Penulis Utama : Bagus Nanang Pujianto
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP :
Tahun : 2007
Judul : Analisis efisiensi layout fasilitas produksi pada perusahaan roti ”satria bakery” di Karanganyar
Edisi :
Imprint : Surakarta - Fak. Ekonomi - 2007
Kolasi : x, 60 hal.
Sumber : UNS-Fak. Ekonomi Program Studi Diploma 3 Manajemen Industri NIM.F3504008
Subyek : LAYOUT
Jenis Dokumen : Laporan Tugas Akhir (D III)
ISSN :
ISBN :
Abstrak : Tata letak fasilitas produksi merupakan suatu cara untuk mengatur segala fasilitas fisik dari sistem guna mendapat hasil yang optimal serta dapat mencapai tujuan perusahaan. Dalam hal ini penulis melakukan penelitian pada proses peroduksi roti pada perusahaan roti “Satria Bakery”, yaitu perusahaan yang bergerak dibidang pembuatan roti siap saji. Dalam penelitian ini yang menjadi permasalahan adalah bagaimana alur proses produksi dari bahan baku menjadi barang jadi pada perusahaan roti “Satria Bakery”, bagaimana efisiensi layout fasilitas produksi pada perusahaan roti “Satria Bakery”, Karanganyar, dan bagaimana revisi relayout yang efisien pada Perusahaan Roti “Satria Bakery” terhadap pelaksanaan layout yang kurang optimal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana alur proses produksi, dan juga mengetahui bagaimana layout fasilitas produksi pada perusahaan roti “Satria Bakery”, sehingga nantinya mengetahui bagaimana revisi layout yang efisien pada Perusahaan Roti “Satria Bakery” terhadap pelaksanaan layout yang kurang optimal. Dari analisis yang dilakukan pada proses produksi roti siap saji dapat dikelompokkan elemen-elemen pekerjaan yang ada yaitu pekerjaan AB terdapat pada stasiun kerja 1, pekerjaan CD terdapat pada stasiun kerja 2, pekerjaan EF terdapat pada stasiun kerja 3, dan pekerjaan GHI terdapat pada stasiun kerja 4 Dari analisis diperoleh tingkat efisiensi dan efektivitas layout yang ada pada proses produksi roti. Dari dua siklus kerja yang ada, satu diantaranya adalah siklus kerja yang diterapkan perusahaan yaitu siklus kerja 0,0384 menit menghasilkan efisiensi 81% dan tingkat efektivitas 87%. Sedangkan dengan menggunakan siklus kerja yang diijinkan 0,0336 menit akan menghasilkan efisiensi sebesar 93% dan tingkat efektivitas sebesar 100%. Dari hasil analisis ditemukan pula adanya waktu menganggur dan tingkat penundaan yang muncul pada layout proses produksi roti siap saji, yaitu dengan menggunakan siklus kerja 0,0384 akan mengasilkan waktu menganggur 0,0288 menit dan tingkat penundaan sebesar 19%. Sedangkan dengan menggunakan siklus kerja 0,0336 menit ditemukan waktu menganggur sebesar 0.0096 dan tingkat penundaan sebesar 7%. Dari hasil diatas dapat disimpulkan bahwa perusahaan akan lebih optimal apabila perusahan menerapkan siklus kerja 0,0336 menit dalam proses produksinya.
File Dokumen : abstrak.pdf
Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
TA.doc
File Jurnal : -
Status : Public
Pembimbing : 1. Ahmad Ikhwan, SE.MT
Catatan Umum : 510/2008
Fakultas : Fak. Sastra dan Seni Rupa