Penulis Utama : Rika Pebriyanto
Penulis Tambahan : 1.
2.
NIM / NIP : C.0505041
Tahun : 2013
Judul : Dinamika Masyarakat Dusun Mancingan Desa Parangtritis Kecamatan Kretek Kabupaten Bantul Dalam Pelaksanaan Upacara Bekti Pertiwi Pisungsung Jaladri Tahun 2002-2012
Edisi :
Imprint : Surakarta - F. SSR - 2013
Kolasi :
Sumber : UNS-F. SSR Jur. Ilmu Sejarah-C.0505041-2013
Subyek : UPACARA BEKTI PERTIWI PISUNGSUNG JALADRI
Jenis Dokumen : Skripsi
ISSN :
ISBN :
Abstrak : Masalah yang akan dibahas dalam penelitian ini, yaitu : (1) Apakah latar belakang pelaksanaan Upacara Bekti Pertiwi Pisungsung Jaladri di Dusun Mancingan Parangtritis. (2) Apakah fungsi dan makna dari pelaksanaan upacara bersih desa bagi masyarakat Dusun Mancingan Parangtritis. (3) Bagaimana perubahan pelaksanaan upacara bersih desa pada masyarakat Dusun Mancingan Parangtritis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui : (1) latar belakang pelaksanaan Upacara Bekti Pertiwi Pisungsung Jaladri di Dusun Mancingan Parangtritis. (2) Fungsi dan makna dari pelaksanaan upacara bersih desa bagi masyarakat Dusun Mancingan Parangtritis. (3) Perubahan pelaksanaan upacara bersih desa pada masyarakat Dusun Mancingan Parangtritis Sejalan dengan tujuan penelitian tersebut, maka penelitian ini menggunakan metode sejarah yang meliputi empat tahap, pertama adalah heuristik yang merupakan langkah awal dalam mencari sumber data baik lisan maupun tulisan, kedua adalah kritik sumber yang bertujuan untuk mencari keaslian data, ketiga adalah interpretasi merupakan penafsiran fakta-fakta yang dimunculkan dari data yang diseleksi, keempat adalah historiografi yang merupakan penulisan dari kumpulan data tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Upacara Bersih Desa Bekti Pertiwi Pertiwi Pisungsung Jaladri Dusun Mancingan Desa Parangtritis menjadi suatu tradisi penyelaras, artinya pelaksanaan upacara tradisi bersih desa tersebut bukan hanya semata-mata mementingkan hal yang bersifat batiniyah tetapi hal yang bersifat lahiriyah tidak diabaikan. Upacara Bersih Desa di Mancingan mempunyai fungsi dan makna tersendiri bagi masyarakat Dusun Mancingan, antara lain: sebagai rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas keberhasilan dalam panen tahun ini dengan harapan semoga panenan untuk tahun yang akan datang dapat berhasil dengan baik. Besih desa juga sebagai upacara tradisi yang dapat menumbuhkan kembangkan rasa solidaritas, kerukunan, belas kasihan, dan rasa kepedulian terhadap lingkungan baik secara lahir maupun secara batin. Ikut sertaan masyrakat dalam upacara bersih desa sebagai wujud kepedulian melestarikan warisan nenek moyang dalam bentuk upacara adat yang tidak bertentangan dengan kebudayaan bangsa. Kesimpulan dapat ditarik bahwa telah terjadi beberapa perubahan dalam pelaksanaan upacara bersih desa di Dusun Mancingan namun tidak mengubah inti acara dari upacara bersih desa tersebut. Tata cara dan berbagai sesaji masih tetap sama dari sejak pertama upacara bersih desa tersebut dilaksanakan. Kesakralan saat pelaksanaan upacara juga masih terlihat jelas saat prosesi berlangsung. Hal tersebut membuktikan warga masyarakat masih sangat mempertahankan tradisi bersih desa tersebut.
File Dokumen : abstrak.pdf
Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
bab 1.pdf
bab 2.pdf
bab 3.pdf
bab 4.pdf
bab 5.pdf
IMAGE0033.JPG
sampul.pdf
File Jurnal : -
Status : Public
Pembimbing : 1. Dra Isnaini Wijaya Wardani, M.Pd.
Catatan Umum :
Fakultas : Fak. Sastra dan Seni Rupa