Penulis Utama : Fitria Agustine
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP :
Tahun : 2006
Judul : Ketepatan penentuan harga pokok produksi dengan metode Job Order Costing pada PT.Yosogira di Sragen
Edisi :
Imprint : Surakarta - F. Ekonomi - 2006
Kolasi : xiii, 52 hal.
Sumber : UNS-F. Ekonomi Diploma III Jur.Akuntansi-F.3303145-2006
Subyek : HARGA POKOK
Jenis Dokumen : Laporan Tugas Akhir (D III)
ISSN :
ISBN :
Abstrak : ABSTRAK Perusahaan meubel Yosogira merupakan perusahaan yang bergerak dalam industri meubel dengan produk berupa furniture dengan pemasaran untuk konsumen luar negeri (ekspor). Dalam proses produksinya, perusahaan meubel Yosogira mendasarkan pada order yang diterima dari pembeli, sehingga dalam penghitungan harga pokok produksi menggunakan metode Job Order Costing. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penghitungan harga pokok produksi yang dilakukan perusahaan meubel Yosogira. Evaluasi ini dilakukan dengan membandingkan cara penghitungan harga pokok produksi perusahaan dengan cara penghitungan menurut teori akuntansi biaya. Untuk contoh penghitungan, penulis menggunakan pesanan almari dan meja bundar. Analisis dalam penelitian menemukan hasil penelitian bahwa penghitungan biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja langsung telah dilakukan oleh perusahaan meubel Yosogira sesuai dengan teori akuntansi biaya, sehingga dapat dinyatakan bahwa biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja langsung telah dihitung secara tepat. Untuk penghitungan dan pembebanan biaya overhead pabrik cara yang dilakukan perusahaan meubel Yosogira belum sesuai (belum tepat) dengan teori akuntansi biaya. Perusahaan meubel Yosogira membebankan biaya overhead pabrik terbatas pada unsur biaya overhead pabrik berupa bahan penolong dan penyusutan peralatan pabrik. Cara yang dilakukan menyebabkan jumlah biaya overhead pabrik yang terlalu kecil, sehingga harga pokok produksi yang dihitung menjadi terlalu kecil serta harga jual yang ditetapkan menjadi terlalu kecil pula. Hasil penelitian mendasari penulis dalam menyajikan saran pada perusahaan meubel Yosogira bahwa hendaknya perusahaan menghitung dan membebankan biaya overhead pabrik pada pesanan yang diproduksi berdasarkan tarif biaya overhead pabrik yang ditentukan di muka yang dalam penghitungannya didasarkan pada biaya overhead pabrik. Saran ini diajukan karena dalam unsur biaya overhead pabrik pada perusahaan, bahan penolong merupakan unsur yang paling dominan dan perubahan bahan penolong disebabkan oleh perubahan pemakaian bahan baku. Untuk dapat menerapkan cara tersebut perusahaan harus dapat menentukan taksiran biaya overhead pabrik dan taksiran pemakaian bahan baku dalam satu periode tertentu yang digunakan sebagai data penghitungan tarif biaya overhead pabrik.
File Dokumen : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
File Jurnal : -
Status : Public
Pembimbing : 1. Sulardi, SE, MSi, Ak
Catatan Umum : 2259/2006
Fakultas : Fak. Ekonomi dan Bisnis