Penulis Utama : Wahyuningsih
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP : C.0503057
Tahun : 2007
Judul : Jejak-jejak arsitektur bangunan Indis di kota Salatiga awal abad XX
Edisi :
Imprint : Surakarta - FSSR - 2007
Kolasi :
Sumber : UNS-FSSR Jur. Ilmu Sejarah-C.0503057-2007
Subyek : ARSITEKTUR BANGUNAN
Jenis Dokumen : Skripsi
ISSN :
ISBN :
Abstrak : ABSTRAK Permasalahan yang dibahas dalam penelitian ini, yaitu (1) Bagaimana gambaran gaya hidup masyarakat pendukung kebudayaan Indis di Salatiga pada awal abad XX? Bagaimana mengetahui kemajuan bentuk dan struktur bangunan Indis di Salatiga awal abad ke-20 ? Bagaimana kemajuan arsitektur dari jejak-jejak bangunan di Salatiga awal abad XX ? Tujuan penelitian ini adalah (1) Mengetahui gambaran gaya hidup masyarakat pendukung kebudayaan Indis di Salatiga pada awal abad XX. (2) Memahami kemajuan bentuk dan struktur bangunan Indis di Salatiga awal abad ke-20. (3) Mengetahui dan menjelaskan kemajuan arsitektur dari jejak-jejak bangunan di Salatiga awal abad XX. Penelitian ini merupakan penelitian Sejarah sehingga langkah-langkah yang dilakukan dalam penelitian ini meliputi, heuristik kritik sumber baik intern maupun ekstern, interpretasi, dan historiografi. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah studi dokumen dan studi pustaka. Teknik analisa dan deskriptif artinya memaparkan suatu fenomena beserta cirri-cirinya secara khusus yang terdapat dalam fenomena itu, dan analisis adalah usaha untuk menganalisa dan menginterpretasikan data-data yang berhubungan dengan topik permasalahan. Dengan sendirinya suatu studi tidak hanya mempermasalahkan apa, dimana, kapan, tetapi lebih jauh lagi juga mempermasalahkan bagaimana dan mengapa suatu peristiwa terjadi. Dari analisa tersebut dapat disimpulkan beberapa hal yaitu bahwa bangunan di Indonesia terutama di Jawa dipengaruhi oleh gaya Indis adalah percampuran antara budaya Belanda (Eropa) dan Jawa (Lokal) berkembang pada puncaknya awal abad XX. Ornamen dari struktur bangunannya disebabkan iklim di Indonesia tropis. Masuknya bangsa Belanda ke Salatiga juga meningkatkan program irigasi, edukasi, dan transportasi sehingga meninggalkan jejak-jejak bangunannya. Perekonomian Salatiga didukung adanya Bangsa Cina yang bermukim dan dibuktikan dengan adanya Agemeene Volksch Bank. Bangunan Belanda di bidang irigasi adanya pembuatan saluran air minum di sungai senjoyo, Generator listrik di daerah Beringin, Rawa Pening, Gedung Soos Harmonie, Gedung Papak, Rumah Dinas Walikota Salatiga sekarang ini yang berada di jalan Diponegoro Salatiga. Bangunan lain terdapat pada rumah-rumah penduduk sekitar, kantor, pemakaman, hotel, dan bangunan lain sebagai tempat rekreasi.
File Dokumen : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
File Jurnal : -
Status : Public
Pembimbing : 1. Drs. Soedarmono, SU.
Catatan Umum : 3128/2007
Fakultas : Fak. Sastra dan Seni Rupa