Penulis Utama : Noverita Tri Asmoro
Penulis Tambahan : 1.
2.
NIM / NIP : H.0709079
Tahun : 2013
Judul : Karakterisasi Pohon Di Pekarangan Pada Beberapa Jenis Tanah Di Sub Das Samin
Edisi :
Imprint : Surakarta - F. Pertanian - 2013
Kolasi :
Sumber : UNS-F. Pertanian Jur. Agroteknologi-Agroteknologi-2013
Subyek : SUB DAS SAMIN
Jenis Dokumen : Skripsi
ISSN :
ISBN :
Abstrak : Budaya memanfaatkan pekarangan telah lama berakar pada masyarakat Indonesia, terutama pada masyarakat pedesaan di daerah Sub DAS Samin Provinsi Jawa Tengah. Potensi tanaman pohon di pekarangan dapat diketahui dengan melihat keanekaragaman dan karakteristik tanaman pohon yang ada di pekarangan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan mengevaluasi karakterisasi pohon di pekarangan pada tiga jenis tanah (Latosol, Mediteran, dan Grumusol) yang mengacu pada kondisi lingkungan fisik pekarangan, serta untuk mengetahui potensi lahan pekarangan untuk budidaya tanaman pohon yang menguntungkan. Penelitian menggunakan metode survei. Unit sampel diambil di daerah Sub DAS Samin pada tiga jenis tanah berbeda, yaitu: Latosol, Mediteran, dan Grumusol. Koordinat sampel pada masing-masig jenis tanah berturut-turut antara 7°38’50,9”-7°39’37,7” S dan 110°58’03,5”-110°58’32,6” T; 7°37’09,’’?7°38’12,3” S dan 110°58’33,6”?110°59’37,3” T; serta 7o38’94,6”-7o39’93,7” S dan 110o48’87,6”-110o49’99,0” T. Pengamatan meliputi kondisi mikroklimat, tingkat kesuburan tanah, inventarisasi pohon, dan habitus pohon (tinggi pohon, tinggi kanopi, luas kanopi, dan diameter batang). Analisis data menggunakan analisis vegetasi, indeks kelimpahan jenis menggunakan Margalef Index (DMg), indeks keanekaragaman jenis menggunakan Shannon-Wiener Index (H’), dan indeks kemerataan jenis menggunakan Evenness index (E). Pada jenis tanah Grumusol memiliki suhu udara lebih tinggi dibandingkan dengan suhu udara pada jenis tanah Latosol dan Mediteran. Kelembaban relatif pada jenis tanah Latosol memiliki nilai rata-rata yang lebih rendah dibandingkan dengan jenis tanah Mediteran dan jenis tanah Grumusol. Terdapat 31 spesies pohon pada jenis tanah Latosol, 39 spesies pohon pada jenis tanah Mediteran dan 28 spesies pohon pada jenis tanah Grumusol. Indeks Nilai Penting (INP) tertinggi pada jenis tanah Latosol, Mediteran dan Grumusol merupakam komoditas yang sama yaitu mangga berturut-turut sebesar 80,47% , 48,32%, dan 123,11. Kelimpahan spesies, keragaman jenis, dan kemerataan jenis tertinggi pada pekarangan dengan jenis tanah Mediteran dan terendah pada jenis tanah Grumusol. R/C ratio menunjukkan sampel pekarangan pada ketiga jenis tanah dapat dikatakan memiliki keuntungan karena R/C ratio >1 yaitu sebesar 8,70/Ha pada pekarangan di tanah Latosol, pada pekarangan di tanah Mediteran sebesar 11,28/Ha, dan pada pekarangan di tanah Grumusol sebesar 10,48/Ha. Biaya untuk pengelolaan pekarangan dengan nominal tertinggi terdapat pada pekarangan di tanah Latosol (Rp 1.276.473,90)/Ha/Tahun, dan terendah terdapat pada pekarangan di tanah Grumusol (Rp 676.155.47)/Ha/Tahun. Pendapatan tertinggi dihasilkan oleh pekarangan di tanah Mediteran (Rp 10.875.111,32)/Ha/Tahun, dan pendapatan terendah dihasilkan oleh pekarangan di tanah Grumusol (Rp 6.851.210,18)/Ha/ Tahun.
File Dokumen : abstrak.pdf
Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
bab 1.pdf
bab 2.pdf
bab 3.pdf
bab 4.pdf
bab 5.pdf
IMAGE0054.JPG
sampul.pdf
File Jurnal : -
Status : Public
Pembimbing : 1. Ir. Endang Setia Muliawati, MSi
2. Prof. Dr. Ir. MTh. Sri Budiastuti, M.Si
Catatan Umum :
Fakultas : Fak. Pertanian