Penulis Utama : Ary Daryani
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP :
Tahun : 2004
Judul : Rasio keuangan sebagai alat prediksi kebangkrutan perusahaan publik di Indonesia
Edisi :
Imprint : Surakarta - Universitas Sebelas Maret - 2004
Kolasi : 93 hal.; tab.
Sumber : UNS-Fak. Ekonomi NIM.F0200027-2004
Subyek : MANAJEMEN KEUANGAN
Jenis Dokumen : Skripsi
ISSN :
ISBN :
Abstrak :

Perkembangan industri di Indonesia dalam sepuluh tahun terakhir meningkat dengan pesat. Dalam menghimpun dananya perusahaan dapat mencari melalui pasar modal, sehingga mendorong perusahaan-perusahaan untuk go public. Adanya perusahaan-perusahaan go public ini menjadi salah satu alternatif investasi bagi investor melalui pasar modal. Keinginan investor menanamkan dananya pada suatu perusahaan publik, menunjukkan adanya kepercayaan masyarakat bahwa perusahaan tersebut layak sebagai alternatif investasi. Namun akibat krisis yang melanda Indonesia sejak pertengahan tahun 1997 perusahaan-perusahaan go public ikut terkena dampak yang sampai sekarang masih berlangsung. Perusahaan-perusahaan tersebut dianggap tidak mampu lagi beroperasi secara sehat sehingga perusahaan-perusahaan tersebut dianggap bangkrut. Sehubungan dengan hal itu, penulis tertarik untuk melakukan penelitian dan menulis skripsi dengan judul “Rasio Keuangan Sebagai Alat Prediksi Kebangkrutan Perusahaan Publik Di Indonesia (Kajian Empiris Perusahaan Manufaktur di Indonesia 1993-2002).

Pembatasan masalah yang dikemukakan dalam penelitian ini adalah bahwa laporan keuangan yang diperoleh, penyusunannya berdasarkan apa yang menjadi kebijaksanaan dari perusahaan yang bersangkutan dan dititikberatkan pada data laporan keuangan perusahaan yang telah go public dan tercatat di Bursa Efek Jakarta. Adapun perumusan masalah yang dirumuskan dalam penelitian ini adalah ‘apakah model Altman dapat diterapkan secara efektif untuk memprediksi kebangkrutan perusahaan manufaktur di Indonesia.

Tujuan dilaksanakannya penelitian ini adalah untuk mendapatkan gambaran mengenai kemungkinan kebangkrutan pada perusahaan manufaktur yang telah terdaftar di Bursa Efek Jakarta dalam periode 1993-2002 dan seberapa besar tingkat kemungkinan kebangkrutan tersebut serta bagaimana kondisi dari perusahaan yang telah terdaftar di Bursa Efek Jakarta. Disamping itu juga untuk mengetahui variabel model Altman mana yang paling berpengaruh terhadap prediksi kebangkrutan tersebut. Adapun hipotesis yang diajukan adalah perusahaan manufaktur yang telah go public dan terdaftar di Bursa Efek Jakarta sebagian besar sedang berada dalam kondisi kesulitan keuangan (financial distress), rasio keuangan sebelum terjadi kebangkrutan dapat digunakan sebagai alat prediksi kebangkrutan perusahaan manufaktur yang go public di Bursa Efek Jakarta dan model Altman yang dapat digunakan untuk memprediksi terjadinya kebangkrutan pada perusahaan manufaktur yang telah terdaftar di Bursa Efek Jakarta.

Penelitian ini dilakukan dengan mengambil data sekunder berupa laporan keuangan dari masing-masing perusahaan yang akan diteliti, yang kemudian dihitung dengan menggunakan model Altman yaitu Z-Skor yang merupakan gabungan dari 5 rasio yaitu WC/TA, RE/TA, EBIT/TA, MVE/BVD dan S/TA. Adapun kriteria penilaian (titik cut-off) dari model Altman ini adalah jika nilai Z’< 1,23 maka dapat dikatakan perusahaan dalam kondisi bangkrut, jika nilai 1,232,90 maka perusahaan tersebut dikatakan sehat. Sedangkan untuk Z” adalah jika nilai Z”< 1,1 maka dapat dikatakan perusahaan dalam kondisi bangkrut, jika nilai 1,12,60 maka perusahaan tersebut dikatakan sehat.

Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai variabel Z-Skor pada awal penelitian secara umum cukup baik. Dari hasil analisis 35 perusahaan diperoleh hasil, yaitu perusahaan yang diprediksi bangkrut dan terbukti benar-benar bangkrut sebanyak 9 perusahaan, perusahaan yang diprediksi bangkrut namun masih tetap beroperasi sebanyak 9 perusahaan, dan perusahaan yang diprediksikan dalam kondisi sehat sebanyak 17 perusahaan. Adapun variabel yang paling berpengaruh menurut uji statistik yang dilakukan adalah variabel S/TA dengan nilai t sebesar 69,948.

Dari hasil tersebut disimpulkan bahwa nilai Z dari 35 perusahaan tersebut sebagian besar berada diatas standar, namun ada juga yang berada dibawah standar. Dan dengan adanya beberapa perusahaan yang terbukti bangkrut setelah diprediksi bangkrut dengan menggunakan model Altman maka dapat disimpulkan bahwa bahwa model Altman ini cukup efektif untuk memprediksikan kebangkrutan perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta.

Berdasarkan kesimpulan tersebut maka diajukan saran kepada perusahaan publik untuk menerapkan model Z-Skor Altman ini untuk memprediksikan kebangkrutan perusahaan yang bersangkutan. Karena model ini telah terbukti cukup valid untuk memprediksikan kesulitan keuangan yang akan dihadapi oleh perusahaan hanya dengan melihat beberapa rasio keuangan yang sederhana. Sehingga dengan mengetahui prediksi tentang kebangkrutan tersebut sedini mungkin diharapkan perusahaan dapat mengambil tindakan antisipasi yang diperlukan untuk dapat mengatasi hal tersebut.

File Dokumen :

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: page/dok_detail.php

Line Number: 147

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: page/dok_detail.php

Line Number: 148

abstrak.pdf
Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
File Jurnal : -
Status : Non Public
Pembimbing :
Catatan Umum :
Fakultas : Fak. Ekonomi dan Bisnis