Penulis Utama : Achmad Zamroni
Penulis Tambahan : 1.
2.
NIM / NIP : S.95010900
Tahun : 2013
Judul : Perbedaan Efektivitas Kombinasi Gabapentin Dan Celecoxib Dengan Kombinasi Gabapentin Dan Asetaminofen Untuk Nyeri Pasca Bedah Ortopedi Anggota Gerak Bawah
Edisi :
Imprint : Surakarta - Pascasarjana - 2013
Kolasi :
Sumber : UNS-Pascasarjana Prodi. Kedokteran Keluarga-S.950109002-2013
Subyek : NYERI PASCA BEDAH
Jenis Dokumen : Tesis
ISSN :
ISBN :
Abstrak : Latar Belakang: Nyeri pasca bedah mempunyai efek signifikan terhadap pemulihan pasien. Penanganan nyeri yang optimal sulit dicapai hanya dengan menggunakan satu obat. Diperlukan suatu kombinasi obat yang memberikan efektivitas yang tinggi dengan efek samping yang minimal, aman serta mudah dalam pengelolaannya. Tujuan: Menilai perbedaan efektivitas kombinasi gabapentin dan celecoxib dengan kombinasi gabapentin dan asetaminofen untuk nyeri pasca bedah ortopedi anggota gerak bawah. Metode: Penelitian ini merupakan uji klinis tersamar ganda yang mengikutsertakan 30 pasien ASA I dan II (umur 19 – 59 tahun) yang menjalani pembedahan ortopedi anggota gerak bawah dan pengukuran nyeri menggunakan Visual Analog Scale (VAS) selama 24 jam dan pemberian obat secara oral. Kelompok I (N = 15) pada penelitian ini menggunakan kapsul gabapentin 300 mg, diberikan 1 jam pra bedah dan setelah efek sub arachnoid blok (SAB) hilang setiap 8 jam selama 24 jam, di kombinasikan dengan kapsul celecoxib 200 mg. Kelompok II (N = 15) pada penelitian ini menggunakan kapsul gabapentin 300 mg, diberikan 1 jam pra bedah dan setelah efek SAB hilang setiap 8 jam selama 24 jam, dikombinasikan dengan asetaminofen 1000 mg. Semua pasien mendapat anestesi dengan blok sub arachnoid dan tidak ada obat analgetik lain yang diberikan selama pembedahan dan 24 jam pasca bedah. Setiap kelompok dibandingkan dengan menilai skala nyeri (VAS) dan jumlah sampel yang membutuhkan analgetik tambahan opioid (fentanil) selama 24 jam. Hasil: Kombinasi gabapentin dan asetaminofen nilai VAS tidak bermakna (p > 0,05). Untuk penambahan fentanil pada jam 12 lebih banyak pada kombinasi gabapentin dan asetaminofen, sedang untuk jam 24 lebih banyak pada kelompok gabapentin dan asetaminofen. Tidak ada perbedaan hemodinamik dan pernafasan diantara dua kelompok. Kesimpulan: Tidak ada perbedaan yang bermakna pada kombinasi gabapentin dan celecoxib dengan kombinasi gabapentin dan asetaminofen untuk nyeri pasca bedah ortopedi anggota gerak bawah.
File Dokumen Tugas Akhir : abstrak.pdf
Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
ACHMAD ZAMRONI0354.JPG
cover.pdf
bab 1.pdf
bab 2.pdf
bab 3.pdf
bab 4.pdf
bab 5.pdf
File Dokumen Karya Dosen : -
Status : Public
Pembimbing : 1. Prof.Dr.Didik Tamtomo,dr,MM,M.Kes,PAK
Catatan Umum :
Fakultas : Pascasarjana