Penulis Utama : Rina Setyawati
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP : H.0808142
Tahun : 2014
Judul : Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Keputusan Mobilitas Non-Permanen Masyarakat Petani Di Kecamatan Susukan Kabupaten Semarang
Edisi :
Imprint : Surakarta - F.Pertanian - 2014
Kolasi :
Sumber : UNS-F.Pertanian Jur.Agribisnis-H.0808142-2014
Subyek : MASYARAKAT PETANI
Jenis Dokumen : Skripsi
ISSN :
ISBN :
Abstrak : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan mobilitas non-permanen masyarakat petani di Kecamatan Susukan Kabupaten Semarang dan mengetahui tingkat kesejahteraan petani setelah melakukan mobilitas non permanen. Metode dasar yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan menggunakan teknik survei. Lokasi penelitian ditentukan secara purposive dengan pertimbangan yang logis, yaitu terdapat petani pelaku mobilitas non permanen di Desa Koripan Kecamatan Susukan Kabupaten Semarang. Penentuan sampel penelitian dilakukan dengan proporsional random sampling sebanyak 100 responden. Metode analisis untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi perilaku mobilitas non permanen menggunakan Binary Logistic Regression pada tingkat kepercayaan 95%, sedangkan kriteria tingkat kesejahteraan petani diukur berdasarkan struktur pendapatan rumah tangga, struktur pengeluaran rumah tangga, keragaan tingkat ketahanan pangan rumah tangga, dan keragaan tingkat daya beli rumah tangga. Pelaku mobilitas non permanen berusia antara 37 tahun sampai 57 tahun. Pada kisaran usia produktif petani mampu memiliki peran ganda dalam bekerja, menggarap dan bercocok tanam di lahan pertanian serta bekerja diluar sektor pertanian untuk mendapatkan tambahan pendapatan. Dilihat dari segi tingkat pendidikannya, sebagian besar petani pelaku mobilitas non permanen hanya mampu menyelesaikan pendidikan dasar sehingga berpengaruh terhadap pekerjaan yang mereka peroleh diluar sektor pertanian. Dengan keterampilan yang terbatas maka petani hanya memperoleh pekerjaan-pekerjaan disektor informal seperti buruh bangunan, tukang kayu, pedagang kecil dipasar-pasar tradisional dan sedikit yang bekerja sebagai karyawan disebuah pabrik kecil. Bekerja disektor pertanian tetap menjadi pilihan utama responden dalam bekerja meskipun saat ini luas penguasaan lahan yang mereka miliki kurang dari 1 Ha, karena hasil dari sektor pertanian memberikan jaminan pemenuhan konsumsi pangan rumahtangga. Jumlah tanggungan keluarga yang rata-rata lebih dari 2 orang per keluarga berpengaruh terhadap besarnya pengeluaran rumahtangga, sehingga jika hanya mengandalkan pendapatan dari sektor pertanian saja masih kurang untuk menutupi seluruh pengeluaran. Jalan keluar yang dipilih disamping bekerja disektor pertanian juga bekerja diluar sektor pertanian. Upah dari pekerjaan diluar sektor pertanian dapat diterima dalam kurun waktu yang singkat sedangkan hasil dari sektor pertanian baru bisa dinikmati setelah masa panen tiba. Rata-rata pendapatan dari sektor pertanian Rp 443.097,00 per bulan dan hasil ini seringkali menurun karena adanya serangan hama serta perubahan cuaca yang ekstrim. Rata-rata pendapatan dari luar sektor pertanian sebesar Rp 1.691.000,00 per bulan namun pendapatan ini tidak berlangsung setiap bulan karena mobilitas non permanen bersifat musiman. Perbedaan upah di desa dan di kota seringkali menjadi pertimbangan seseorang dalam bekerja. Daerah tujuan para migran sirkuler adalah Jakarta, Tangerang, Semarang, Surabaya, Solo dan Klaten. Sebanyak 63 responden memilih untuk melakukan mobilitas sirkuler pada saat bekerja di luar sektor pertanian. Bekerja diluar daerah tempat tinggal seringkali memberikan prestice atau kebanggaan bagi keluarga. Kedatangan mereka ke daerah asal akan disambut oleh keluarga bahkan tetangga-tetangga mereka. Selain itu dengan bekerja diluar daerah asal secara sirkuler memberikan kesempatan yang lebih besar untuk menabung, pendapatan yang sesungguhnya relatif kecil akan terasa sangat besar jika dikumpulkan dalam waktu yang cukup lama. Mobilitas ulang-alik berlangsung setiap hari, yaitu petani yang melakukan mobilitas ulang-alik biasanya pergi meninggalkan rumah pada pagi hari dan kembali lagi pada sore hari atau malam hari dihari yang sama. Alat transportasi yang digunakan oleh pelaku mobilitas ulang alik umumnya adalah kendaraan pribadi berupa sepeda motor. Daerah tujuan para migran ulang alik umumnya hanya lintas desa atau lintas kecamatan dalam lingkup Kabupaten Semarang, selain itu karena letak geografis Kecamatan Susukan yang berbatasan dengan Kota Salatiga dan Kabupaten Boyolali maka wilayah tersebut seringkali menjadi tujuan mobilitas ulang alik juga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku mobilitas sirkuler petani dipengaruhi oleh jumlah tanggungan keluarga dan biaya mobilitas. Semakin besar jumlah tanggungan keluarga maka semakin besar pula keinginan responden untuk melakukan mobilitas sirkuler. Jika dibandingkan dengan mobilitas ulang alik, biaya mobilitas sirkuler lebih tinggi karena ditempat tujuan mereka harus menyewa tempat tinggal sementara dan untuk keperluan makan mereka harus membeli. Biaya yang tinggi tidak menjadi hambatan dalam melakukan mobilitas sirkuler karena diiringi dengan pendapatan yang tinggi. Tingkat kesejahteraan rumahtangga petani di Kecamatan Susukan cukup baik. Struktur pendapatan rumah tangga menunjukkan bahwa lebih dari 50% pendapatan rumah tangga diperoleh dari pekerjaan diluar sektor pertanian. Struktur pengeluaran sebagian besar rumah tangga petani menunjukkan bahwa pendapatan rumah tangga sudah tidak terkonsentrasi untuk memenuhi kebutuhan pokok, kelebihan pendapatan dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan tambahan lainnya dan hanya sebagian kecil rumahtangga petani yang masih memusatkan penadapatnnya untuk memenuhi kebutuhan pokok. Tingkat ketahanan pangan semakin tinggi dan tingkat daya beli rumah tangga semakin meningkat seiring dengan peningkatan pendapatan rumahtangga.
File Dokumen Tugas Akhir : abstrak.pdf
Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
COVER.pdf
BAB I.pdf
BAB II.pdf
BAB III.pdf
BAB IV & V.pdf
BAB VI.pdf
IMAGES0016.JPG
File Dokumen Karya Dosen : -
Status : Public
Pembimbing : 1. Ir. Marcelinus Molo, MS., Ph.D.
Catatan Umum :
Fakultas : Fak. Pertanian