggarkan dana f. 100.000 per tahun, bank desa sebagai tempat menabung dan meminjam uang untuk penambah modal bagi petani mulai merambah daerah pedesaan, pasar desa juga dibangun guna memudahkan terjadinya proses jual beli di pedesaan. Kesimpulan yang dapat diambil adalah kebijakan dalam pembangunan pedesaan yang menghabiskan dana praja yang tidak sedikit, namun membawa dampak yang sangat baik bagi kesejahteraan masyarakat. Wilayah pedesaan khususnya desa-desa di Wonogiri memperoleh dampak positif dari adanya pembangunan tersebut. Pembangunan infrastruktur pendukung membuat hasil pertanian semakin baik dan memudahkan dalam proses pendistribusiannya. Didukung juga dengan dibangunya bank desa dan pasar desa semakin memudahkan petani dalam meminjam modal dan melakukan transaksi jual beli. Pasar desa merupakan pusat kegiatan ekonomi di desa. Dengan berbagai kemudahan yang didapat, maka dengan sendirinya aktifitas ekonomi juga akan berjalan dengan lancar dan menguntungkan masyarakat pedesaan, khususnya bagi para petani.
File Dokumen : abstrak.pdf
Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
HALAMAN JUDUL.pdf
BAB I.pdf
BAB II.pdf
BAB III.pdf
BAB IV.pdf
BAB V.pdf
IMAGE0023.JPG
File Jurnal : -
Status : Public
Pembimbing : 1. Drs. Sri Agus, M.Pd
2. Dra. Sawitri Pri Prabawati, M.Pd.
Catatan Umum :
Fakultas : Fak. Sastra dan Seni Rupa