Penulis Utama : Henricus Hans Sp
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP : S221108016
Tahun : 2014
Judul : Representasi Nasionalisme Dalam Sinema Indonesia (Studi Saluran Komunikasi Massa Modern Film “Darah Dan Doa”)
Edisi :
Imprint : Surakarta - Pascasarjana - 2014
Kolasi :
Sumber : UNS-Pascasarjana Prodi.Ilmu Komunikasi-S221108016-2014
Subyek : REPRESENTASI NASIONALISME
Jenis Dokumen : Tesis
ISSN :
ISBN :
Abstrak : Latar Belakang: Nasionalisme merupakan fenomena yang kompleks karena konotasi dan interpretasinya yang kaya sebagai hasil studi yang kompleks. Pemahaman tentang nasionalisme dapat dipahami melalui media film. Sebuah film sebagai produk kesenian maupun sebagai medium adalah suatu cara untuk berkomunikasi penyampaian pesan dari sutradara ke penonton. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan obyek penelitianfilm Darah dan Doa sutradara Usmar Ismail yang dibuat tanggal 30 Maret 1950. Data diperoleh melalui browsingatau bentuk DVD,sumber data primer bentuk DVD diperoleh secara langsung di Perusahaan Film Nasional Indonesia (Perfini). Teknik pengumpulan data melalui observasi dan dokumentasi. Analisis data menggunakan metode semiotik Metz. Hasil: Hasil penelitian menunjukan bahwa film “ Darah dan Doa ”merupakan film yang mengunkapkan perjalanan hidup manusia pada masa revolusi dalam mengorbankan jiwa dan raga, sehingga terwujud sikap nasionalisme. Sikap nasionalisme diwujudkan dalam perjuangan melawan penjajah dan bangsa sendiri untuk mempertahankan kemerdekaan pada tahun 1948. Sikap nasionalis yang dimiliki prajurit termasuk tinggi, prajurit mengorbankan jiwa dan raga, sehingga mengalami penderitaan psikis dan fisik. Kesimpulan: Film “ Darah dan Doa ” merupakan sarana media modern dalam komunikasi yang difungsikan untuk memprogandakan nasionalisme. Alasannya, karena kehadiran film sebagai media komunikasi terefektif dalam menyampaikan pendidikan nasionalisme kepada masyarakat. Nasionalisme film The Long March yaitu rasial-republikan, yang mewakili semangat nasionalisme jaman pada masa tahun 1948 untuk mempertahankan kemerdekaan. Nasionalisme rasial ini dapat diketahui melalui adegan-adegan film pada peristiwa yang dialami tokoh film dalam perjuangan melawan penjajah dan perjuangan batin (antara perjuangan dengan cinta dan derita melawan penjajah dan bangsa sendiri). Dari pertitiwa tersebut membentuk tema yaitu dengan segala kejujuran telah mengorbankan jiwa dan raga merupakan realitas gambaran manusia dalam kehidupannya untuk bersikap jujur dan mau berkorban jiwa dan raga untuk negar
File Dokumen Tugas Akhir : abstrak.pdf
Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
coverrr.pdf
BAB 1.pdf
BAB II.pdf
BAB III.pdf
IMAGE0010.JPG
File Dokumen Karya Dosen : -
Status : Public
Pembimbing : 1. Prof. Dr. Andrik Purwasito, DEA.
2. Sri Hastjarjo, S. Sos., Ph.D.
Catatan Umum :
Fakultas : Pascasarjana