Penulis Utama : Inra Nawang Esti
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP :
Tahun : 2003
Judul : Analisis kinerja keuangan perum pegadaian cabang nusukan periode 1999-2001
Edisi :
Imprint : Surakarta - Universitas Sebelas Maret - 2003
Kolasi :
Sumber : UNS-Fak. Ekonomi-2004
Subyek : KEUANGAN, MANAJEMEN
Jenis Dokumen : Laporan Tugas Akhir (D III)
ISSN :
ISBN :
Abstrak :

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui beberapa hal yang berkaitan dengan laporan keuangan PERUM Pegadaian cabang Nusukan yakni: (1) tingkat likuiditas, solvabilitas dan profitabilitas PERUM Pegadaian cabang Nusukan,
(2) penyebab naik atau turunnya rasio keuangan, (3) kinerja keuangan PERUM Pegadaian cabang Nusukan berdasarkan standar BUMN selama periode 1999-2001.

Obyek penelitian ini dilakukan pada PERUM Pegadaian cabang Nusukan. Sumber informasi yang diperoleh berupa data laporan keuangan yang berbentuk neraca dan laporan laba-rugi tahun 1999, 2000 dan 2001. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis rasio yang meliputi analisis likuiditas (working capital to total asset ratio, current ratio, quick ratio, cash ratio), analisis solvabilitas (rasio modal sendiri dengan aktiva tetap, rasio total hutang dengan modal sendiri, rasio modal sendiri dengan total hutang, rasio total aktiva dengan total hutang), analisis profitabilitas (rasio laba usaha dengan total aktiva, net rate of ROI, rentabilitas modal sendiri) dan analisis perbandingan. Penelitian ini juga berdasarkan standar BUMN yakni menurut SK Menkeu No.740/KMK.00/1989.

Hasil penelitian meliputi: (1) likuiditas PERUM Pegadaian cabang Nusukan di atas 200%, hal ini mengindikasikan bahwa PERUM Pegadaian cabang Nusukan dalam keadaan likuid. Solvabilitas PERUM Pegadaian cabang Nusukan berada diatas 200%, dengan demikian PERUM Pegadaian cabang Nusukan dalam keadaan solvabel. Hal ini disebabkan jumlah aktiva atau kekayaan PERUM Pegadaian cabang Nusukan cukup untuk membayar hutang-hutangnya. Profitabilitas PERUM Pegadaian cabang Nusukan sangat baik yakni sebesar 8,13%. (2) kenaikan rasio likuiditas lebih banyak disebabkan oleh naiknya kekayaan yang dimiliki PERUM Pegadaian cabang Nusukan dan penyebab menurunnya cash ratio pada tahun 2001 disebabkkan oleh penurunan kas yang dimiliki oleh PERUM Pegadaian guna membayar hutang lancarnya sehingga untuk menaikkan cash ratio dapat ditempuh dengan cara memperbesar modal kerja, yakni dengan meminimalkan pos-pos aktiva lain-lain sehingga pemberian kredit kepada nasabah berjalan lancar. Rasio solvabilitas pada tahun 2001 mengalami penurunan, terutama pada rasio modal sendiri dengan total aktiva tetap sebesar 11,76%. Hal ini mengindikasikan bahwa modal sendiri lebih banyak digunakan untuk membiayai aktiva tetap. (3) menurut SK Menkeu No.740/KMK.00/1989 likuiditas PERUM Pegadaian cabang Nusukan dalam keadaan sehat sekali (sehat sekali, jika Li > 150%), solvabilitas PERUM Pegadaian cabang Nusukan dalam keadaan sehat sekali (sehat sekali, jika So > 200%), profitabilitas PERUM Pegadaian cabang Nusukan dalam keadaan sehat (sehat, jika Re > 8 s/d 12%).

File Dokumen :

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: page/dok_detail.php

Line Number: 147

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: page/dok_detail.php

Line Number: 148

abstrak.pdf
Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
File Jurnal : -
Status : Non Public
Pembimbing :
Catatan Umum :
Fakultas : Fak. Ekonomi dan Bisnis